32. Lovey Dovey

5.3K 259 58
                                        

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Kalau Jean diberi satu kesempatan dalam hidupnya untuk menghentikan waktu, lelaki itu akan menggunakannya saat ini juga.

Terbangun di pagi hari karena sorotan mentari pagi yang menyelip tanpa tau malu melalui celah gorden yang terbuka, Jean disuguhkan pemandangan pagi paling luar biasa.

Giselle terbaring meringkuk dengan selimut yang hanya mencapai pinggangnya, menampakkan tubuh bagian atas tanpa sehelai benang pun yang menutupi. Tubuh polos yang dihiasi beberapa corak keunguan hasil karyanya semalam. Perempuan itu bernafas teratur disampingnya, terlelap damai masih dibuai mimpi.

Pagi ini bisa Jean nobatkan sebagai pagi terbaiknya dengan Giselle setelah semua kekacauan yang terjadi. Makanya ia ingin menghentikan waktu, Jean ingin menikmati kecantikan istrinya lebih lama. Tak ingin momen menyenangkan ini cepat berakhir.

Meski sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Giselle sebagai penghuni tetap baru apartemen, Jean masih tak bisa berhenti takjub akan kenyataan dimana perempuan itu benar-benar nyata miliknya. Terlebih dengan fakta dimana kini perasaannya tak lagi searah, Jean rasanya bisa gila karena Giselle balas mencintainya juga.

Lengannya terulur merapikan rambut Giselle yang berantakan menutupi wajah cantiknya, berhati-hati menyelipkannya ke belakang telinga perempuannya.

"Cantik," gumamnya.

Jean mengulas senyum tipis. Jemarinya segera beralih mengusap lembut pipi gembil yang agak kemerahan diterpa sinar matahari pagi, sesekali mencubitnya saat Jean tak kuasa lagi menahan gemas.

Lihat? Bahkan saat sedang tidur pun Giselle selalu berhasil membuat perasaan Jean tak karuan.

Ia dibuat takjub begitu membuka mata, lantas jatuh cinta lagi saat melihat wajah polos istrinya yang terlelap nyaman, kemudian berubah menjadi gemas setelah memerhatikan wajah terlelap Giselle lebih lama. Cinta memang seajaib ini ya?

Jean terkekeh pelan memikirkan itu.

Ia yang lama hidup tanpa cinta yang cukup, baik dari keluarga maupun kekasih---sebenarnya cinta Alin membludak untuk Jean, cuma Jeannya menolak menerima---, dibanjiri kasih sayang dan cinta yang amat banyak bukan hanya dari istrinya, namun juga dari keluarga perempuan itu termasuk keluarganya sendiri terutama kasih sayang Ayah yang sejak dulu selalu ia nanti-nantikan.

My life was black and white before i met her, she was the color.

Ungkapan yang pernah Jean dengar dari ponsel Haidar saat lelaki itu bermain TikTok sehabis rapat terlintas diingatannya. Dan harus Jean akui kalau ungkapan itu benar-benar tepat untuk hubungannya bersama Giselle.

Hidup Jean yang semula hitam putih, berubah menjadi berwarna setelah Giselle hadir dalam hidupnya. Dengan mudah, perempuan itu menjadi pelengkap hidupnya, melengkapi keping kekurangan Jean.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 23, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Get MarriageTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang