pulang¹³

756 33 2
                                        





















Jeno benar-benar takut dan langsung mengemasi barang-barangnya tidak lagi peduli dengan pekerjaan yang harus di kerjakan, Jeno harus sampai di rumah menjelang pagi, Jeno akan memperbaiki semuanya Jeno tidak ingin anaknya kembali seperti dulu, Jeno ingin anaknya bahagia bahkan jika Jeno harus berkorban biarlah asalkan anaknya bahagia.

Jeno masuk mobil setelah mengatakan kepada sekretaris nya, niat awal ingin menenangkan diri dari berbagai macam kegiatan dan rasa bersalah kepada sang anak kini Jeno tidak lagi bisa seperti itu. Yang ada di pikiran Jeno hanya Haruto Haruto dan Haruto entah kenapa Jeno dan Renjun sangat menyayangi Haruto begitu dalam bahkan sisi manja Haruto yang baru keluar saat Junkyu datang membuat Jeno dan Renjun bersumpah tidak akan membiarkan junkyu pergi dari kehidupan mereka. Anggap lah keluarga Jeno terobsesi dengan Junkyu.

Pesawat yang di tumpangi Jeno sudah mendarat di bandara, Jeno bergegas keluar dan langsung menghubungi bawahan untuk menjemput Jeno, Jeno duduk diam menatap kosong keluar jendela. Terlalu banyak hal yang terjadi semenjak istri pertama Jeno meninggalkan mereka bahkan Haruto yang ceria menjadi anak anak pendiam dan dingin. Jeno sangat bahagia ketika junkyu datang ke mansion mereka karena bisa mengembalikan keceriaan anak bungsunya. Saat melihat apa yang terjadi lewat cctv tadi membuat Jeno kalut.

Mobil Jeno sampai di mansion mereka dan turun bergegas bahkan tidak lagi peduli dengan panggilan sang supir yang entah apa. Jeno membuka mansion dimana semuanya sudah kosong jelas kosong karena mereka sudah pasti tidur. Jeno bergegas masuk ke kamarnya dan benar ada junkyu yang berbaring di tempat tidur yang biasa ia gunakan. Jeno menghela napas masih bisa menemukan istrinya disana. Jeno mendekat dan duduk di pinggir kasur mengelus lembut kepala Junkyu. Junkyu yang baru saja tidur langsung terbangun ketika merasakan usapan di kepalanya.

Mata Junkyu mengerjap menyesuaikan cahaya yang masuk, saat matanya sudah terbuka lebar matanya membelalak melihat Jeno ada didepannya. Junkyu tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk menggapai wajah jeno masih dengan posisi junkyu tidur dan Jeno melihat Junkyu.

"Se rindu itukah aku sama kamu mas hingga bayanganmu kini berada di depanku" air mata Junkyu kembali jatuh membuat hati Jeno sakit. Jeno tidak suka ketika air mata kesedihan turun dari mata indah junkyu, Jeno menghapus air mata junkyu dan mengecup pelan wajah junkyu. Junkyu menutup matanya masih belum sadar bahwa ini nyata bukan lagi khayalannya.

"Hiks kenapa aku harus merindukan mu hiks di saat kau hiks tidak peduli dengan hiks kebahagiaan anak mu hiks, aku sakit hiks melihat wajah hiks kecewa anak mu mas hiks rasanya aku hiks ingin mati hiks agar kau selalu hiks ada di samping mereka hiks, kenapa harus di hari libur hiks kau pergi hiks" Jeno merutuki dirinya sendiri telah mengiyakan pekerjaan yang di kabarkan sekretarisnya. Jika bukan karena kerja sama yang penting Jeno tidak akan pernah melihat junkyu yang menangis seperti ini. Jeno menyesal bahkan sangat menyesal melihat kesayangannya menangis seperti ini.

Jeno menarik tubuh Junkyu agar masuk ke pelukannya dan mencium pucuk kepala Junkyu, junkyu membalas pelukan Jeno dan kembali menangis. Junkyu kini sadar bahwa yang ada di depannya bukan lagi halusinasi namun Jeno yang nyata.

"Jangan lagi mas hiks jangan hiks" Jeno mengangguk mencium pipi junkyu yang sudah memerah karena menangis bukan hanya pipi tapi hidung dan mata Junkyu tidak lepas dari ciuman lembut Jeno. Junkyu tentu saja menikmati kelembutan Jeno.

Jeno berjanji apapun yang terjadi jika weekend mereka akan di rumah tidak ada lagi pekerjaan, duit bisa di cari namun kebahagiaan tidak bisa di lewati. Jeno berjanji kepada dirinya tidak akan lagi membuat Junkyu menangis.

"Maafkan mas kyu, Mas salah karena lebih memilih pekerjaan dari pada usaha kamu dan keinginan anak-anak untuk piknik, maafkan mas ya jangan pergi, jangan ambil lagi kebahagiaan Haruto mas minta maaf" Jeno memeluk erat tubuh junkyu yang tentu saja di balas oleh Junkyu. Junkyu juga sangat mengerti Jeno tapi melihat tatapan kecewa Haruto mampu membuat amarah dalam diri Junkyu memuncak dan tidak lagi menghiraukan Jeno saat akan pergi padahal sebagai istri junkyu harus melayani Jeno tapi karena marah junkyu melupakan semua itu.

"Nggak mas nggak salah, kyu yang salah, seharusnya kyu menyiapkan kebutuhan mas maaf mas maaf kyu kekanak-kanakan" Jeno menggeleng tidak junkyu sudah melakukan yang terbaik disini hanya Jeno yang salah. Jeno tidak suka junkyu selalu menyalahkan dirinya di setiap kali ada masalah.

Jeno membawa tubuh Junkyu kembali berbaring, Jeno memeluk Junkyu begitu juga dengan junkyu yang sudah memeluk Jeno. Mereka berdua sama-sama menutup mata menikmati harum tubuh masing-masing. Meski Jeno baru pulang tapi bau tubuhnya tetap maskulin.

Dua pasangan itu tidur dengan saling berpelukan sedangkan Renjun di kamarnya sedang duduk di balkon dengan Yoshi di sampingnya. Yoshi sengaja menemani Renjun karena Yoshi tahu bahwa Renjun sangat menyayangi Haruto. Yoshi sudah berteman dengan Renjun lama bahkan mereka bisa di katakan teman masa kecil sama halnya dengan Haruto dan Jeongwoo. Yoshi memahami Renjun lebih dari siapapun termasuk Jeno sendiri mungkin tidak memahami Renjun sedalam Yoshi.

"Yos, apa aku harus bertindak lebih jauh lagi agar Haruto tetap seperti ini, bahagia dan kembali ceria" Yoshi menghela napas pelan dan bergerak ke belakang Renjun, memeluk tubuh Renjun membiarkan Renjun menyandarkan tubuhnya ke tubuh tegap Yoshi.

"Jangan, biarkan junkyu memilih mana yang terbaik untuk hidupnya, jika kamu mengambil tindakan bukannya bahagia Haruto semakin hancur" Renjun mengangguk membenarkan apa yang di katakan Yoshi karena jika Renjun Bertindak maka Haruto akan hancur lebih jauh lagi. Renjun tidak mau hal itu terjadi. Renjun berbalik dan memeluk erat tubuh Yoshi. Yoshi dengan senang hati menerima pelukan Renjun dan membawa Renjun masuk agar Renjun ikut tidur dengan teman mereka yang sudah tidur sejak tadi bahkan saat keributan terjadi tidak ada dari mereka yang terbangun. Dengan berlahan Yoshi menidurkan tubuh Renjun dan ikut berbaring di samping Renjun dengan masih memeluk tubuh ramping Renjun yang di beberapa bagian tubuhnya sedikit berisi.

Yoshi mengelus lembut kepala Renjun agar tidurnya nyenyak tanpa mereka sadari sedari tadi ada sepasang mata yang melihat mereka. Orang itu menutup matanya dan ikut masuk ke dunia mimpi mengikuti teman-temannya.


















Thanks you guys, see you next chapter

Hidup Baru JunkyuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang