Pagi ini Hana telah siapa dengan seragam sekolahnya. ia segera turun untuk sarapan dan berharap sarapan kali ini sama dengan sarapan kemarin dimana ia bisa merasakan sarapan bersama orangtuanya.
Tapi ternyata kenyataannya tidak sesuai dengan ekspektasinya saat ia sampai ke ruang makan hanya ada tatanan masakan-masakan tanpa ada orang satupun. ia pun segera duduk di kursi untuk menikmati sarapannya.
"Hana Hana lain kali lo jangan berharap lebih lagi ya biar nanti ujung-ujungnya lo gak sakit kayak gini, jalanin aja sepertinya biasanya untuk apa merasakan sakit bukankah hal ini sudah biasa?" Monolognya lalu iapun segera mengambil nasi.
"Pagi non Hana udah mau sarapan ya" ucap Bi Ningsih dari arah belakangnya sambil membawa nampan berisi susu hangat.
"Pagi juga Bi Ningsih iya nih Hana mau sarapan tapi kali ini sarapan sendiri lagi, ayah dan ibu sudah berangkat ya bi" Ucapnya pada Bi Ningsih.
"Iya non nyonya berangkat pagi-pagi sekali tadi sedangkan tuan sepertinya tidak pulang, karena sedari tadi malam nyonya pulang saya sama sekali tidak melihat tuan" Ucap bi Ningsih kepada anak majikannya ini karena saat semalam nyonya nya pulang ia pulang seorang diri tidak dengan suaminya. Entah kemanan majikannya itu pergi bi Ningsih juga tidak tahu.
"Loh ayah gak pulang?" Tanya Hana pada bi Ningsih.
"Iya non bibi juga kurang tau tuan pergi ke mana" Ucap Bi Ningsih lagi iapun segera berpamitan untuk melaksanakan tugasnya bersih-bersih tapi malah di tahan oleh Hana dan ia memintanya untuk sarapan bersama.
"Yasudah kalau begitu bibi ke belakang ya non mau lanjutin bersih-bersih" ucapnya pada Hana.
"Jangan bi nanti aja bersih-bersih sekarang bibi temani Hana sarapan dulu" Ucap Hana.
"Gausah non saya sarapan di belakang aja nanti" Ucap Bi Ningsih menolak ajakan Hana.
"Ayolah bi masak bibi ga kasian Hana pagi ini sarapan sendiri loh bi gak kayak kemaren kalo kemaren kan ditemenin ayah sama ibu meski cuman sekali" Ucapnya dengan nada memohon agar bi Ningsih mau menemaninya sarapan.
karena tidak tega dan juga karena paksaan Hana akhirnya bi Ningsih mau untuk sarapan bersama anak majikannya ini. ia akui Hana memanglah anak yang baik dan juga tidak pernah membeda-bedakan orang karena sedari dulu Hana sudah sering mengajaknya makan bersama bahkan terkadang anak majikannya ini rela makan di dapur dengannya.
Selesai sarapan Hana pun segera pamit kepada bi Ningsih untuk segera pergi ke sekolah. Sesampainya di sekolah ia segera pergi ke kelas karena sebentar lagi bel akan berbunyi.
Dikarenakan hari ini adalah mapel olahraga para siswa segera berganti pakaian dengan kaos olahraga begitu juga dengan Hana dan sahabatnya.
"Eh katanya kita di jadiin satu sama kelas IPS soalnya guru olahraga kelas IPS lagi berhalangan hadir" Ucap Lestari pada Hana dan Pertiwi.
"Loh emang selalu barengan ya olahraganya?" Tanya hana yang notabenya adalah murid baru di sekolah ini.
"iya Han emang barengan tapi jamnya ga sama biasanya kita jam pertama setelah itu baru kelas IPS" Ucap Pertiwi menjelaskan kepada Hana dan Hana hanya mengangguk.
Ternyata benar ucapan Lestari ketua kelas 12 MIPA mengumumkan agar mereka segera berkumpul di lapangan dan akan melaksanakan olahraga bersama kelas 12 IPS. mereka pun segera menuju ke lapangan olahraga.
Sesampainya disana ternyata benar anak-anak IPS juga sudah berkumpul di lapangan ini guru olahraga pun datang dan pelajaran olahraga kali ini dimulai dengan pemanasan yang dipimpin oleh Pak Arif selaku guru olahraga MIPA dan juga Nugraha yang membantu Pak Haris mencontohkan gerakan pemanasan olahraga pada teman-temannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Life Is Fair
Teen FictionGadis cantik dengan segudang lukanya, hidup yang penuh dengan jalan terjal, pendakian,bebatuan entah kebahagiaan apa di ujung sana hingga jalannya harus sesulit ini. Hidup itu adil? ya tentu saja hidup itu adil bagi setiap manusia yang selalu bersyu...
