Tak terasa sudah dua minggu berlalu dan kini hubungan antara Nugraha dan juga hana semakin dekat terkadang keduanya mengerjakan tugas bersama meski kelas mereka berbeda, pulang sekolah bersama, pergi ke toko buku dan masih banyak hal lagi.
Begitupun dengan hubungan persahabatan antara dia dengan Pertiwi dan Lestari mereka sudah seperti tiga anak kembar yang selalu bersama.
Lain halnya dengan hubungan bersama temannya hubungan Hana dengan keluarganya seperti kini semakin merenggang. ayah ibunya yang terkadang pulang pergi ke luar kota bahkan jika tidak keluar kota mereka akan sibuk bekerja hingga larut malam. akan tetapi Hana sudah tidak mempermasalahkan hal itu meski di hati kecilnya ia juga ingin mempunyai keluarga yang hangat s seperti orang lain.
Malam ini rencananya ia akan pergi bersama Nugraha karena Nugraha mengajaknya pergi ke pasar malam dan ia menyetujui ajakan Nugraha.
ia sempat mengajak kedua sahabatnya tapi mereka menolak karena katanya biarlah hanya Hana dan Nugraha saja yang pergi ke pasar malam anggap saja sedang berkencan.
Hana sudah siap dan sedang menunggu kedatangan Nugraha untuk menjemputnya karena cowok itu bilang dia sudah dalam perjalanan menuju ke rumah Hana.
Ternyata benar tidak sampai menunggu lama Nugraha telah sampai di rumahnya ia mengajak Nugraha agar masuk terlebih dahulu tapi cowok itu menolaknha dan malah bertanya dimana orang tua Hana katanya ia akan izin terlebih dahulu untuk membawa Hana pergi.
"Nu lo gak mau mampir dulu" Ucapnya pada Nugraha.
"Gausah Na lain kali aja, oh iya orang tua lo ada gak? gue mau izin kalau mau bawa anak gadisnya pergi" Ucapnya kepada Hana.
"Orang tua gue lagi gaada di rumah lagi ada acara di luar" Ucap Hana kepada Nugraha ia terpaksa berbohong karena memang selama ini ia tidak pernah menceritakan kondisi keluarganya kepada siapapun.
"Oh yaudah kalo gitu tapi lo udah izin kan buat pergi sama gue malam ini, soalnya kata ibu gue disuruh izin dulu kalau mau ngajak lo jalan" Ucapnya sambil memandangi Hana yang terlihat sangat cantik seperti biasanya apalagi ditambah kulit putihnya yang terkena pancaran sinar rembulan.
"Lo bilang sama ibu lo kalau mau pergi sama gue malam ini?" Tanya Hana pada Nugraha.
"Iya gue bilang dan ibu nyuruh lo kapan-kapan main kerumah" Ucapnya pada Hana.
"Yaudah kapan-kapan aja ya tapi gue gak janji" Ucapnya pada Nugraha seperti kapan-kapan ia akan pergi ke rumah Nugraha seperti apa yang ibu cowok itu suruh.
Akhirnya mereka pun berangkat menuju ke pasar malam sesekali mereka mengobrol dan sesekali juga bercanda bersama.
Sesampainya di pasar malam ternyata tempat itu sudah sangat ramai pengunjung Hana sendiri yang baru pertama kali pergi ke pasar malam merasa sangat senang karena ia dapat merasakan hal ini meski dengan Nugraha tidak dengan orang tuanya.
"Wah rame banget ya Nu" Ucapnya menatap kagum pada banyaknya kerumunan orang yang sedang bersenang-senang di depan sana. Nugraha pun yang melihat itu menjadi gemas pada Hana apa pun ia baru pertama kali pergi ke pasar malam.
"Iya Na rame banget, lo baru pertama kali ya pergi ke pasar malam" Ucapnya pada Hana.
"Iya ini pengalaman pertama kali gue ke pasar malam bareng lo" Ucap Hana padanya.
"Iyyalah secara kan lo anak orang kaya ga mungkin diajak mainnya ke pasar malam pasti ke mal-mal besar mainnya, kalau gue udah biasa dari kecil diajak ke pasar malam sama orang tua gue" Ucap Nugraha
"Lo beruntung Nu bisa ngerasain hal gak bisa gue dapetin sejak dulu karena menurut gue waktu lebih berharga daripada uang" Ucap Han sambil melihat ke arah depan sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Life Is Fair
Novela JuvenilGadis cantik dengan segudang lukanya, hidup yang penuh dengan jalan terjal, pendakian,bebatuan entah kebahagiaan apa di ujung sana hingga jalannya harus sesulit ini. Hidup itu adil? ya tentu saja hidup itu adil bagi setiap manusia yang selalu bersyu...
