Itu menyebalkan.
"Maksudku, Atlan sudah bertunangan 3 kali tapi aku bahkan tidak mengetahui fakta itu?!" bentakan, Renan sedang marah sekarang.
Sekertaris ayahnya menunduk lebih dalam setelah melihat amarah anak majikannya, sementara ayah Renan hanya memijit kepalanya pelan.
Renan sudah melakukan itu dari tadi, protes pada sekertarisnya, tepat diruangannya. Seolah sengaja melakukan itu tepat didepannya. Sang ayah baru angkat bicara ketika merasa pekerjaannya benar - benar terganggu karena omelan putranya.
"Renan, memang siapa yang peduli hal itu? Bukankah kau yang begitu ingin bertunangan dengan dia?" Ayah Renan.
"Aku hanya ingin mengalahkan Hago."
"Kau tidak pernah dewasa."
"Tunggu, ayah tau Atlan sudah bertunangan 3 kali?"
"Tentu saja tidak, sayang."
"Tuan muda, maaf mengatakan ini, tapi keluarga Argon terlalu sulit diselidiki jika terkait masalah pribadi. Mereka terlalu tertutup."
"Tapi kau bisa bisa menemukan koneksi dan membuatku bertunangan dengan dia, sekertaris Park. Kau hanya perlu lakukan itu sekali lagi."
"Renan, tidak semudah itu sayang. Jika mereka tau kita menyelidiki mereka,."
"Ayah, apa uangmu sekarang sudah berkurang?" Renan.
Satu helaan nafas "Selidiki itu dengan hati - hati. Jangan lewatkan apapun, dan jangan sampai ketahuan oleh siapapun."
Singkat, padat, lalu dua hari setelahnya, Renan menerima laporan yang ia inginkan malam itu.
Detail tentang Atlan yang berhasil membuat rasa penasarannya memuncak saat membaca kata demi kata yang ada diatas kertas itu.
"Tuan muda Atlan pernah hampir bertunangan sekali, tetapi gagal karena calonnya tidak datang." jelas sekertaris Park.
"Gagal bertunangan?" Renan, matanya masih menatap tak percaya pada dokumen ditangannya.
"Itu pertunangan sederhana, bukan dihotel mewah dan semisalnya, tapi dikediaman utama keluarga Argon." tambah sekertaris sanga ayah. Itu sesuatu yang jelas Renan tau terlalu spesial. Soalnya bahkan Renan belum pernah menginjakkan kaki di kediaman utama keluarga itu.
"Hanya ada dua kemungkinan, keluarga calon tuan muda Atlan waktu itu terlalu berkuasa, atau hal lain,. dia cukup dekat untuk Keluarga Argon memberinya akses."
Entah yang mana, tapi Renan tertawa hambar kemudian. Dia benci kekalahan. Itu adalah alasan dia ikut ayahnya ke Korea padahal sudah nyaman di China. Ia tidak menerima kalah dari Hago. Tapi lihat ini, sepertinya ia baru saja menemukan lawan yang cukup membuatnya tersindir.
Lalu nama itu muncul disana.
Pada halaman selanjutnya dari dokumen yang sejak tadi ia tatap.
Sesuatu yang membuatnya jauh lebih kaget.
"Nalend Noah." Renan menemukan nama itu disana.
"Benar. Dia orangnya."
Sekertaris ayah Renan bahkan tidak menemukan data kependudukan dari orang yang namanya membuat Renan penasaran.
"Setelah kejadian itu, dia hilang bak ditelan bumi."
"Kejadian?"
"Kecelakaan."
"Kecelakaan?"
Sekertaris ayahnya kemudian memperlihatkan sesuatu yang membuat Renan mengangkat sebelah alisnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAMUDRA ATLAN || NOMIN
FanfictionSean, si mahasiswa kupu - kupu tiba - tiba mencari masalah dengan presma kampus. Jm as Seanda Alwis Jn as Atlanta Samudra
