Hago asal bicara.
Dia hanya membawa ucapan Sean padanya dan membenturkan itu dengan ucapan Renan.
Dan yah, sepertinya dia menang.
Dia meninggalkan Renan duluan, dengan wajah yang,. Hago tidak sempat menyaksikan detailnya. Tapi Hago tau Renan, sosok itu pasti sedang marah besar sekarang.
Itu mungkin akan menjadi tontonan yang menyenangkan, tapi sial untuk Hago karena dia harus melewatkan bagian itu. Perasaan aneh didadanya setelah kalimat Renan adalah apa yang kemudian memicu mood Hago memburuk, dan ia melangkah lebih dulu dari sana.
Dia menang, tapi entah mengapa ia tidak merasa benar - benar bisa merayakan itu.
Renan melihat Sean naik kemobil Marko didepan hotel.
Tapi kenapa?
Bukankah Hago baru saja memperkenalkan mereka?
Itu tidak masuk akal untuk keduanya menjadi dekat secepat itu. Sedekat itu untuk naik kemobil yang sama didepan 'HOTEL'.
Sean bilang ia tidur dengan Atlan. Tapi kenapa harus naik mobil Marko?
Tidur dengan Atlan? Bagaimana jika Sean ternyata berbohong. Bagaimana jika itu bukan Atlan?
Bagaimana jika itu,.
Sial. Ucapan Renan berhasil masuk kekepalanya. Tapi ucapan Renan jelas bukan hal yang bisa ia abaikan. Terlebih ketika ia melihat dengan mata kepalanya sendiri Sean turun dari mobil kekasihnya kemarin.
Itu terlalu,.
Bagaimana yah mengatakannya.
Pokoknya rasanya sesuatu dalam dirinya terasa aneh. Itu perasaan yang belum pernah Hago rasakan, itu seperti antara marah dan kecewa. Hago tidak mengerti bagaimana mengatakan bagian ini dengan benar. Hanya saja ini terasa luar biasa tak nyaman.
Hago menghela nafas gusar.
"Apa yang kau pikirkan." suara itu mengalihkan perhatian Hago, menariknya kembali menapak di tempatnya berjalan.
Disana berdiri Mark, disampingnya ada Atlan.
"Apapun, yang jelas bukan kau." Hago mengucapkan kalimat ini judes, dia tidak berusaha menyembunyikan kesalnya atau tampak baik karena ada Atlan disana.
Dia hanya kesal dan ingin menunjukkan itu.
Marko "Moodmu terlihat tidak baik, apa aku membuat kesalahan?"
"Aku tidak yakin, tapi ku rasa hari ini aku tidak ingin bertemu dulu denganmu." ucap Hago sebelum mengambil arah lain, meninggalkan Marko yang berdiri dengan wajah bingung.
"Waw,. itu menakjubkan." ucap Atlan "Aku bahkan belum sempat bertanya padanya, tapi kau membuatnya tampak kesal."
Marko hanya mengangkat bahunya acuh sebelum merangkul Atlan dan meninggalkan tempat itu kearah berbeda dengan Hago.
Membujuk? Mereka dekat, hubungan juga ada. Tapi tidak sedekat itu sampai Marko harus mengejar langkah Hago.
Lagipula, yang dari awal menginginkannya, itu adalah Hago.
Jadi tolong jangan katakan Marko brengsek karena kejadian ini.
Lalu berbeda dengan Hago yang menahan diri dengan isi kepalanya, Renan bukan orang yang sabar.
Jadi ia mengemudikan mobilnya meninggalkan kampus dengan kecepatan tinggi, mengabaikan kelas yang mungkin akan ia lewatkan.
Dia terlalu kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAMUDRA ATLAN || NOMIN
FanfictionSean, si mahasiswa kupu - kupu tiba - tiba mencari masalah dengan presma kampus. Jm as Seanda Alwis Jn as Atlanta Samudra
