Sesampainya di rumah Nugraha ia segera mengajak Hana masuk ke dalam rumahnya untuk menemui ibunya dan ternyata perempuan itu sudah menunggu kedatangan keduanya di ruang tamu.
"Assalamu'alaikum tante" Ucapnya pada Ibu Nugraha yang sedang duduk di ruang tamu dan akhirnya perempuan itu menyambut Hana dan Nugraha yang baru sampai.
"Waalaikumsalam salam" Ucapnya mereka berdua pun menyalami Rosa yang tak lain adalah ibu Nugraha menurut Hana perempuan itu sepertinya seumuran dengan ibunya.
"Ini tante saya bawa buah buat tante" Ucapnya sambil menyerahkan buah yang tadi ia beli bersama Nugraha dan diterima oleh baik dengan perempuan itu.
"Makasih ya Hana sudah repot-repot bawa buah segala" Ucapnya sambil tersenyum kepada Hana.
"Iya tante sama-sama gak repot sama sekali kok" Ucap Hana lagi dan ibu Nugraha pun menyuruh mereka berdua untuk segera duduk terlebih dahulu sedangkan ia segera pergi ke belakang untuk membuatkan Hana minum.
Perempuan itupun kembali ke ruang tamu sambil membawa dua gelas sirup manis dan juga satu toples makanan kering. ia juga mempersilahkan Hana untuk mencoba minuman yang ia buat.
"Silahkan minumannya nak" Ucapnya pada Hana dan Hanapun segera meminum minuman yang ibu Nugraha buatkan.
"Oh iya bu Reza kemana?" Tanya Nugraha pada ibunya.
"Ada di kamarnya adikmu itu sudah dari tadi tidur siang sana kamu bangunkan dan suruh ia segera mandi lalu setelah itu suruh dia turun untuk makan" Ucapnya pada Nugraha dan Nugraha pun segera melaksanakan apa yang ibunya perintah.
Setelah Nugraha pergi hanya ada Hana dan Rosa yang merupakan ibu dari Nugraha di ruang tamu ini kedua perempuan itu mengobrol bersama bahkan keduanya juga sesekali membahas Nugraha.
"Asal kamu tahu ya Hana Nugraha itu sering menceritakan kamu kepada tante katanya kamu itu cantik baik hati terus juga meski kamu dari anak orang kaya tapi kamu gak pernah sombong dan gak pernah milih-milih teman" Ucapnya kepada Hana.
"Nugraha beneran bilang gitu tante" Tanya Hana padanya.
"Iya setiap dia pergi bersama kamu pasti setelah datang dia selalu bercerita tentang apa saja yang sudah kalian lakukan, kalian pergi ke mana, oh iya waktu kamu dibully Nugraha juga cerita ke tante bahkan dia juga sempat menangis katanya dia sudah gagal menjaga kamu" Ucapnya pada Hana.
"Iya tante waktu itu dia juga menangis saat menemani Hana di UKS" Ucapnya pada Rosa.
"Anak itu memang selalu saja begitu jika melihat orang yang dia sayang terluka dia pasti mudah menangis" Ucapnya sambil tersenyum kepada Hana.
"Oh iya tante foto itu foto waktu tante masih muda ya" Ucapnya karena ia tak sengaja melihat bingkai foto yang berisikan dua orang pemuda yang sedang tersenyum di dalamnya dan kebetulan bingkai foto itu berada di meja pojok di samping Hana.
"Iya itu foto tante dan almarhum ayah Nugraha waktu masih jaman kuliah dulu" Ucapnya pada Hana sambil mengingat momen-momen yang menyimpan banyak kenangan pada masa kuliahnya dulu.
"Maaf ya tante gara-gara Hana tante jadi sedih" Ucapnya merasa bersalah kepada ibu Nugraha.
"Tidak apa-apa Nugraha pasti sudah menceritakannya kepada kamu kan, ayah Nugraha meninggalkan waktu dia masih SMP dan saat adiknya masih berumur satu tahun karena mengalami kecelakaan saat akan menjemput Nugraha pulang sekolah. waktu itu tante benar-benar terpukul saat tau suami tante mengalami kecelakaan dan meninggal saat di rumah sakit" Ucapnya pada Hana.
"Tapi tante hebat sudah berhasil kuat sampai sekarang" Ucap Hana sambil tersenyum ke arah Rosa.
"Iya nak karena ada kalanya kita memang harus ikhlas menjalani hidup sesuai dengan alur takdir dari tuhan dan terkadang ikhlas memang menjadi ending terbaik untuk menyikapi takdir yang sudah tidak bisa di ubah" Ucap perempuan itu dan Hana menyetujui apa yang ibu Nugraha ini katakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Life Is Fair
Teen FictionGadis cantik dengan segudang lukanya, hidup yang penuh dengan jalan terjal, pendakian,bebatuan entah kebahagiaan apa di ujung sana hingga jalannya harus sesulit ini. Hidup itu adil? ya tentu saja hidup itu adil bagi setiap manusia yang selalu bersyu...
