Saat Atlan memperkenalkan Nalend pada dunianya, nama Marko adalah yang paling pertama dalam baris itu.
Sepupu, sekaligus teman dekat Atlan.
Mereka tumbuh bersama, umur hanya berbeda beberapa bulan dan Marko lahir lebih dulu.
Mereka punya banyak kesamaan dan paling menonjol, mereka memiliki selera yang sama hampir di semua hal. Satu - satunya sepupunya yang tidak membuat Atlan muak, dan tidak ia jadikan saingan.
Marko lahir dari wanita yang lemah, jadi meski lebih tua, dia hampir tidak masuk hitungan dalam keluarga mereka. Mungkin ini adalah point tambahan untuk Marko di mata Atlan. Keluarga mereka terlalu penuh dengan perebutan kekuasaan dan Marko adalah yang tampak paling tidak berbahaya.
Sedang untuk Marko, Atlan membawa banyak manfaat untuk dia dan posisinya dalam keluarga besar Argon.
Untuk mereka berdua, mereka sempurna satu sama lain.
Ingat Atlan pernah menjadi siswa di SMP biasa? Itu karena ia berkorban untuk Marko, ceritanya panjang dan untuk melindungi Marko, Atlan di keluarkan dari Neo junior high school, yayasan keluarganya.
Hal sederhana, tapi terlalu membekas untuk Marko.
Marko tidak pernah sekalipun iri dengan apapun yang Atlan punya, dia senang melihat bagaimana sepupunya bersinar cukup menyilaukan. Dan mari sebut itu sebagai kesetiaan.
Yah, awalnya hubungan mereka begitu. Sampai satu ketika Atlan memperkenalkan orang ini pada Marko.
Wajah manis, kulit putih, mata agak kemerahan dan hidung kecil.
"Namanya Nalend,." ucap Atlan tersenyum sebelum meraih tangan Nalend, menautkan dengan jemarinya dan mengangkatnya di depan Marko, seolah berusaha menjelaskan hubungan mereka tanpa repot menggunakan kata - kata.
Marko tertawa pelan, jelas ada hambar yang berusaha ia tutupi saat itu,. "Kekasihmu?"
"Noah." ucap Nalend menyenggol lengan Atlan sedikit, agak tak terima di perkenalkan dengan nama itu pada orang lain.
"Ah iya, kau harus memanggilnya Noah." tambah Atlan, senyumnya masih sama lebarnya.
Nalend.
Sosok tidak asing ini, namanya, Nalend.
Tidak, itu bukan pertemuan pertama mereka. Atlan hanya memperkenalkan namanya. Tapi Marko menemukannya sendiri.
Laki - laki manis ini adalah sosok yang sama, yang menarik perhatian Marko tempo hari di perpustakaan. Yang selanjutnya menjadi alasan dia untuk lebih sering datang kesana. Itu hampir 6 bulan jika di hitung, tapi sekarang sosok itu muncul di depannya sembari menautkan tangannya dengan sepupunya.
Takdir yang menyedihkan.
Marko bahkan belum sempat memperkenalkan dirinya dengan benar, tapi Atlan memutus kesempatan itu.
Lalu berlandaskan itu, untuk pertama kali dalam 16 tahun ia hidup, Marko menatap Atlan dengan tatapan iri.
Bagaimana tidak, semakin Marko terlibat dengan keduanya, semakin ia paham bahwa perasaan keduanya tidak sesederhana itu.
Nalend, laki - laki manis itu menatap Atlan seolah ia menatap dunianya. Tatapan yang sulit di jelaskan dengan kata - kata.
Tatapan itu membuat Marko menginginkan sosok ini lebih banyak.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAMUDRA ATLAN || NOMIN
FanfictionSean, si mahasiswa kupu - kupu tiba - tiba mencari masalah dengan presma kampus. Jm as Seanda Alwis Jn as Atlanta Samudra
