Usai sarapan mereka semua bersiap untuk melakukan aktivitas masing-masing, haruto sudah siap dengan setelan perginya untuk mengantarkan chenle kembali ke mansion. ya chenle sudah tinggal bersama asahi dan mark.
Haruto berpamitan dengan junkyu dan Jeno begitu juga dengan jeongwoo dan jaehyuk yang akan kembali ke mansion mereka untuk menyelesaikan masalah mereka. Tak beda jauh dengan jihoon yang juga pamit kepada junkyu dan Jeno untuk kembali karena ayah dan bunda angkat jihoon sudah menghubungi jihoon.
Untuk yoshi dan renjun mereka tetap tinggal karena memang yoshi akan ikut dengan keluarga Lee untuk mengunjungi rumah terakhir kedua anak junkyu dan Jeno.
"Ibun, ita akan igi ke umah abam dan akak" Tanya junghwan yang di balas anggukan oleh junkyu karena memang tadi saat sarapan junkyu mengutarakan niatnya untuk mengunjungi kedua anaknya karena malam sebelumnya junkyu di pertemukan dengan mereka yang terlihat sedih.
"Tentu sayang, bunda merindukan mereka" Junghwan mengangguk dan memeluk junkyu. Junkyu tersenyum melihat bagaimana junghwan menjadi anak yang begitu peka akan lingkungan. Dibandingkan sakuya dan rora menang junghwan sangat dekat dengan junkyu meski sudah di pertemukan dengan daddy dan kedua abangnya.
"Abang harus selalu jaga bunda ya" Pesan Jeno yang di balas anggukan oleh junghwan.
"Adik uga akan aga una" Ceplos rora membuat semua orang tertawa. Yoshi menggendong rora dan renjun menggendong sakuya sedangkan junghwan di gendong Jeno.
"Abang janji akan menjaga keluarga bunda" Batin junghwan ketika melihat junkyu yang tersenyum.
"Maafkan aku mengambil alih tubuh anak mu kyu, aku janji akan melakukan apapun agar ketiga anak mu tenang disana tanpa memikirkan perasaan mu" Lagi junghwan menatap junkyu dalam dan memeluk erat leher Jeno. Jeno yang merasakan pelukan erat sang anak mengusap punggung junghwan.
Sesuai janji mereka bahwa hari ini mereka akan ke rumah terakhir kedua anak junkyu, mereka menggunakan kendaraan masing-masing kecuali junkyu, sunoo dan ketiga anak kembar junkyu yang satu mobil dengan Jeno. Sepanjang perjalanan mereka bercerita entah itu rora atau sunoo. Yang jelas hanya suara mereka yang terdengar dan sesekali Jeno menyahutinya.
"Ibun alau ndainya ita ukan anak una ana" Junkyu melihat sakuya yang baru saja bertanya.
"Jika kamu bukan anak bunda maka bunda akan menjadikan kamu anak bunda" Sakuya tersenyum bahagia mendengar jawaban junkyu bukan hanya sakuya tapi junghwan juga.
Jeno yang melihat senyum tipis junghwan tersenyum penuh arti "semoga kalian selalu bahagia" Lirih Jeno namun masih di dengar junkyu. Junkyu menggenggam tangan Jeno dan tersenyum manis.
Mereka sampai di rumah terakhir kedua anak junkyu, junghwan dan sakuya langsung mengambil tempat di sisi rumah kakak dan abang mereka. Junghwan duduk di tempat dimana ada tulisan David disana. Anak pertama junkyu yang pergi karena menyelamatkan adiknya dan sakuya duduk di sebelah tulisan angel yang menjadi anak kedua junkyu.
"Abam, atak uya dan emua atang utuk emu Abam dan atak"
"Abam dan akak enang an akhina una dan dydy besatu" Lanjut junghwan. Junkyu berjongkok di sebelah kedua anaknya dan memeluk mereka begitu juga dengan Jeno yang menggendong rora untuk mendekat.
"Hai jagoan dan princess abang, kalian sehatkan disana tidak ada yang ganggu kalian kan, abang sayang kalian maaf kalau abang tidak bisa menemani kalian ketika kalian pergi meninggalkan kami, sayang datanglah ke mimpi abang ya" Lirih renjun mengelus nama David.
"Hai David Hai angel kalian sangat berarti buat abang haru, abang injun, daddy, bunda, abang sunoo dan ketiga adik kembar kalian. Jika saja kalian masih disini maka abang akan sangat bahagia" Haruto menitikkan air matanya merasa sesak mengingat bagaimana hancurnya junkyu kehilangan kedua anaknya.
" Kalian hebat kalian berani merelakan kehidupan kalian agar adik kalian bertemu dengan bunda kalian, maaf kan daddy sayang, daddy terlambat, daddy gagal tapi daddy sayang kalian" Suasana menjadi sendu begitu juga junkyu sangat merasa kehilangan kedua anaknya. Entah apa yang terjadi tapi yang jelas junkyu sangat terpukul kepergian kedua anaknya.
Mereka berpamitan setelah semuanya mengungkapkan penyesalan mereka, Jeno yang hancur melihat junkyu terpukul, haruto yang marah karena menghancurkan junkyu dan renjun yang merasa bersalah karena gagal menjaga junkyu. Keempat anak junkyu yang sudah pergi tersenyum saat junkyu dan yang lain meninggalkan rumah terakhir mereka. Kenapa bisa berempat karena salah dua dari mereka adalah anak junkyu yang tubuhnya sudah di isi oleh jiwa lain. Ya bisa di katakan bahwa anak junkyu meninggal empat orang bukan dua orang.
Dua raga yang kini berada bersama junkyu adalah jiwa lain yang menggantikan mereka berdua. Keempat anak junkyu mulai menghilang dan senyum indah di bibir mereka.
"Juju, uya tolong jaga bunda dan rora untuk kami" Ujar anak junkyu yang bernama David mewakili mereka semua.
Sesampai di mansion junkyu langsung memasak di bantu renjun karena memang mereka memilih untuk makan di rumah dengan masakan junkyu yang sudah sangat mereka rindukan.
"Bunda apa hanya ijun yang merasa juju dan uya beda" Junkyu tersenyum dan mengelus lembut belakang kepala renjun.
"Apapun dan bagaimanapun mereka, mereka adalah anak bunda dan adik abang jadi seperti apapun mereka tolong sayangi mereka hmm" Renjun mengangguk dan memeluk junkyu dari belakang merasa bersyukur memiliki junkyu sebagai ibu sambungnya.
Jika orang lain mungkin renjun tidak akan pernah bisa menerima nya "baik bunda injun akan menyayangi mereka seperti injun menyanyangi haruto" Junkyu tersenyum dan mereka melanjutkan memasak.
Di mansion jaehyuk terlihat kedua orang tuanya dan orang tua jeong woo yang memang mereka sengaja mempertemukan mereka untuk menyelesaikan permasalahan mereka. Jeong woo dan jaehyuk sudah bertekat untuk tetap bersama bahkan jika orang tua mereka menolak. Terlihat wajah daddy jaehyuk sangat buruk berbeda dengan wajah mommy jaehyuk yang terlihat menahan rindu menatap mommy jeong woo.
"Mom, dad, tante, om kami mempertemukan kalian hanya untuk memperjelas hubungan kami, entah itu kalian menolak atau tidak yang jelas aku dan jaehyuk akan tetap bersama bahkan jika kami harus pergi dan di coret dari warisan kalian" Jelas jeong woo tentu saja di balas anggukan oleh jaehyuk. Melihat sang anak yang ikut serta dalam rencana jeong woo, taehyung marah besar bahkan tanpa sadar taehyung menampar wajah jaehyuk membuat semua orang terdiam terutama jaehyuk yang mematung menatap takut sang daddy.
Jeong woo yang tidak pernah main tangan dengan sang kekasih ikut naik pitan dan mendorong sedikit taehyung agar menjauh dari jaehyuk "om jangan main tangan karena itu bisa membuat anak om trauma" Tekan jeong woo membuat taehyung terkejut bukan hanya taehyung tapi semua orang terkejut. Malas berdebat jeong woo menarik jaehyuk pergi meninggalkan kedua orang tua mereka yang masih terkejut.
Thanks you guys, see you next chapter
KAMU SEDANG MEMBACA
Hidup Baru Junkyu
Casualepemuda yang baru menginjak usia 17 tahun harus menikah dengan duda anak 2 yang anak keduanya berumur sama dengan pemuda tersebut. Di usia 17 tahun harus menjadi seorang istri dan ibu sekaligus, entah apa yang di pikirkan keluarga pemuda tersebut hi...
