Pagi ini Hana telah siap dengan seragam sekolahnya dan ia segera turun ke bawah menuju meja makan untuk melaksanakan sarapan. Seperti pada hari-hari biasanya ia hanya seorang diri di meja makan yang besar dan megah ini karena mungkin saja kedua orang tuanya sudah berangkat ke kantor. Akan tetapi Hana sudah tidak lagi mempermasalahkan hal itu ia sudah menerima dan akan menjalani apapun yang terjadi toh dari dulu ia memang sudah kehilangan peran dari kedua orang tuanya.
Setelah selesai sarapan ia segera berpamitan untuk pergi ke sekolah pada Bi Ningsih yang merupakan pembantu di rumah itu dan perempuan itu juga yang selalu menemani dan mengurusnya sejak kecil maka tak heran jika Hana sudah sangat akrab dengannya.
Sesampainya do sekolah ia segera menuju ke kelasnya akan tetapi gadis itu terlebih dahulu mampir ke kelas Nugraha yang berada di samping kelasnya dan ternyata cowok itu tidak ada. Ia pun memutuskan untuk segera pergi ke kelasnya dan menanyakan Nugraha pada Lestari.
"Pagi guys" Ucapnya pada Lestari dan Pertiwi.
"Pagi juga Na" Ucap mereka bergantian pada Hana yang sedang menaruh tasnya di meja dan mulai duduk bergabung bersama mereka berdua.
"Oh iya Tar lo tau gak Nugraha kemana biasanya jam segini dia udah dateng tapi tadi gue samperin ke kelasnya dia gaada atau mungkin dia lagi di kantin ya" Ucap Hana pada mereka berdua terutama kepada Lestari.
"Nugraha biasanya gak pernah ke kantin pagi-pagi mungkin dia gak masuk kali" Ucap Lestari pada Hana.
"Iya bener kata Lestari dia gak pernah ke kantin pagi-pagi" Ucap Pertiwi yang juga ikut nimbrung.
"Lo gak nyoba ngechat atau nelfon dia" Ucap Lestari lagi.
"Udah Tar udah gue chat tapi WAnya gak online sama sekali apa jangan-jangan dia gak enak badan ya makanya gak masuk hari ini soalnya dia kan kemaren kehujanan waktu pulang dari toko mainan bareng gue terus dia juga kehujanan dari rumah gua sampai ke rumahnya" Ucap Hana lagi kepada mereka berdua.
"Yaudah nanti gue coba telfon tante Rosa ya gue ada nomernya kok" Ucap Lestari dan diangguki oleh Hana dan mereka bertiga pun segera mengikuti mata pelajaran hari ini karena bel masuk sudah berbunyi dan guru yang akan mengisi mapel hari ini juga sudah hadir di kelas mereka.
Pelajaran berlangsung dengan lancar dan tertib saat bel istirahat berbunyi mereka bertiga pun segera pergi ke kantin akan tetapi mereka akan mampir terlebih dahulu ke kelas Nugraha karena Hana yang dari tadi mengkhawatirkan cowok itu.
Sesampainya di kelas Nugraha Hana bertanya pada salah murid disana dan ternyata benar Nugraha hari ini tidak masuk tanpa keterangan dan akhirnya mereka bertiga pun segera menuju ke kantin dan akan menelfon ibunya Nugraha nanti di kantin.
"Tar mana gue pinjam telfon lo buat hubungin tante Rosa atau lo kirim aja nomer dia ke gue" Ucap Hana saat mereka baru sampai di kantin.
"Sabar Han lo khawatir banget ya sama Nugraha sampe segitunya" Ucap Pertiwi yang sengaja ingin meledek Hana.
"Gimana gak khawatir kemarin dia kehujanan bareng gue terus juga jaket yang dia pakai di kasih ke gue kalau dia beneran jadi sakit kan gua jadi ngerasa bersalah" Ucap Hana pada mereka berdua.
"Udah Han ini lo telfon ibunya Nugraha pakai telfon gue" Ucap Lestari sambil memberikan telfonnya pada Hana agar ia segera menelfon ibu Nugraha untuk menanyakan kabar Nugraha.
Tak menunggu begitu lama ternyata panggilannya di angkat oleh ibu Nugraha.
"Halo Tari ada apa?" Tanya perempuan itu di sebrang telfon sana.
"Assalamu'alaikum tante in Hana tante bukan Lestari" Ucap Hana kemudian.
"Waalaikumsalam loh Hana ternyata ada apa sayang kok tumben nelfon tante" Ucap perempuan itu pada Hana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Life Is Fair
Fiksi RemajaGadis cantik dengan segudang lukanya, hidup yang penuh dengan jalan terjal, pendakian,bebatuan entah kebahagiaan apa di ujung sana hingga jalannya harus sesulit ini. Hidup itu adil? ya tentu saja hidup itu adil bagi setiap manusia yang selalu bersyu...
