quality time²⁵

348 19 0
                                        












Usai perkenalan kini mereka semua sudah pindah ke ruang makan karena memang mereka akan makan bersama. Junkyu sudah ganti pakaian dan membersihkan diri di bantu Jeno tentu saja. Junkyu duduk di samping Jeno sembari mengambil kan makanan untuk Jeno begitu juga dengan yang lain yang sudah ada makanan di piring masing-masing.

Jeno tersenyum melihat bagaimana junkyu masih melayani nya dengan baik, namun tidak dengan haruto dan renjun yang tidak lagi di ambilkan oleh junkyu. Junkyu yang melihat piring kedua anak Jeno masih kosong menatap mereka berdua.

"Ada apa, apa injun dan ruto ingin yang lain" Tanya junkyu bingung, renjun dan haruto menghela napas sedangkan yang lain menghentikan makan mereka. Jihoon yang paham dengan kedua orang itu menatap junkyu.

"Mereka sudah biasa kamu mengambilkan mereka makanan jadi mereka menunggu kamu menyajikan untuk mereka" Ucap jihoon membuat junkyu menatap Jeno meminta persetujuan. Jeno mengangguk karena renjun dan haruto sudah sedekat itu dengan junkyu. Junkyu tersenyum dan mengusap kepala haruto yang duduk di sampingnya.

"Maafkan bunda hmm, bunda lupa" Ujar junkyu mulai mengambilkan makanan untuk renjun dan haruto namun saat junkyu mengambilkan udang untuk haruto chenle menahan tangan junkyu.

"Haruto alergi udang kak" Junkyu terkejut dan menjatuhkan sendok yang tadi ia gunakan untuk mengambil udang dan menatap haruto. Air mata junkyu sudah tergenang membuat semua orang terkejut terutama haruto dan Jeno.

"Bunda" Ujar haruto takut junkyu akan menangis namun junkyu malah menangis, haruto kalang kabut di buatnya terutama chenle yang sudah melarang junkyu sedangkan jaemin tersenyum penuh kemenangan.

"Hiks mas hiks kyu mau hiks bunuh ruto hiks dengan udang hiks, kyu tidak tahu hiks kyu jahat hiks" Jeno berdiri dan memeluk junkyu yang terus mengatakan bahwa ia jahat.

Haruto merasa bersalah atas apa yang terjadi kepada junkyu, jika saja saat itu haruto bisa menjaga junkyu maka junkyu tidak harus hilang ingatan dan ini tidak akan terjadi.

"Shttt tidak kyu tidak salah oke kyu tidak tahu jadi kyu tidak salah" Tenang Jeno memeluk sang istri namun junkyu tidak terima dan terus menangis.

Asahi yang sudah tidak bisa melihat junkyu menangis bangkit dan menarik junkyu dari pelukan Jeno dan berhadapan dengannya. Junkyu masih menangis sedangkan Asahi merasa gemes dengan anak satu ini. Asahi menghela napas dan mengelus lembut perut junkyu. Mata junkyu melebar dan langsung menghapus air matanya dan menatap tangan Asahi yang masih mengelus perut junkyu. Junkyu tersenyum dan menarik tangan Asahi agar ia genggam.

"Kyu lapar" Senyum Asahi luntur sedangkan junkyu sudah kembali tersenyum, semua orang terkejut bukan main dengan perubahan mood junkyu sedangkan Jeno dan haruto menghela napas.

"Sial" Ujar renjun ketika melihat bagaimana bundanya begitu imut. Umpatan renjun mendapatkan tatapan tajam dari Jeno, Asahi dan yoshi. Renjun terkekeh dan memilih makan.

"Jangan berbicara kasar" Ujar yoshi mendahului Jeno dan Asahi yang akan menegur renjun. Renjun mendongak dan menatap yoshi ke musuhan sedangkan junkyu tertawa terbahak-bahak.

"Hahaha injun lucu, injun seperti dedek bayi" Ujar junkyu, Jeno hanya tersenyum dan mereka kembali makan.

Makan malam dadakan tersebut terlah usai kini semua sudah kembali, kini junkyu dan Jeno sudah ada di kamar mereka. Junkyu berbaring menghadap Jeno begitu juga dengan Jeno yang memeluk pinggang junkyu. Junkyu mengelus wajah jeno.

"Mas kenapa tampan sekali" Tanya junkyu membuat Jeno tersenyum. Istrinya ini sangat lucu dan Jeno sangat menyayangi nya. Ya Jeno sudah jatuh cinta kepada junkyu dan Jeno tidak ingin junkyu pergi darinya.

"Benarkah, lalu jika mas tampan kyu mau apa" Junkyu menggeser tubuhnya dan bersandar di dada Jeno dengan posisi Jeno melentang dan setengah tubuh junkyu di tubuh Jeno.

"Kyu mau dedek bayi mirip mas, haru dan injun" Jeno mengenyit bingung dengan jawaban junkyu.

"Kenapa"

"Jika mereka mirip kyu, kyu takut mereka akan bernasib sama dengan kyu, kyu tidak ingin mereka dikucilkan, di jahati bahkan di sakiti, kyu tidak mau mereka seperti itu" Jeno menghela napas, kenapa mood junkyu terus berubah seperti ini dan bahkan junkyu sering berpikiran terlalu jauh tentang anak mereka. Ini bukan pertama kalinya junkyu mengatakan hal buruk tentang anaknya dan Jeno tahu ini semua karena kondisi junkyu yang sedang hamil muda.

Jeno harus bisa memilah kata agar junkyu tidak berpikiran buruk lagi dan juga agar junkyu tidak merasa terbebani dengan kehidupan anaknya nanti "sayang lihat mas" Jeno menarik junkyu agar duduk dan memangku junkyu. Junkyu menatap Jeno "mas tidak akan membiarkan baby seperti itu, mas janji mas akan memberikan yang terbaik untuk baby hmm, kamu tidak boleh seperti itu nanti baby sedih, kyu mau baby sedih" Junkyu menggeleng dan menyandarkan kepalanya di dada Jeno. Sangat nyaman dan aman rasanya setiap kali junkyu berada di dekapan Jeno.

"Makasih mas udah mau nerima kyu" Jeno memeluk erat tubuh junkyu tidak sampai sesak. Jeno tidak akan membiarkan junkyu kembali ke kehidupannya yang buruk. Jeno sudah berjanji di hatinya untuk membuat junkyu bahagia.

"Mas yang makasih sama kyu karena kyu mau menikah dengan mas yang sudah tidak lagi muda seperti kyu dan kyu mau melepaskan cita-cita kyu untuk menikah dengan mas" Junkyu mengangguk dan memeluk lebih erat Jeno. Jeno tersenyum dan mengecup pelan kepala junkyu.

Junkyu sangat suka ketika ia dan jeno melakukan quality time seperti sekarang apalagi heno yang selalu memberikan penanganan yang sangat baik atas apa yang di pikirkan junkyu. Namun kebahagiaan mereka harus hilang saat ponsel junkyu berdering dan disana ada tulisan mama. Jeno yang melihat itu menggeram kesal.

Junkyu melepaskan pelukannya dari Jeno namun masih duduk di pangkuan Jeno, junkyu berbalik dan mengangkat telpon dari sang mama.

"Yak anak sialan kemana saja kau selama ini ha, kau tidak tau jika tuan Lee sangat marah karena kau menghilang" Junkyu menghela napas menetralkan keterkejutan nya yang di sebabkan oleh teriakan sang ibu.

"Ma, kyu sudah kembali bersama mas Jeno" Ujar junkyu pelan, tapi bukannya senang mama junkyu malah memarahi junkyu habis-habisan membusr Jeno geram namun junkyu tidak membiarkan Jeno untuk berbicara. Junkyu menggeleng dan mengelus lengan Jeno yang meningkat di perutnya.

" Jika tuan Lee menghentikan investasi di perusahaan ayah kamu jangan pernah berharap bisa kembali ke keluarga kim karena kau tidak berguna lagi, dasar anak sialan, pembawa sial" Panggilan berakhir sepihak. Junkyu lagi lagi menghela napas dan meletakkan ponselnya, Jeno mengelus lembut perut dan kepala junkyu bersamaan. Junkyu memeluk Jeno mencari kenyamanan di sana.

"Kalian akan merasakan apa yang di rasakan junkyu sekarang" Batin Jeno masih mengelus kepala junkyu hingga junkyu tertidur. Jeno tersenyum dan membaringkan junkyu berlahan dan Jeno ikut menutup matanya karena besok adalah hari pertama junkyu sekolah bersama haruto dan yang lain.

Thanks you guys, see you next chapter

Hidup Baru JunkyuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang