Thirty four. permintaan maaf?

1 0 0
                                        

Pagi ini Hana sudah siap dengan seragam sekolahnya dan ia akan segera pergi ke bawah untuk sarapan dan sepertinya hari-hari biasanya ia sarapan hanya seorang diri dan kedua orang tuanya sepertinya sudah berangkat.

Setelah selesai sarapan ia segera pergi menuju ke sekolah dengan diantar oleh supir dan sesampainya di sekolah ternyata Nugraha menunggu di koridor dan benar perkataan cowok itu semalam bahwa ia akan masuk hari ini.

"Pagi Nu" Ucapnya kepada Nugraha yang sedari memperhatikannya.

"Pagi juga Na" Ucap Nugraha pada Hana dan mereka berdua pun memutuskan untuk me
nuju ke kelas bersama-sama. Mereka juga sesekali mengobrol saat berjalan di koridor.

"Bener kan yang gue bilang hari ini gue masuk" Ucapnya pada Nugraha dan cowok itu juga tersenyum.

"Iyalah kalau sampai lo bohong gue bakalan marah sama lo" Ucap Hana kepada Nugraha.

"Gue gak bakalan bohongin lo kok Na" Ucapnya pada Hana lagi.

Sesampainya di kelas Hana gadis itu segera masuk ke dalam kelasnya dan menemui kedua sahabatnya sedangkan Nugraha melanjutkan langkahnya ke kelasnya.

Saat Nugraha baru masuk ke kelasnya tiba-tiba Fera beserta temannya datang menemui Nugraha dan perempuan itu ternyata minta maaf kepada Nugraha.

"Nugraha gue minta maaf atas perlakuan gue ke Hana waktu itu dan mulai sekarang gue gak bakalan ganggu hubungan kalian lagi" Ucapnya pada Nugraha.

"Bagus lah kalau lo udah sadar dan kalau lo mau minta maaf minta maaf sama Hana bukan sama gue" Ucapnya pada Fera dan setelah itu ia langsung pergi menuju ke bangkunya meninggalkan Fera yang masih diam.

Nugraha memang terkenal akan sifatnya yang dingin dan mungkin hanya kepada Hana dan kepada keluarganya ia akan menjadi Nugraha yang berbeda.

Sedangkan di kelas Hana ia dan kedua sahabatnya itu masih mengobrol bersama karena bel masuk masih belum berbunyi.

"Cie yang pagi-pagi udah di anter sama ayang" Ucap Pertiwi kepada Hana.

"Apaan sih lo Tiw" Ucap Hana pada Pertiwi.

"Iyalah bener kan nanti juga bakalan jadi ayang kok" Ucap Lestari kepada Hana.

Tak lama setelah itu bel sudah berbunyi dan mereka juga harus mengikuti mata pelajaran hari ini mereka pun segera duduk di bangku mereka masing-masing dan mengikuti pelajaran dengan baik dan tertib.

Sudah satu setengah jam mereka mengikuti pelajaran dan saat ini waktu istirahat telah tiba mereka berdua memutuskan untuk segera pergi ke kantin dan saat sampai di depan kelas mereka ternyata disana ada Nugraha yang sedang menunggu Hana.

"Pagi di anter ke kelas waktu istirahat di tungguin udah berasa kayak tuan putri yang dijaga ketat oleh prajuritnya" Ucap Lestari sambil terkekeh kepada Hana sedangkan Nugraha yang mendengar itu hanya tersenyum tipis.

"Udah yuk ke kantin" Ucap Pertiwi dan mereka pun segera ke kantin.

Sesampainya di kantin mereka berempat segera menuju ke meja yang masih kosong biasa mereka berlima dengan Arman tapi kali ini anak itu tidak pergi ke kantin karena ia mendapat hukuman membersihkan toilet karena ketahuan tidur saat jam pertama tadi.

"Eh itu bukannya Fera sama temannya ya dari tadi kayaknya ngeliatin kita deh" Ucap Lestari pada mereka.

"Eh iya tuh" Ucap Pertiwi yang juga melihat ke arah Fera. Hana yang mendengar itupun segera melihat ke arah Fera dan saat matanya bertatap dengan mata perempuan itu tak di sangka perempuan itu malah tersenyum samar kepadanya.

"Loh ngapain dia senyum ke lo Han" Ucap Lestari yang juga melihat hal itu.

"Udah lah biarin aja gapapa" Ucap Hana dan mereka pun melanjutkan makannya.

Life Is FairCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang