Sesampainya di depan kamar Nugraha gadis itu segera membuka pintu dengan perlahan agar tidak menggangu Nugraha yang sedang beristirahat dan ia segera menghampiri Nugraha yang berbaring di ranjangnya dan pintu yang ia buka tadi tidak ia tutup kembali.
Cowok itu memejamkan matanya dan Hana yang penasaran segera menyentuh kening cowok itu yang ternyata hangat dan tiba-tiba saja Nugraha berbicara karena ia kira yang menyentuh keningnya tadi adalah ibunya.
"Bu Nugraha dingin" Ucapnya dengan suara yang sangat pelan bahkan cowok itu tetap memejamkan matanya. Hana yang mendengar hal itu segera menarik selimut yang Nugraha pakai dan menyelimuti cowok itu hingga sampai ke lehernya.
Ia pun duduk di pinggir tempat tidur Nugraha dan ia juga sesekali mengusap rambut cowok itu Nugraha yang merasakan ada usapan di kepalanya terbangun dan setelah ia membuka mata ternyata orang itu adalah Hana yang ia kira ibunya.
"Na kok lo ada disini sejak kapan" Ucapnya pada Hana yang tepat berada di sampingnya.
"Sejak tadi bahkan orang yang lo sebut ibu itu gue" Ucapnya pada Nugraha sambil tersenyum.
"Ibu kemana Na" Ucap Nugraha lagi pada Hana.
"Ibu lo pergi jemput Reza bareng Lestari dan dia yang nyuruh gue buat ngejagain lo" Ucapnya pada Nugraha dan cowok itu hanya mengangguk.
"Gue dingin Na kepala gue juga pusing" Ucapnya kepada Hana dan Hana yang mendengar itupun menjadi tidak tega kepada Nugraha. Biasanya cowok itu yang selalu menghibur tapi kali ini ia malah harus melihat Nugraha yang terbaring lemah tidak seperti biasanya.
"Gue tutup pintunya sedikit ya biar anginnya ga tambah masuk" Ucap dan diangguki oleh Nugraha dan Hana pun segera menutup pintu dan hanya membukanya sedikit saja.
"Lo istirahat lagi aja biar cepet sembuh terus lo bisa sekolah dan jalan-jalan bareng gue lagi" Ucapnya pada Nugraha tapi cowok itu tidak mau.
"Nggak Na gue dari tadi udah istirahat tapi pusingnya tetap gak hilang" Ucapnya sambil merengek pada Hana dan Hana yang mendengar hal itu menjadi gemas ternyata Nugraha juga bisa manja seperti anak kecil.
"Yaudah gue pijitin pelan-pelan ya kepala siapa tahu nanti pusingnya hilang" Ucapnya dan cowok itu mengangguk ia pun segera memijit pelan kepala Nugraha karena jika ia sakit dan pusing bi Ningsih biasanya melakukan hal ini dan membuat pusingnya sedikit mereda.
"Oh iya lo udah makan gak Nu" Ucapnya pada Nugraha dan cowok itu menggeleng.
"Nggak Na gue belum makan gaenak banget Na mau muntah kalau dibawa makan" Ucapnya pada Hana.
"Lo harus makan lah biar nanti cepet sembuh kalau lo makin gak makan nanti malah ga cepet sembuh Nu" Ucapnya pada Nugraha.
"Iya nanti gue makan tapi nunggu ibu dateng terus lo yang suapin gue ya Na" Ucapnya pada Hana dan Hana pun mengiyakan permintaan cowok itu.
"Gue minta maaf ya Nu gara-gara lo nurutin permintaan gue buat terobos hujan lo jadi sakit kayak gini coba aja gue nurut sama lo buat neduh aja pasti lo ga bakalan sakit" Ucap Hana yang merasa bersalah kepadanya.
"Ngga Na ini bukan salah lo kok lagian hue juga ga bilang kan kalau gue gabisa kena hujan lama-lama, mending gue yang sakit Na terus diurus sama lo daripada lo yang sakit dan gue belum tentu bisa ngurus lo" Ucapnya pada Hana dan Hana tertawa bahkan disaat sakit saja cowok itu masih bisa membuatnya bahagia seperti ini.
"Lo bisa aja Nu lebih baik gaada yang sakit" Ucap Hana pada Nugraha.
"Gue gapapa kok sakit terus asal diurus sama lo kayak gini" Ucapnya lagi sambil tertawa pelan.
"Jangan bilang gitu Nu" Ucapnya pada Nugraha dan tiba-tiba ada seseorang yang masuk ke kamar itu dan ternyata itu adalah Lestari dan juga Rosa yang baru saja datang menjemput Reza dan mereka berdua pun menyaksikan Hana uang sedang memijat kepala Nugraha dengan pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Life Is Fair
Teen FictionGadis cantik dengan segudang lukanya, hidup yang penuh dengan jalan terjal, pendakian,bebatuan entah kebahagiaan apa di ujung sana hingga jalannya harus sesulit ini. Hidup itu adil? ya tentu saja hidup itu adil bagi setiap manusia yang selalu bersyu...
