kantor Jeno⁹

958 46 0
                                        









Setelah semua orang pergi, Junkyu langsung kembali ke kamar namun saat Junkyu akan ke kamar mandi suara pintu terbuka membuat Junkyu berbalik dan menatap Jeno yang berjalan kearahnya. Eh bukankah tadi Jeno sudah berangkat tapi kepada sekarang ada di sini dan ada apa dengan wajah suaminya. Junkyu meletakkan handuk di kasur dan mendekati Jeno yang masih dengan wajah tertekuk.

"Mas ada apa" tanya Junkyu menangkup wajah sang suami. Jeno menatap manik milik Junkyu sangat dalam bahkan di dalam tatapan Jeno terlihat jelas ada rasa gundah. Junkyu membawa jeno ke kasur dan duduk disana.

"Katakan mas" tuntut Junkyu menggenggam tangan Jeno. Jeno menggeleng dan memeluk Junkyu. Ini belum sampai 10 menit mereka berpisah tapi kenapa wajah suami nya seperti ini.

"Mas" kali ini suara Junkyu sudah tidak lagi lembut tapi dingin dan datar. Jeno melepaskan pelukannya dan menatap takut Junkyu. Junkyu menghela napas "mas anggap aku istri atau tidak, jika tidak jangan cerita tapi jika iya tolong cerita sama aku, aku ingin ada gunanya dalam hidup mu mas" Jeno menatap sendu Junkyu dan mengeluarkan ponselnya. Junkyu menatap bingung namun tetap menerimanya dan Junkyu membuka ponsel Jeno betapa terkejutnya Junkyu ketika melihat chat yang masuk.

Junkyu menatap Jeno dan kembali menatap ponsel Jeno. Tangan Junkyu terkepal dan memeluk sang suami. Junkyu  tidak sebodoh itu untuk tidak tahu apa yang di rasakan Jeno karena ini menyangkut kedua anaknya.

"Kita ke kantor mas sekarang, aku siap-siap dulu hmm" Junkyu bangkit mencium bibir Jeno dan langsung pergi ke kamar mandi sedangkan Jeno termenung ketika mendapatkan kecupan di bibirnya dari istri manisnya. Wajah Jeno memerah meski tidak kentara tapi memang wajah Jeno saat ini sangat panas rasanya. Junkyu bisa gitu ya kalau panik ciumnya bibir bukan pipi seperti ketika sadar.

Lima menit berlalu Junkyu keluar dan menggunakan pakaian santainya, kemeja blue soft dan jeans putih. Manis sangat manis hingga Jeno tak berkedip melihat Junkyu tengah duduk di meja riasnya. Junkyu menggunakan skincare sedikit dan menyemprotkan sedikit parfum di beberapa bagian tubuhnya.

Kini Junkyu siap dan mengambil tas kecil yang memang sudah ada di sana. Junkyu mendekati Jeno dan berjalan bersama dengan Jeno yang masih takjub dengan keindahan Junkyu. Sampai di mobil Jeno masih melihat Junkyu membuat Junkyu bingung dan sadar jika sang suami masih belum sadar. Junkyu gemes melihat tatapan tak berkedip sang suami dan menangkup wajah sang suami dan menyerang dengan kecupan di setiap wajah sang suami. Jeno yang di serang tiba-tiba terkejut dan mendorong sedikit tubuh Junkyu. Jeno menatap Junkyu yang di balas senyum manis oleh Junkyu.

"Jangan menatap ku seperti itu mas, sekarang kita ke kantor kamu hmm" Jeno mengangguk dan melanjutkan mobilnya menuju kantor.











Sesampainya di kantor Jeno membukakan pintu mobil untuk Junkyu, junkyu keluar dan Jeno memberikan kunci mobilnya kepada satpam yang berjaga di depan kantor. Junkyu dan Jeno berjalan masuk dan berhenti di depan resepsionis. Junkyu menatap wajah cantik sang resepsionis dan tersenyum "mbak tolong kosongkan ruang meeting dan panggil semua karyawan" ujar Junkyu yang di balas anggukan kaku oleh resepsionis, Junkyu tahu ini bukan pekerjaan resepsionis melainkan sekretaris tapi karena mereka akan langsung ke ruang meeting jadi repot jika harus keruang Jeno untuk memanggil sekretaris nya.

Jeno menuntun Junkyu menuju ruang meeting dan itu tidak lepas dari pandangan semua karyawan, tidak sedikit yang bergosip membuat telinga Junkyu sakit berbeda dengan Jeno yang tidak nyaman namun malas untuk menegur mereka. Selagi masih gosip maka Jeno akan diam saja.

Sesampai di ruang meeting sudah ada dua orang yang duduk di posisi sekretaris dan manager departemen produksi. Junkyu berdiri di samping Jeno sedangkan Jeno duduk di kursi kebanggan nya. Junkyu mengelus lembut pundak sang suami yang tentu saja mampu merilekskan tubuh dan pikiran Jeno. Lima menit menunggu semua sudah berkumpul lebih tepatnya semua manager di berbagai departemen dan beberapa staff inti dan investor.

Jeno menatap mereka dengan datar dan menghela napas berat membuat semua orang bingung sekaligus takut karena sangat jarang Jeno akan menghela napas jika berurusan dengan masalah pekerjaan.

"Siapa yang membocorkan informasi kedua anak saya" ujar Jeno membuat semuanya terdiam, Jeno tahu bukan salah satu dari mereka tapi bawahan mereka yang tentu saja mereka tahu siapa.

Junkyu masih diam karena memang ini urusan Jeno tapi melihat kediaman mereka membuat Junkyu geram tanpa sadar tangannya meremas kuat bahu Jeno. Jeno paham dan mengelus lembut tangan Junkyu. Junkyu mengangguk dan berusaha tenang.

Lima menit, sepuluh menit masih belum ada yang berbicara "jawab atau informasi pribadi kalian yang tersebar" kali ini suara Junkyu yang terdengar namun bukannya takut beberapa manager terkekeh merendahkan Junkyu. Junkyu tersinggung tentu saja.....tidak, Junkyu tidak tersinggung sama sekali berbeda dengan Jeno yang sudah mengepalkan tangannya.

Junkyu mengelus lembut tangan Jeno dan duduk di pangkuan Jeno membuat semua orang terkejut bukan main "lancang" ujar seorang manager pemasaran. Junkyu mendongak menatap wanita itu dengan datar. Enggan peduli Junkyu kembali mengelus lembut rahang Jeno dia mengecupnya sekilas.

"Jalang"

Brak

Meja di pukul keras setelah kata jalang terucap dari seorang pria yang mungkin seumuran dengan Jeno. Jeno menggebrak meja tidak suka ketika kata jalang keluar dari mulut karyawan nya untuk sang istri. Junkyu mengelus lengan Jeno dan menggeleng, Jeno menggeram kesal dan kembali duduk.

"Katakan atau kantor yang berbicara" Junkyu masih tenang menatap semua orang yang masih terdiam. Junkyu menghela napas dan memanggil resepsionis yang tadi di minta tolong oleh Junkyu.

"Kembalikan sampah pada tempatnya, lain kali jangan memungut sampah dari tempatnya jika sampah itu tidak berguna" ujar Junkyu menohok semua orang terutama sang pelaku tentu saja. Junkyu menarik Haruto pergi dari ruang rapat menunggu kabar dari para karyawan Jeno.






















Bersambung

Thanks you

Hidup Baru JunkyuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang