=
=
=
Siang ini Chania tengah terduduk di balkon kamarnya. Mark yang baru pulang pun langsung menemui Chania di kamar, entah kenapa Mark sungguh ingin cepat-cepat bertemu Chania.
"Chania?"
Chania yang tengah melamun itu pun sedikit terkejut dengan suara Mark.
"Paman kok pulang cepet?"
"Iya, aku ingin menemui mu dengan cepat. Jadinya aku pulang." Chania hanya mengangguk mengerti. "Apa yang sedang kau fikirkan, hm?"
Chania menunduk, pertanyaan Mark ini membuatnya kembali teringat tentang kejadian di kamar mandi tadi.
"Paman, Chania boleh cerita gak?"
Mark duduk di sebelah Chania. "Tentu, aku tidak pernah melarangmu Chania."
"Tadi waktu Chania cuci muka, Chania ngeliat anak kecil di cermin. Mereka perempuan, kayanya mereka bersaudara deh."
Mark mengerutkan keningnya heran. "Kau melihat hantu?"
"Chania nggak tau, tapi itu kayanya bukan hantu deh paman."
"Terus, setelah itu apa yang kau lakukan?"
"Chania pergi dari kamar mandi, tapi setelah itu Chania malah inget tragedi waktu dulu."
"Tragedi? Apa yang pernah kau alami dulu?"
"Chania waktu kecil pernah kecelakaan paman."
Mark memalingkan wajahnya. Mark teringat tentang Chandani, dia pernah menceritakan bagaimana awalnya Chandani terpisahkan dengan sang adik.
"Chania di obati ayah dan ibu. Tapi Chania nggak inget sama mereka. Chania cuma inget tragedi itu aja, bahkan Chania nggak inget bahwa Jisung itu adik Chania. Jahat banget ya Chania." Mark kembali melirik kearah Chania.
"Musibah itu tidak ada yang tahu Chania. Jangan terlalu difikirkan ya? Yang terpenting sekarang, kau sehat dan selamat."
Chania menunduk. "Paman."
"Ya? Ceritalah, aku akan mendengarnya."
Chania memainkan ujung bajunya sembari menunduk. "Chania mau ke taman."
"Mau kapan hm?"
"Sekarang, tapi kalau paman nggak bisa dan nggak mau, Chania nggak bakalan ngebantah kok."
"Kata siapa? Ayo kita taman sekarang juga."
•••
"Aku menculiknya saat akan dilarikan kedalam ICU. Aku sempat menemui pelaku kecelakaan itu, dan mereka mengawasi Chandani dengan ketat padahal Chania sangat dibutuhkan perhatiannya. Aku membawanya ke Thailand dan aku melakukan oprasi pada bagian wajahnya. Dokter bilang bawah Chania kehilangan ingatannya, dan itu adalah faktor utama kenapa Chania mengalami Littel Prince sindrom, selama ini aku berusaha untuk mendidik Chania sebagai anak yang mandiri, dengan harapan Chania sembuh dari littel prince sindrom tersebut" Penuturan dari Pria itu cukup membuat wanita bermarga Lee menangis.
Chania harus melakukan operasi di bagian wajah saat dia masih kecil, dan ibu mana yang tidak menangis karena mendengar penyakit yang di alami anaknya itu pasca kecelakaan.
Eunso pun ikut menangis setelah mendengar cerita dari Jhonatan, dia menemukan dua malaikat itu dan merawatnya, ternyata kedua malaikat itu sungguh menghadapi rintangan yang sangat sulit. Eunso tidak pernah menemui keduanya setelah kejadian kecelakaan itu memisahkan si kembar.
KAMU SEDANG MEMBACA
PaMaN DuDa ||
Fantasíaduda anak satu✖️ duda anak dua✖️ duda anak tiga✔️ setelah sang istri meninggal dunia, Mark kini menjadi seorang duda beranak tiga. anak pertama berusia delapan belas tahun, anak kedua berusia tujuh belas tahun dan yang ketiga enam belas tahun. bagai...
