Hari sudah hampir sore Haruto, Jeno dan Renjun masih tidur. Hanya tinggal Junkyu dan ke empat teman Haruto.
"Kalian teman sekelas Haruto" tanya Junkyu merasa bosan karena sedari tadi teman Haruto hanya diam dan sibuk main ponsel.
Jaehyuk mendongak dan mengangguk "iya" bingung Jaehyuk ingin memanggil Junkyu seperti apa. Karena Jaehyuk yakin Junkyu sama besar dengan mereka dan disini posisi Junkyu sebagai bunda Haruto.
Junkyu terkekeh melihat kebingungan teman sang anak "samakan saja dengan haru karena aku juga bingung kalian harus memanggil aku seperti apa atau kalian bisa memanggil aku Junkyu" ujar Junkyu. Kali ini Jeongwoo yang mendongak dan mengangguk.
"Baik bunda" ujar Jeongwoo membuat Junkyu terkekeh merasa lucu dengan keadaan.
"Sudah berapa lama berteman dengan haru" tanya Junkyu lagi.
"Sekitar lima tahun tapi jeongwoo sudah kenal Haruto sejak kecil" ujar Chenle yang di balas anggukan oleh Junkyu.
"Sepertinya kalian sekolah di dreams internasional school"
"Kau benar kami dari sana" ujar Jihoon enggan memanggil Junkyu bunda karena bagi Jihoon Junkyu anak seusianya.
Junkyu tersenyum maklum dan menatap Chenle yang seperti menyadari sesuatu.
"Aku juga berasal dari sana tapi beberapa bulan yang lalu keluar karena alasan yang pasti kalian tahu" ujar Junkyu menjawab kebingungan Chenle. Chenle mengangguk begitu juga dengan Jeongwoo dan Jaehyuk namun tidak dengan Jihoon yang hanya menatap lurus ke arah Junkyu.
Pergerakan bisa Junkyu rasakan dari seseorang dari sebelahnya. Junkyu menatap Jeno yang juga menatap Junkyu, Junkyu mengelus rahang Jeno sembari tersenyum "jangan gerak dulu mas, njun tidur memeluk mu" ujar Junkyu lembut masih mengelus wajah Jeno. Jeno mengangguk dan semakin memeluk erat Junkyu. Junkyu tersenyum teduh merasakan kasih sayang dari Jeno dan anaknya.
Tidak lama Haruto juga menggeliat dan membenamkan kepalanya di perut Junkyu. Junkyu mengelus kepala Haruto "haru bangun sayang kasian temannya dari tadi nunggu" ujar Junkyu lembut mengelus lembut wajah Haruto. Haruto membuka matanya namun tidak melepaskan pelukannya dari pinggang Junkyu dan terjadilah pertengkaran antara Jeno dan Haruto yang sama-sama memeluk pinggang Junkyu. Karena pertengkaran mereka Renjun terbangun dan mengucek matanya yang tentu saja di hentikan Junkyu.
"Njun jangan di kucek matanya, nanti merah" Renjun berhenti dan menatap Junkyu sembari tersenyum dan menatap jengah Jeno dan Haruto yang masih bertengkar saling melepaskan tangan lawannya dari pinggang Junkyu.
"Ck ayah dan anak sama aja" ujar Renjun beranjak dari kasur dan ke kamar mandi. Junkyu menatap Haruto dan Jeno masih bertengkar.
"Kalian mau aku sakit lagi hmm" Haruto dan Jeno langsung diam menatap Junkyu takut. Junkyu menghela napas ini baru dua hari tapi tingkah mereka sudah membuat Junkyu bingung dan senang tentu saja.
"Sudah oke, haru lihat teman mu menunggu tidak malu apa di lihat sama teman mu" ujar Junkyu mengelus wajah sang anak yang mendongak menatapnya. Haruto menggeleng
"Tidak, haru mau bunda bukan mereka" ujar Haruto membuat Jeongwoo dan Jaehyuk menggeram kesal dan melempar bantal sofa ke arah Haruto yang tepat di punggung Haruto. Haruto berbalik dan menatap tajam Jeongwoo dan Jaehyuk sebagai pelaku. Sedangkan Junkyu menggeleng melihat tingkah lucu Haruto.
"Sudah jangan berkelahi dengan temanmu, haru sekarang bangun, mandi dan main sama teman, mas juga bangun dan mandi, aku akan menyiapkan makan malam" Haruto dan Jeno bangun dan menggeleng bersamaan membuat Junkyu bingung, ada apa apa yang salah pikir Junkyu. Renjun keluar dari kamar mandi dan juga mendengar ucapan Junkyu.
"Biar maid aja yang masak Bun, bunda masih sakit lihat wajah ayah singa dan anak singa menatap bunda seolah ingin memakan bunda" ujar Renjun membuka walk in closed yang ada di kamar Jeno dan Junkyu. Meski kamar mereka berdua tapi soal baju maka ada baju Renjun dan juga Haruto disana.
Junkyu mengangguk dan menatap kedua laki-laki di depannya, Junkyu menghela napas "baiklah aku tidak akan memasak tapi kalian harus mandi" ujar Junkyu yang di balas anggukan oleh Haruto dan Jeno. Haruto bergegas ke kamar mandi membuat Jeno menggeram kesal karena kalah telak dari Haruto.
"Haruto" teriak Jeno memenuhi kamar Jeno dan Junkyu.
"Wlee Daddy kalah" ujar Haruto menyembulkan kepalanya mengejek Jeno yang akan siap melempar bantal jika saja Haruto tidak langsung masuk maka wajahnya akan kena lemparan bantal.
Jaehyuk terkikik membuat Jeno menatap tajam Jaehyuk yang langsung diam begitu juga dengan Jeongwoo yang akan ikut namun tidak jadi "mas jangan melihat mereka seperti itu, kasian" bela Junkyu membuat Jeongwoo mencoba menahan tawanya melihat wajah kesal Jeno.
Junkyu paham dan sangat paham jadi Junkyu menarik Jeno ke pelukannya "udah dong mas jangan marah mulu nanti cepat tua loh" canda Junkyu yang mendapatkan tatapan sengit dari Jeno yang membuat Junkyu tertawa pelan.
Cup cup cup
Junkyu mencium dahi, pipi kanan dan kiri milik Jeno membuat Jeno tersenyum senang dan memeluk Junkyu. Renjun yang sudah selesai berganti pakaian menatap jengah tingkah daddy-nya yang terlihat seperti anak kecil tapi tidak di pungkiri Renjun senang melihat Jeno dan Haruto bahagia.
"Turun, sekalian makan malam" ujar Renjun menatap teman Haruto. Mereka bangkit mengikuti Renjun.
"Jangan sakit lagi" Junkyu menatap Jeno dan mengangguk mengerti dan memeluk Jeno. Cukup lama Haruto mandi dan kini gantian dengan Jeno setelah itu barulah mereka turun dan makan malam bersama dengan Jihoon yang terus menatap Junkyu. Chenle melihat itu semua bukan hanya Chenle tapi Renjun juga menyadarinya tapi memilih untuk diam selama Jihoon tidak bertindak semakin jauh maka Renjun akan diam karena Renjun tidak ingin Junkyu jauh dari kedua orang yang dia sayangi siapa lagi kalau bukan Haruto dan Jeno.
"Tidak akan aku biarkan kau menghancurkan adikku lagi"
"Aku pastikan kau akan hancur to"
"Aku akan menjaga kamu"
Suara batin dari tiga orang yang tentu saja memiliki tujuannya sendiri.
Bersambung
Thanks you
KAMU SEDANG MEMBACA
Hidup Baru Junkyu
Losowepemuda yang baru menginjak usia 17 tahun harus menikah dengan duda anak 2 yang anak keduanya berumur sama dengan pemuda tersebut. Di usia 17 tahun harus menjadi seorang istri dan ibu sekaligus, entah apa yang di pikirkan keluarga pemuda tersebut hi...
