Twenty Three. danau dan cita-cita?

1 0 0
                                        

Pulang sekolah kali ini Hana akan pergi bersama Nugraha ke toko buku untuk membeli beberapa buku tentang psikolog dan beberapa buku untuk keperluan sekolahnya. mereka pun segera pergi ke toko buku bersama dan kebetulan juga mereka memiliki hobi yang sama yaitu membaca.

Sesampainya di toko buku mereka segera memilih buku-buku yang akan mereka beli lalu setelah itu mereka segera membayarnya dan segera pergi.

Rencananya setelah dari toko buku keduanya akan pergi ke salah satu danau yang ada di kota ini dan itupun atas usulan dari Nugraha.

Sebelum mereka menuju ke danau mereka mampir ke Alfamart terlebih dahulu untuk membeli beberapa makanan ringan dan juga beberapa minuman untuk mereka makan disana nantinya.

"Nu kita beli apalagi ya" Ucap Hana pada Nugraha setelah selesai berbelanja di Alfamart.

"Gimana kalau kita beli jajanan aja Na" Ucap Nugraha dan disetujui oleh Hana.

Merekapun segera berjalan menuju danau dan sesekali berhenti di pinggir jalan jika ada jajanan yang menurut mereka cocok untuk mereka bawa dan makan di sana nantinya

Sesampainya di danau ternyata tempat itu tidak terlalu rame mungkin karena ini masih waktunya jam kerja hanya ada beberapa anak muda seusia mereka yang juga sedang berada di danau ini. Ini baru pengalaman pertama Hana pergi ke danau dan tentunya gadis itu sangat senang apalagi danau ini yang terlihat begitu sangat indah di sore ini.

Mereka segera menggelar karpet yang tadi mereka beli dan mereka juga menata beberapa snack, jajanan dan juga minuman dam rencananya mereka akan menikmati sunset di danau ini.

"Nu indah banget ya danaunya" Ucap Hana pada Nugraha.

"Iya Na danau ini danau yang sering gue kunjungi dulu bareng ayah sama ibu, gue kira sekarang udah beda ternyata masih sama seperti dulu" Ucapnya pada Hana.

"Lo tau gak Nu ini kali pertamanya gue pergi ke danau dan bareng lo, emang ya lo selalu bisa bikin gue bahagia" Ucapnya pada Nugraha sambil memandangi hamparan danau indah di depan sana.

"Kalau emang bersama gue bisa buat lo bahagia berarti kita harus sama-sama terus Na biar lo selalu bahagia" Ucap Nugraha sambil memandangi Hana dari samping.

"Iya Nu semoga kali ini takdir berpihak pada kita ya bukan hanya sementara kita bersama tapi semoga saja seterusnya sampai nanti" Ucap Hana lagi dan diangguki oleh Nugraha.

Merekapun menikmati pemandangan danau dam sesekali mereka juga memakan snack dan juga jajanan yang mereka bawa sambil sesekali mengobrol.

"Lo suka beli buku tentang psikolog pasti cita-cita  lo mau jadi psikolog ya Na" Ucapnya pada Hana.

"Iya Nu gue pengen jadi psikolog, lo sendiri selalu beli buku tentang hukum lo pasti mau jadi pengacara atau mungkin hakim" Ucapnya pada Nugraha dan ucapan gadis itu benar Nugraha bercita-cita ingin menjadi pengacara.

"Iya Na lo benar gue pengen jadi pengacara supaya gue bisa menegakkan keadilan buat orang-orang, kalo alasan lo mau jadi psikolog kenapa" Ucapnya pada Hana.

"Supaya gue bisa nyembuhin mereka yang punya gangguan mental atau sakit mental Nu, karena menurut gue kesehatan mental seseorang itu sangat penting dan mereka di luaran sana yang punya penyakit mental juga berhak sembuh dan bahagia" Ucapnya pada Nugraha.

"Semoga lo bisa wujudkan cita-cita lo itu ya Na" Ucapnya pada Hana.

"Lo juga ya Nu dan kalo bisa gue mau wujudkan cita-cita gue ditemani sama lo" Ucapnya sambil memandangi cowok itu dan Nugraha mengangguk sambil tersenyum kepada Hana.

"Iya Na kita wujudkan cita-cita kita bareng-bareng ya Na" Ucapnya pada Hana.

"Gak kerasa tiga bulan lagi kita udah melaksanakan ujian kelulusan" Ucapnya pada Hana karena memang tiga bulan lagi ujian kelulusan mereka akan segera dilaksanakan dan setelah itu mereka akan segera memasuki universitas untuk mengejar cita-cita mereka.

"Iya Nu padahal kayaknya gue baru aja pindah sekolah udah tiba-tiba hampir lulus aja" Ucapnya pada Nugraha.

"Iyalah Na orang lo pindah ke sekolah pas semester akhir untung aja lo keterima" Ucapnya pada Hana.

"Gue gak tau juga kenapa gue bisa keterima asisten ayah gue yang ngatur" Ucapnya pada Nugraha dan diangguki oleh cowok itu.

"Oh iya Na orang tua lo setuju kalau lo jadi psikolog secara kan ayah lo pemimpin perusahaan dan pasti dia bakalan minta lo buat nerusin perusahaannya kan lo juga anak tunggal" Ucapnya pada Hana karena jika bukan Hana siapa lagi yang akan meneruskan perusahaan itu.

"Belum tau Nu gue juga belum bilang tapi kalaupun cita-cita gue ga disetujui sama ayah sama ibu gue bakalan tetep perjuangin cita-cita itu dan soal perusahaan gue yakin gue bisa ngejalanin perusahaan ayah sambil ngejar cita-cita gue" Ucapnya pada Nugraha karena gadis itu sudah mempunyai tekad walaupun cita-cita ditentang oleh orang tuanya ia akan tetap memperjuangkan cita-cita itu.

"Semangat ya Na gue yakin kok lo pasti bisa"Ucapnya pada Hana.

"Semangat juga Nu" Ucapnya pada Nugraha.

Keduanya pun menikmati sunset di danau yang indah ini, Nugraha juga sesekali memotret candid gadis itu dengan ponselnya bahkan ia juga memposting salah satu hasil potretannya ke instagramnya.

@Nugrhsptra Aku kamu dan senja di danau ini♥️

Begitulah caption di postingan instagramnya dengan foto Hana yang ia foto dari belakang dan menampakkan gadis itu dan juga senja di di depan sana.

Karena hari sudah hampir gelap merekapun segera memutuskan untuk membereskan barang-barang yang mereka bawa dan setelah ini mereka akan segera pulang.

Setelah sampai di depan rumah Hana cowok itu segera berpamitan untuk pulang karena hari yang sudah gelap. setelah Nugraha sudah pergi Hanapun segera memasuki rumahnya dan seperti biasa rumah mewah itu selalu saja sepi dan seperti tidak berpenghuni.

Ia segera memutuskan untuk pergi ke kamarnya karena ia akan mandi lalu setelah itu ia akan rebahan sambil membaca buku yang ia beli tadi bersama Nugraha dan perihal keduanya orang tuanya keduanya belum pulang sampai sekarang entah kemana kedua orang tuannya itu pergi.

Ia tidak sengaja membuka Instagram dan menemukan postingan Nugraha yang tak lain adalah foto dirinya yang difoto diam-diam oleh cowok itu. ada beberapa komentar positif dan juga komentar negatif yang ia temukan di dalam kolom komentar postingan Nugraha tapi ia tidak mempermasalahkan hal itu biarlah mereka beranggapan dan berpendapat sesuai pemikiran mereka masing-masing.

Karena jam yang masih menunjukkan pukul 17:00 Hana memutuskan untuk membaca buku terlebih dahulu lalu setelah itu sepertinya ia akan malam karena bi Ningsih pasti sudah memasak dan pembantunya itu juga melihatnya pulang tadi, meski Hana atau orang tuanya tidak di rumah bi Ningsih akan tetap dan dimakan oleh ia dan pekerja lainnya dan hal itu juga Hana lah yang menyuruhnya.

___________________________________________________

Hallaw guys happy reading
Jangan lupa vote dan komennya
Tandai typo kalau ada kesalahan penulisan
Jangan lupa share sebanyak-banyaknya biar saya makin rajin nulisnya buat yang mau ngasih masukan juga gapapa

See you
Happy reading all

Life Is FairCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang