maaf²⁴

373 18 0
                                        




















Semuanya sudah kembali seperti semula, junkyu sudah membaik dan haruto sudah kembali ceria namun renjun yang masih belum bisa memaafkan Jeno. Hari ini adalah hari dimana junkyu akan keluar dari rumah sakit dan kebetulan hari ini semua teman haruto dan yoshi juga datang menjenguk jangan lupa ada Asahi, mark, doyoung dan haechan.

Asahi yang melihat chenle enggan melihat mark merasa bersalah jika saja dulu Asahi tidak meninggalkan mark mungkin hubungan chenle dan mark tidak akan seburuk ini.

"Kita pulang ke mansion ya" Ujar Jeno namun di tatap tajam oleh renjun.

"Tidak, selama jaemin masih di mansion bunda tidak akan kembali ke mansion, jika daddy tetap akan membawa bunda ke mansion maka bersiap untuk kehilangan anak dan istri daddy" Ancam renjun membuat ruangan diam yang tadinya ramai kini semua terdiam. Jeno menatap tajam renjun namun renjun tidak takut sama sekali bahkan renjun membalas tetapan Jeno.

"Renjun" Tekan Jeno namun renjun tidak takut sama sekali meski di dalam renjun sudah tidak sanggup berdiri namun renjun harus bisa.

"Sekali tidak ya tidak" Mantap renjun, Asahi yang paham ketakutan renjun ikut membantu renjun berbicara.

"Sebaiknya kau ikuti permintaan renjun karena aku takut dia bener bener melakukannya karena dia sangat mirip dengan winter, jadi jangan biarkan junkyu kembali ke mansion" Ujar Asahi berusaha membantu keponakannya, renjun enggan menatap Asahi. Junkyu yang merasa renjun menyembunyikan sesuatu menarik tangan renjun yang kebetulan berada di dekatnya. Renjun menatap junkyu dingin.

Junkyu menarik renjun untuk memeluknya, renjun menegang mendengar apa yang di katakan junkyu, renjun mendorong junkyu dan menatap tajam junkyu.

"Bunda sedang hamil, injun tidak akan membiarkan bunda kembali ke mansion itu" Ujar renjun datar, Jeno yang tidak tahan dengan sikap renjun akan memarahi renjun tapi di tahan junkyu dengan tatapan lembut.

"Njun bunda tidak mungkin hidup berpisah dengan kalian dan daddy, apapun masalah yang sedang injun rasakan bunda akan bantu sebisa bunda, bunda tidak mungkin meninggalkan keluarga kita sayang" Renjun menatap junkyu sendu. Junkyu tersenyum dan kembali menarik renjun ke dalam pelukan nya. Renjun menangis dalam pelukan junkyu. Renjun salut dengan junkyu, di usianya yang masih remaja mampu membuat renjun yang sudah beranjak dewasa setenang ini, renjun merasa jika ada junkyu maka semua masalahnya akan melebur begitu saja.

"Baiklah tapi bunda harus kembali sekolah bersama haruto, agar bunda tidak di rumah saja bersama jaemin" Junkyu menghela napas bagaimana mungkin ia akan sekolah dengan keadaan berbadan dua namun melihat tatapan renjun, junkyu menatap Jeno. Jeno menghela napas dan mengangguk.

"Baiklah besok daddy akan mendaftarkan bunda di sekolah haruto" Final Jeno yang tentu saja di terima baik oleh haruto. Haruto sudah lama menunggu momen dimana ia akan kesekolah bersama junkyu dan menghabiskan waktu bersama junkyu.

"Bunda harus satu kelas dengan haruto dan juga daddy harus mengantarkan bunda setiap hari" Jeno mengangguk, haruto sangat bahagia begitu juga dengan teman haruto yang sudah mulai dekat dengan junkyu termasuk jihoon.

"Selamat kyu akhirnya kamu bisa kembali sekolah dan menggapai cita-cita kamu" Junkyu tersenyum kepada jihoon

"Terima kasih tapi kalian siapa" Semua orang terdiam termasuk asahi yang merupakan dokter junkyu. Jeno menghela napas, Jeno berpikir bahwa junkyu sudah mengingat mereka semua karena tadi sikap junkyu yang baik-baik saja namun sekarang kembali hanya Jeno yang di ingat junkyu.

Asahi menatap teman haruto "junkyu mengalami gangguan ingatan sehingga junkyu menganggap mimpi yang ia alami itu adalah ingatan nya" Semuanya menatap junkyu termasuk jihoon yang lagi merasa gagal menjaga junkyu.

"Biar ruto kenalkan, ini yoshi teman kak injun, ini jeongwoo teman masa kecil ruto, ini jaehyuk kekasih jeongwoo" Jeongwoo yang mendengar itu hendak akan protes namun tidak bisa karena haruto kembali memperkenalkan yang lain " Ini jihoon teman masa kecil bunda dan ini chenle " Gantung haruto yang tentu saja junkyu tahu apa maksud haruto.

"Kekasih ruto" Haruto tersenyum malu begitu juga dengan chenle namun berbeda dengan Asahi dan mark yang tidak mengetahui hal itu. Asahi yang hendak berbicara sudah di potong lebih dulu oleh chenle.

"Salam kenal kak kyu, saya chenle atau sering di panggil Zhong chenle" Junkyu tersenyum dan menarik chenle agar mendekat ke arahnya. Junkyu mengelus lembut tangan chenle dan menatap dalam mata chenle.

"Semoga chenle bahagia selalu jangan terlalu menyembunyikannya karena itu akan menyakiti chenle dan mereka" Chenle yang tadi tersenyum kini pudar dan hanya menatap junkyu datar dan mengangguk. Mark yang melihat perubahan raut wajah chenle kembali merasa bersalah, meski chenle tidak mempermasalahkan kehadiran mark di hidup mereka tapi chenle belum bisa menerima mark sebagai ayahnya.

Chenle mengetahui semua kisah orang tuanya dan sedikit di dalam hati chenle menyimpan rasa benci untuk mark apalagi beberapa waktu lalu ia kembali melihat Asahi menangis karena mark masih mengingat mantan kekasihnya.

"Chenle akan berusaha, mungkin tidak untuk sekarang" Jawab chenle membuat mark dan Asahi terdiam sedangkan Jeno hanya bisa menghela napas. Jeno tidak bisa menolong mark karena itu memang kesalahan mark dan juga mark tidak ingin orang lain ikut campur urusan keluarganya hingga Jeno hanya diam.

Mereka kini sudah selesai mengurus administrasi junkyu dan kini mereka berada di parkiran. Junkyu sudah masuk ke dalam mobil bersama haruto dan renjun sedangkan teman haruto dan renjun mereka naik motor dengan chenle satu mobil dengan mark dan Asahi yang kebetulan mereka akan berkumpul di mansion Jeno.

Untuk doyoung dan haechan mereka sudah berada di mansion Jeno menunggu mereka pulang bersama jaemin tentu saja. Mobil dan motor melaju membelah jalan raya yang cukup ramai namun tidak sampai macet. Sekitar 20 menit perjalanan mereka sampai di mansion Jeno.

Junkyu turun di bantu haruto dan renjun sedangkan Jeno hanya kebagian membuka kan pintu saja. Haruto dan renjun masuk ke mansion dan di sambut oleh para maid dan penjaga. Di ruang tamu sudah ada doyoung, haechan, jaemin dan dua orang baru yang tidak di kenal.

Haruto dan renjun membawa junkyu duduk di sofa yang muat 4 orang agar Jeno bisa duduk bersama mereka. Yang lain ikut duduk dengan anak-anak duduk di karpet yang ada di lantai.

"Kalian kembali" Ujar seseorang menatap jeno dan junkyu.

Jeno mengangguk "hmm, oh ya sayang kenalkan ini doyoung sahabat aku, mark dan Asahi dan dia haechan sama halnya dengan aku dan mark, dan mereka pasangan doyoung dan haechan" Junkyu tersenyum dan mengangguk sedang kan haechan berdiri dan mendekati junkyu berjabat tangan dengan junkyu.

"Hai salam kenal, kau bisa panggil saya haechan atau kakak" Junkyu lagi lagi tersenyum dan mengangguk " ini kak hyunsuk pasangan doyoung dan ini suami ku jay" Kedua dominan itu tersenyum kepada yang lain.

Kini junkyu menatap jaemin "dia jaemin" Ujar renjun tidak suka namun jaemin merasa bingung. Renjun kembali mengatakan bahwa junkyu hilang ingatan sementara. Jaemin yang tadi akan merasa kesal kembali tersenyum tipis dan itu tidak luput dari tatapan renjun dan jihoon.






Thanks you guys.  See you next chapter

Hidup Baru JunkyuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang