berkumpul (30)

275 21 1
                                        










"Siapa yang berani masuk kamar saya" Teriak Jeno membuat junkyu terkejut dan langsung meninggalkan taman belakang, bukan hanya junkyu yang terkejut namun semua yang ada di mansion terkejut.

"Anu itu tuan, den" Belum sempat maid itu menjawab Jeno sudah memotong nya.

"Kalian di pecat" Ujar Jeno tak bisa di bantah.

"Dydy, una ilang ita idak oleh alah-alah" Ujar anak pertama junkyu.

"Juju bilang kata bunda kita tidak boleh marah-marah" Jelas anak angkat junkyu.

"Kalian siapa" Ujar Jeno menatap ada orang asing di rumahnya.

"Abam" Ujar anak pertama junkyu yang tadi bertemu Jeno, anak angkat junkyu itu tersenyum dan menggendong adik kecilnya itu bukan hanya anak pertama namun anak kedua dan ketiga junkyu memeluk abang angkat mereka.

"Kalian sudah bertemu dengan abang injun dan ruto" Tanya anak angkat junkyu yang di balas anggukan oleh ketiga anak kecil itu. Sedangkan Jeno dan yang lain hanya menatap mereka dalam diam.

"Eh Abam una ana" Tanya anak kedua junkyu. Yang di panggil abang itu melihat ke sana kemari hingga matanya bertemu dengan junkyu yang berada di pintu taman belakang.

Anak itu tersenyum dan menurunkan adiknya "itu bunda" Tunjuk anak itu membuat semua orang menatap ke arah telunjuk anak itu. Jeno, haruto dan renjun tertegun sedangkan keempat anak junkyu yang lain berlari ke arah junkyu dan memeluk junkyu.

"Una" Teriak ketiga anak junkyu. Mereka memeluk junkyu, meski baru beberapa jam berpisah tapi mereka sangat merindukan junkyu.

"Hahaha bagaimana sudah bertemu dengan daddy dan abang" Keempat anaknya mengangguk.

"Una au adi dydy idak au emu Abam" Ujar anak pertama junkyu yang memang pergi ke kantor haruto. Junkyu menatap Jeno dan kembali menatap anak pertamanya itu.

"Benarkah, terus kenapa Abam sampai disini" Tanya junkyu

"Abam ilang Abam anak una elus dydy ansung endong Abam awa ulang" Ujar Junghwan ya nama anak kembar junkyu yang pertama Junghwan, anak kedua sakuya dan yang terakhir Rora dan anak angkat junkyu adalah sunoo.

Junkyu tertawa dan menatap anaknya yang lain, sunoo yang akan menjawab di dahului oleh Rora "Abam uto uga idak pecaya ama ola, elus Abam unoo ilang alau ita anak una, alu deh Abam uto caya ita" Oke junkyu sekarang paham kenapa mereka lama dan baru pulang bersamaan seperti sekarang, kali ini junkyu melihat anak keduanya.

Sakuya yang di tatap menatap junkyu dan tersenyum "Abam injun ansung eluk Abam" Ujar nya ceria membuat junkyu tertawa. Kali ini junkyu menatap tiga orang yang masih diam melihat mereka bercengkrama. Junkyu mendekati Jeno yang terlihat percaya bahkan air matanya mengalir membasahi pipinya. Junkyu menghapus air mata Jeno dan mengecup pelan kedua mata Jeno meski harus menjinjit karena Jeno lebih tinggi dari junkyu.

"Kyu kembali mas" Ujar junkyu yang langsung mendapatkan pelukan dari Jeno, Jeno menangis di pundak junkyu begitu junkyu, junkyu bahagia karena Jeno setia menunggunya meski junkyu pergi tanpa kejelasan.

"Jangan pergi lagi please" Junkyu mengangguk dan memeluk erat tubuh jeno.

Cukup melepas rindu dengan Jeno kini junkyu menatap renjun dan haruto. Renjun berjalan dan memeluk junkyu berbeda dengan haruto yang hanya menatap junkyu. Junkyu paham dan tau kenapa haruto bersikap seperti itu.

"Maafkan bunda bang, karena bunda abang harus menanggung semua ini, kali ini bunda janji bunda tidak akan meninggalkan kalian" Renjun mengangguk dan memeluk lebih erat junkyu kali ini bukan hanya renjun tapi sunoo dan yang lain juga memeluk junkyu kecuali haruto dan Jeno.

"Ami uga idak akan inggal Abam agi" Ujar ketiga anak itu serempak, renjun tersenyum dan melepaskan pelukan mereka. Renjun membawa mereka untuk duduk di sofa.

Junkyu mengelus ketiga anak kembarnya yang tidak mau jauh dari junkyu "sekarang anak bunda perkenalkan diri dulu oke" Ujar junkyu yang di balas anggukan oleh mereka berempat.

Pertama si kembar yang berbicara "allo Abam uto, abam injun, dydy eno enal an ama Abam uwan au Lee uwan" Ujarnya

"Alau atu akuya"

"Alau ices lola antik" Ujarnya berpose dengan kedua tangan di satukan dan di taruh di bawah dagu. Semua orang tertawa kecuali haruto.

"Hallo nama aku sunoo atau kim sunoo, aku anak angkat bunda junkyu, maaf karena masuk dalam keluarga kalian tanpa sepengetahuan kalian, jika kalian tidak bisa menerima aku maka aku akan kembali ke asal ku" Ujar sunoo yang langsung duduk dan menggenggam tangan junkyu. Junkyu tersenyum dan mengelus tangan sunoo.

"Biar aku perjelas, sunoo adalah anak yang membantu aku selama persembunyian yang aku lakukan, dia menolong aku ketika aku dalam kesulitan bahkan dia rela lari dari panti hanya untuk merawatku yang sakit apalagi ketika usia kandungan ku menginjak 7 bulan, sunoo yang menjaga ku dan juga seharusnya aku melahirkan 5 anak namun dua lagi pergi meninggalkan ku saat usia mereka 6 bulan, untuk nama mereka" Menunjuk Junghwan "ini Junghwan, dan ini" Menunjuk sakuya "dia sakuya" Kali ini menunjuk Rora "dan ini Rora" Final junkyu.

Jeno mengangguk namun tidak dengan haruto yang memilih untuk pergi, melihat itu junkyu sadar bahwa 3 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk mereka dan junkyu paham jika haruto membenci nya karena junkyu terlalu sering mengingkari janjinya pada haruto.

Junkyu tersenyum masam dan mereka melanjutkan percakapan atau lebih tepatnya renjun mendekat kan diri dengan keempat adiknya begitu juga dengan Jeno.

"Mas" Jeno menatap junkyu "maaf karena aku kalian" Jeno menutup mulut junkyu dengan tangannya.

"Seharusnya mas yang meminta maaf padamu karena mas kamu harus mengalami semua ini" Junkyu menggeleng. Junkyu pergi bukan karena hal itu.

"Bunda pergi bukan karena itu dad, bunda pergi karena saat itu bunda di ancam" Ujar sunoo membuat Jeno dan renjun terdiam.

"Siapa" Tanya renjun

Junkyu menatap renjun "entah, bunda hanya mendapat pesan singkat bahwa jika bunda masih bersama daddy kalian maka daddy kalian akan mati di tangannya dan juga dia akan membunuh adik kalian" Lirih junkyu merasa sesak ketika mengingat perpisahan mereka yang sangat tidak enak.

"Jaemin" Junkyu menggeleng.

"Jika dia bunda tidak akan meninggalkan kalian" Jeno menghela napas.

"Jay" Junkyu mengernyit mendengar nama suami haechan di sebutkan.

"Kenapa" Tanya junkyu.

"Kamu tahu alasan mas tetap bertahan menunggu kamu karena apa" Junkyu menggeleng "karena 1 tahun setelah kamu menghilang mark mengatakan bahwa Jay ingin melenyapkan mas karena jaemin adalah adiknya dan mereka memiliki dendam kepada mas, mereka ingin mas hancur dan terpuruk dan mereka berhasil saat kamu pergi entah kemana" Junkyu menggengam tangan Jeno.

"Maaf" Junkyu memeluk Jeno.


Thanks you guys, see you next chapter

Hidup Baru JunkyuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang