tanpa junkyu²⁰

446 23 2
                                        















2 hari terbilang junkyu hilang, pencarian terus di lakukan bahkan sahabat Jeno yang ada di Landon langsung terbang menuju new Zealand hari itu juga atas perintah Jeno.

Mark menatap jeno yang hanya diam di pinggir sungai. Mark menghela napas dan mendekati jeno namun langkah Mark terhenti ketika mendengar ucapan Jeno. Mark memilih pergi tidak ingin mengacaukan lebih jauh hati sahabatnya itu.

Mark mendekati Renjun yang terlihat hampir sama dengan Jeno, Mark menepuk pundak Renjun membuat Renjun mendongak karena perbedaan tinggi mereka. Renjun menatap Mark dengan mata yang siap menumpahkan muatan nya. Mark mengangguk memeluk erat keponakannya itu. Renjun menangis sejadi-jadinya di dalam pelukan Mark. Lagi Yoshi merasa cemburu melihat bagaimana renjun begitu dekat dengan Mark yang notabene nya teman dari Daddy Renjun.

"Hiks uncle bunda hiks" Mark mengelus lembut punggung Renjun.

"Shhh uncle janji uncle akan menemukan bunda injun dan haru hmm, apapun tantangannya uncle janji" Renjun mengangguk namun enggan melepaskan pelukan Mark.

Jaehyuk memeluk Jeongwoo yang terlibat kusut juga karena selama dua hari tidak tidur menjaga Haruto yang mengurung diri bahkan hari ini juga Haruto masih berada di kamar yang ada di villa.

"Aku gagal jae, aku gagal menjaga Haruto dan bunda junkyu" lirih Jeongwoo yang ikut hancur melihat sahabatnya hancur. Jaehyuk mengangguk menarik kepala Jeongwoo agar menyandar di pundaknya. Kacau sangat kacau tanpa ada junkyu.

Di lain sisi junkyu sedang di rawat oleh seorang wanita dengan dua anaknya. Terlihat junkyu yang belum sadarkan diri terbaring lemah di kasur kecil tersebut.

"Mamma, af hverju er þessi frændi ekki enn vakinn?(mama kenapa paman itu belum bangun) " Ujar anak itu karena sudah dua hari junkyu belum juga sadar.


Flashback on


Dua hari yang lalu tepatnya saat dimana junkyu dan yang lain melakukan rafting, junkyu yang di dorong jaemin tenggelam dan entah kenapa kaki junkyu tidak bisa di gerakkan hingga Junkyu kehilangan kesadaran dan arus membawa junkyu hingga ketepian sungai yang tidak jauh dari tempat kejadian, junkyu di temukan oleh seorang wanita dan kedua anaknya yang saat itu sedang bermain di sungai tersebut.

Wanita itu membawa junkyu dengan kedua anaknya pulang karena melihat wajah Junkyu yang pucat dan tubuh yang dingin. Sesampainya di rumah, wanita itu langsung membaringkan junkyu dan mengganti baju junkyu. Wanita itu cukup terkejut melihat luka goreng di perut junkyu dan juga ada darah yang keluar darah bagian bawah junkyu.

Wanita yang merupakan seorang dokter langsung mengecek keadaan Junkyu dan terkejut mendapati kenyataan yang sulit di terima. Wanita itu memilih merawat junkyu karena jika di bawa ke rumah sakit maka ia takut junkyu akan di incar banyak orang.

Flashback off

"Bíðum þangað til hann vaknar hm(kita tunggu hingga ia bangun hm)" ujar wanita yang membantu junkyu tersebut. Kedua anaknya mengangguk.



Kembali ke villa tempat dimana yang lain menginap. Sudah dua hari dan belum ada tanda-tanda junkyu akan di temukan bahkan para penyelamat sudah mengatakan bahwa junkyu meninggal. Pernyataan penyelamat menjadi duri untuk Jeno, Haruto, Renjun dan jihoon. Mereka kehilangan orang yang berharga dalam hidup mereka.

Renjun yang sudah tidak tahan langsung bangkit

Plak

Tamparan mendarat di pipi jaemin membuat semua orang terkejut termasuk Mark yang tidak pernah melihat sisi Renjun yang seperti sekarang. Jihoon yang berada di dekat sana langsung menghentikan Renjun saat Renjun akan kembali menampar jaemin. Jaemin yang di tampar terkejut dan menatap Renjun tajam.

Renjun tidak takut sama sekali dengan tatapan jaemin malahan Renjun membalas tak kalah tajam.

"Bajingan, seharusnya saya sudah mendepak kamu dari rumah kami, sialan" caci Renjun yang masih berusaha lepas dari jihoon

"Apa maksud kamu Renjun" ujar jaemin lirih seolah ia akan menangis namun bukannya iba Renjun semakin muak dan berhasil lepas dari jihoon.

Renjun kembali menatap jaemin hingga sudut bibir jaemin robek. Jangan tanya sekuat apa Renjun menampar jaemin hingga bibir Jaemin robek. Semua orang meringis.

"Saya tahu anda yang sudah mendorong bunda meski tidak ada bukti tapi saya yakin anda pelakunya" lagi Renjun berteriak di depan wajah jaemin.

Wajah jaemin menggelap tangannya terkepal siap membalas Renjun namun tindakan jaemin terhenti ketika Mark menarik jaemin kebelakang menjauh dari renjun.

"Jangan pernah kau angkat tangan kotor mu itu kepada Renjun" tekan Mark. Suasana semakin kacau. Jeno yang sudah tidak kuat menggebrak meja dan menatap semua orang tajam.

"Renjun diamlah, mark kau jangan ikut campur, jaemin obati luka mu" perintah Jeno mutlak.

Renjun menggeram kesal menatap Jeno tajam "jika bunda ketemu kau tidak akan bisa menemuinya tuan Lee" tekan Renjun menatap tajam Jeno membuat jeno terkejut. Apa yang ia lakukan hingga Renjun anaknya mengatakan hal itu.

"Cukup Renjun" tekan Jeno namun bukan Renjun namanya jika takut akan kesalahan.

"Kau lihat saja, saat bunda kembali aku pastikan kau akan kehilangan bunda" Renjun mendorong mark dan keluar dari villa.

Renjun memilih pergi untuk menenangkan pikiran nya sekali mencari junkyu sekitar sungai. Renjun menelusuri daerah dekat sungai terlihat beberapa penduduk berkeliaran disana.

Cukup lama Renjun di sana namun tidak membuahkan hasil namun saat ia akan kembali Renjun mendengar seorang wanita berbicara dengan wanita lain mengenai orang yang hilang. Renjun mendekati mereka dan bertanya. Beruntung mereka berdua mengerti bahasa inggris sehingga Renjun hanya perlu menggunakan bahasa inggris.

Renjun tersenyum bahagia ketika apa yang ia cari di temukan. Renjun ikut dengan wanita yang menolong junkyu dua hari yang lalu. Pintu rumah terbuka terlihat kedua anak wanita itu sedangkan menjaga junkyu. Renjun tersenyum dan berlari memeluk tubuh sang bunda. Renjun tidak berhenti memuja Tuhan karena telah mempertemukan nya kembali dengan orang yang sangat berarti dalam hidupnya.

Renjun mengucapkan terima kasih kepada wanita itu dan langsung membawa junkyu entah kemana yang jelas hanya ada mereka berdua di dalam mobil. Perjalanan yang cukup jauh hingga mereka sampai di bandara. Renjun memapah junkyu masuk ke dalam bandara entah bagaimana bisa Renjun lolos dari pemeriksaan.






Di villa terlihat mereka kembali di kanda khawatir karena renjun masih belum kembali, ini sudah hampir malam dan ponsel Renjun juga mati.

Drttt

Deringan ponsel Jeno mengejutkan semua orang, Jeno mengangkat telpon.

"Apa" teriak Jeno ketika mendapati kabar bahwa sang anak sudah kembali dengan pesawat tadi sore. Jeno langsung memerintahkan yang lain berkemas. Mereka akan kembali malam ini tanpa junkyu dan Renjun tentu saja.







Thanks for your guys, see you next chapter

Hidup Baru JunkyuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang