Pukul 14:30 Hana sudah sampai di rumahnya. pulang sekolah kali ini ia memilih untuk langsung pulang karena ia tidak sabar ingin segera membuka oleh-oleh pemberian orang tuanya.
Ia pun segera pergi ke kamar dan membersihkan diri terlebih dahulu setelah itu baru ia akan membuka oleh-olehnya.
"Nah ini dia oleh-olehnya ayo kita buka" Ucapnya sambil mengambil paper bag di meja belajarnya dan membawanya ke tempat tidur.
"Ayo Hana kita buka oleh-oleh yang sangat spesial ini" Monolognya sambil membuka paper bag abu-abu yang paling besar di antara yang lain.
Setelah ia buka ternyata di dalam sana ada gaun cantik berwarna merah jambu lengkap dengan sedikit taburan manik-manik dibagian dada.
"Wah gaunnya cantik banget pasti ibu yang memilih gaun ini untuk Hana" Ucapnya sambil memandangi gaun merah jambu itu.
Setelah itu ia membuka paper yang kedua yaitu paper bag hitam berukuran sedang.
"Kalau di paper bag abu-abu isinya gaun kira-kira di paper bag hitam ini isi apa ya" Monolognya dan iapun segera membuka paper bag itu.
Ketika ia buka ternyata isi dari paper bag itu adalah sepatu sneakers putih polos dan satu tas pinggang mini yang juga berwarna putih.
"Wah isinya gak kalah bagus seperti memang sudah dipilih agar cocok jika dipakai dengan gaun merah jambu yang tadi" Ucapnya lagi.
Kemudian yang terakhir ia membuka paper bag mini berwarna biru langit dan ternyata isinya adalah kalung yang sangat indah dengan permata putih sebagai mainannya.
"Ya ampun ini beneran ayah sama ibu gak salah ngasih kan? ini beneran kalung permata" Ucapnya sambil membolak-balikkan kalung itu.
"Ternyata bener ini permata asli dan ini lebih bagus dari kalung yang Hana beli sendiri, pokoknya Hana harus jaga kalung ini karena ini kalung pertama pemberian orang tua Hana" Ucapnya dengan ekspresi yang senang.
Ia pun membawa gaun sepatu beserta tas mini tadi ke ruang ganti karena ia akan mencoba pakaian pemberian orang tuanya dan setelah ia coba ternyata semua pemberian orang tuanya pas dengan tubuhnya.
"Ternyata semuanya pas andai Hana sedari dulu selalu mendapatkan hal seperti ini, semua gaun yang Hana beli kalah bagus dengan gaun ini apa karena ini pilihan orang tua makanya jadi bagus. Pantes pas Hana beli sendiri gak sebagus ini ternyata gaada ibu sama ayah yang bantu milihin" Ucapnya sambil memandangi dirinya di pantulan kaca.
"Oh iya ulang tahun sweet seventeen Hana kan sudah hampir, Hana bakalan pakai baju ini di acara ulang tahun aja" Ucapnya karena memang dua bulan lagi adalah bulan kelahirannya.
Ia pun segera masuk ke kamar ganti untuk mengganti pakaiannya yang semula dan tak lupa juga ia membereskan barang-barang pemberian orang tuanya dan menaruhnya di lemari.
"Nah udah beres semua untuk kalungnya juga sudah di taruh di kotak perhiasan sekarang tinggal rebahan aja" Ucapnya sambil merebahkan diri di kasurnya.
Hampir saja ia terlelap tapi tiba-tiba notifikasi telfonnya berbunyi itu artinya ada pesan baru masuk dan iapun segera membuka telfonnya.
Setelah ia buka ternyata ada satu notifikasi dari whatsApp setelah ia buka ternyata itu pesan dari Nugraha yang meminta agar dia mengesave nomornya.
+62xxxxxxxxxx
Han save nomor gue
Nugraha
Anda
Oke okee
Nugraha
Lagi ngapain Han?
Anda
Lagi rebahan aja
Nugraha
Gak keluar?
KAMU SEDANG MEMBACA
Life Is Fair
Teen FictionGadis cantik dengan segudang lukanya, hidup yang penuh dengan jalan terjal, pendakian,bebatuan entah kebahagiaan apa di ujung sana hingga jalannya harus sesulit ini. Hidup itu adil? ya tentu saja hidup itu adil bagi setiap manusia yang selalu bersyu...
