pulang²¹

367 24 0
                                        




Setelah mendapatkan kabar bahwa Renjun pulang tanpa mereka, akhirnya Jeno ikut menyusul Renjun dengan yang lain. Untuk masalah junkyu Jeno akan menyerahkan kepada bawahannya selama ia pulang. Jeno akan kembali ke New Zealand dan mencari junkyu untuk sekarang Jeno harus mengantarkan Haruto dan teman-teman nya.

Mereka duduk di pesawat yang akan membawa mereka kembali ke negara mereka. Haruto yang duduk di dekat jendela hanya menatap keluar jendela tanpa ada semangat dalam dirinya. Bukan hanya Haruto tapi semua yang ada di pesawat tersebut kecuali jaemin yang merasa bahagia karena rencananya berhasil.

Haruto menatap luar jendela dimana orang berlalu lalang naik dan turun pesawat. Haruto ingat saat ia akan berangkat bersama junkyu, betapa bahagianya mereka saat itu bahkan Haruto sempat memikirkan akan pergi berdua saja dengan junkyu saat liburan ke New Zealand namun tuhan tidak mengizinkan rencana Haruto berlangsung karena saat ini mereka harus kembali tanpa junkyu.

Setitik air mata mengalir di pipi Haruto, Jeno yang sadar anaknya tidak baik-baik saja menarik kepala Haruto dan memeluknya sedangkan Haruto menurut dan membenamkan kepalanya di dada bidang sang Daddy. Nyaman namun pelukan ini terasa ada yang kurang bagi Haruto. Rasa sedihnya lebih besar dari pada rasa nyaman yang di berikan Jeno untuknya.

"Shttt Daddy janji Daddy akan membawa bunda kembali, Daddy minta maaf hmm" Haruto menggeleng ini bukan salah Daddy dan bukan salah junkyu juga. Ini hanya salah satu takdir yang harus mereka jalani. Haruto hanya berharap junkyu kembali berkumpul bersama mereka seperti sedia kala.

Berbeda dengan suasana pesawat yang suram, Renjun telah mendarat dan langsung membawa junkyu ke rumah sakit. Tempat dimana Jeno tidak akan menemukan mereka. Ya Renjun memilih rumah sakit yang mungkin bisa Renjun gunakan untuk menyembunyikan junkyu dari Jeno ataupun Jaemin.

"Paman tolong rawat bunda tapi jangan biarkan Daddy tahu, injun mohon hmm" Renjun memohon kepada pamannya atau lebih tepatnya sahabat Jeno yang berprofesi sebagai dokter. Dokter yang bernametag Asahi itu menatap Renjun dalam. Renjun menghela napas dan menatap Asahi dalam juga.

"Injun hanya ingin membuat Daddy sadar dan memilih bunda di banding jaemin, injun tidak mau nanti bunda kembali di sakiti jaemin jika Daddy tahu bunda sudah ketemu" jelas Renjun singkat. Asahi mengangguk memilih mengikuti keinginan Renjun karena mau bagaimana pun Renjun itu bukan hanya anak dari sahabatnya namun juga anak dari sepupunya atau mommy dari renjun adalah sepupu Asahi.

"Hmm baiklah, paman akan bantu tapi jika Daddy kalian tahu jangan salahkan paman" Renjun mengangguk barulah mereka membawa junkyu ke ruang rawat VVIP tempat dimana tidak sembarang orang bisa masuk atau hanya orang yang di izinkan yang boleh masuk.

Asahi memeriksa junkyu dan cukup terkejut mendapati kenyataan yang sedikit mengejutkan namun juga membahagiakan untuk keluarga Lee. Renjun yang melihat perubahan wajah dari Asahi sedikit takut jika bundanya tidak bisa di selamatkan.

"Bagaimana paman" khawatir Renjun.

Asahi menghela napas dan menatap Renjun "lebih baik kau hubungi daddy mu karena bunda kalian butuh Daddy kalian" Renjun yang mendengar itu menggeleng ribut. Tidak Renjun tidak akan bisa membiarkan Jeno mengetahui keberadaan junkyu.

"Tidak paman, Daddy tidak boleh tahu bunda bersama injun, Daddy harus sadar dulu baru bisa menemui bunda" kekeh Renjun membuat Asahi bingung.

"Bunda mu lagi hamil dan itu sangat lemah, kita harus memberi tahu Jeno" ujar Asahi tetap berusaha membujuk Renjun. Renjun lagi-lagi dibuat terkejut namun Renjun tetap pada pilihan pertamanya.

"Bunda tidak butuh Daddy, bunda hanya butuh injun dan haru jadi kami akan merawat bunda" final Renjun, mau tidak mau Asahi harus mengikuti permintaan Renjun.

Asahi sudah memberikan suntikan yang bisa membantu janin junkyu selama junkyu belum sadar. Renjun menghubungi Haruto ketika mendapatkan notifikasi dari Haruto. Renjun mengatakan semuanya dan meminta Haruto untuk tidak memberi tahu Jeno.

Haruto yang mendapatkan kabar dari renjun langsung meninggal bandara tanpa yang lain membuat Jeno harus menghela napas mungkin Haruto butuh waktu jadilah Jeno membiarkan Haruto pergi. Haruto bergegas pergi hingga beberapa waktu di perjalanan haruto sampai di rumah sakit milik keluarganya. Haruto bergegas masuk dan menghubungi Renjun yang langsung di arahkan oleh renjun ke kamar rawat junkyu.

Pintu terbuka memperlihatkan haruto berdiri mematung di depan pintu melihat orang yang terbaring di ranjang rumah sakit. Haruto melangkah berlahan dan menatap junkyu yang masih setia menutup matanya. Haruto mengambil tangan junkyu dan mengecupnya pelan tanpa sadar air mata haruto jatuh bersamaan dengan suara isak dari mulutnya.

"Bun hiks kenapa dengan mu hiks apa yang terjadi hiks kenapa bisa seperti ini hiks bunda hiks maafkan haru hiks belum bisa menjaga bunda hiks" Haruto terus menangis tanpa menyadari renjun dan asahi ada di sana. Asahi menghela napas melihat bagaimana anak sepupunya itu sangat dengan ibu sambungnya. Jika seperti ini asahi harus bekerja sama dengan kedua keponakan nya untuk menjauhkan Jeno dari junkyu. Asahi tidak tahu apa yang terjadi namun melihat haruto yang sudah lama tidak menangis atau tersenyum membuat Asahi harus bekerja sama dengan kedua makhluk kematiannya Jeno.

"Baiklah paman akan membantu kalian menyembunyikan bunda kalian tapi ingat jangan sekalipun keras kepala jika bunda kalian yang meminta bertemu dengan daddy kalian karena dalam kondisi ini, junkyu sangat butuh Jeno" Renjun mengangguk membiarkan Asahi keluar dari ruang inap junkyu sedangkan renjun berjalan mendekati haruto dan menarik sang adik agar masuk ke dalam pelukannya. Renjun akan melakukan apapun agar sang adik bisa kembali tersenyum dan bahagia dan itu adalah junkyu.











Hari telah berganti namun baik haruto ataupun renjun belum kembali membuat Jeno khawatir apalagi Jeno akan kembali berangkat ke New Zealand untuk melanjutkan pencarian mereka terhadap junkyu. Jeno turun menuju ruang makan terlihat jaemin sudah duduk di sana sembari menunggu Jeno namun Jeno enggan mendekat karena Jeno ingat terakhir kali ia dan renjun marahan karena ia membela jaemin. Jeno memilih pergi meninggalkan jaemin yang mengepalkan tangannya.

"Sial, kenapa Jeno malah menghindari ku" Marah jaemin namun tidak sampai memukul meja karena jika itu terjadi Jeno akan semakin menjauh darinya dan rencana yang sudah ia rancang akan gagal. Tidak jaemin tidak akan membiarkan hal itu terjadi bahkan jika jaemin harus membunuh kedua anak Jeno maka akan jaemin lakukan.

Jaemin tersenyum ketika mengingat bagaimana hancurnya keluarga Jeno ketika istri pertamanya pergi meninggalkan mereka maka sekarang jaemin akan melakukan hal yang sama lagi agar mereka kehilangan junkyu. Selagi mayat junkyu belum di temukan maka jaemin belum bisa tenang karena kemungkinan junkyu masih hidup dan jaemin akan ikut mencari keberadaan junkyu dari sini agar tidak membuat yang lain curiga.

"Aku tidak akan membiarkan kau bahagia jen, kau sudah berbuat salah maka kau harus membayarnya selama hidup mu" Smirk jaemin tercetak di bibirnya.










Thanks you guys, see you next chapter. Maaf jika kurang nyambung karena ini sedikit buntu.

Hidup Baru JunkyuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang