Hana terbangun dari tidurnya saat jam sudah menunjukkan pukul 18:00 gadis itu tertidur masih dengan menggunakan seragam sekolahnya mungkin karena ia terlalu lama menangis sehingga membuatnya tertidur. ia pun bergegas bangun dan segera mandi.
Setelah ia sudah rapi dan sedang membaca buku tiba-tiba bi Ningsih memanggilnya untuk makan malam karena kedua orang tuanya sudah menunggunya dan akhirnya ia pun segera turun untuk makan malam dan sesampainya si meja makan rumah itu ternyata orang tuanya juga sedanh makan malam dan iapun juga segera makan.
Meski kali ini ia makan malam bersama kedua orang tuanya tapi tetap saja tidak ada percakapan sama sekali antara ibu dan ayahnya yang sepertinya mereka berdua masih tetap tidak akur. saat mereka bertiga masih sibuk menikmati makan malamnya tiba-tiba ada seseorang yang datang dari luar menemui mereka dan orang itu adalah Monica.
Melisa yang melihat perempuan selingkuhan suaminya itu datang ia langsung emosi dan menghampiri perempuan itu bahkan keduanya juga adu mulut.
"Untuk apa jalang sepertimu datang ke rumahku" Ucapnya pada Monica.
"Aku datang ke sini untuk menjemput suamimu dan malam ini aku akan bermalam dengannya" Ucapnya yang membuat Melisa semakin emosi.
"Jangan mimpi kamu karena aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi" Ucap Melisa pada Monica.
"Sayangnya kamu terlalu sibuk bekerja hingga melupakan suami dan anakmu dan sepertinya aku akan lebih cocok jika menjadi istri mas Keiro karena aku yang siap 24 jam untuk menemaninya" Ucapnya pada Melisa sedangkan Hana yang mendengar hal itu hanya diam.
"Jangan ikut campur dengan urusanku aku berkerja juga untuk masa depan anakku" Ucap Melisa lagi.
"Anakmu memang berkecukupan uang tapi ia kurang kasih sayang dan jika aku berhasil menjadi ibu tirinya akan ku pastikan ia mendapatkan itu semua" Ucapnya sambil tersenyum dan ia juga sangat puas melihat Melisa yang semakin emosi dan merekapun terus melanjutkan adu mulutnya.
Keiro yang sudah muak mendengar itu semua segera menyuruh mereka diam dan membanting gelas yang berisi air ke depan keduanya dan untungnya pecahan gelas itu tidak mengenai mereka berdua.
"Diam" bentaknya sambil melempar gelas yang masih berisi air dan hal itu membuat mereka berdua menjadi diam bahkan Hana yang menyaksikan hal itu juga kaget sekaligus takut karena ia baru pertama kalinya melihat ayahnya semarah ini.
"Selingkuhan mu ini yang terlebih dahulu menyudutkan ku dan ia juga terus-menerus membuat emosi" Ucap Melisa kepada suaminya.
"Istrimu itu mas yang terlebih dahulu mengataiku jalang" Ucap Monica pada Keiro.
"Kau benar-benar jalang kan" Ucap Melisa.
"Aku bilang diam aku muak mendengar kalian yang sedari tadi adu mulut membicarakan hal yang tidak penting" Ucapnya pada mereka berdua yang sudah diam.
"Tidak penting katamu mas? kamu yang diam-diam berselingkuh di belakangku itu tidak penting kamu bilang" Ucap Melisa kepada Keiro.
"Sudah kita bicarakan kan tadi dan kamu Monica untuk apa kamu datang ke rumahku malam-malam seperti ini" Ucapnya pada mereka berdua.
"Aku datang ke sini untuk menjemputmu bukannya kamu bilang malam ini kita akan makan malam bersama" Ucapnya pada Keiro.
"Oh jadi selama ini ternyata kelakuanmu seperti ini mas? pulang pergi dengan perempuan lain sedangkan aku di luar sana sibuk bekerja" Ucapnya pada Keiro.
"Heh Melisa asal kamu tau karena sibuk mu itu yang membuat suamimu mencari kenyamanan di perempuan lain" Ucap Monica pada Melisa tapi tidak di dengar oleh perempuan itu dan ia malah semakin mencerca Keiro dengan pertanyaan.
"Bukankah kamu selama ini juga sibuk mas tapi apa pernah kamu lihat aku bersama laki-laki lain" Ucapnya lagi pada Keiro.
"Jangan pura-pura lupa aku pernah memergoki mu makan malam bersama laki-laki lain waktu itu" Ucap Keiro padanya.
"Sudah ku jelaskan laki-laki itu hanya klien ku yang mengajakku bertemu saat makan malam dan jika kamu tidak percaya sekarang juga silahkan kamu telfon dia" Ucapnya pada Keiro.
Dan mereka terus-menerus saling adu mulut bahkan sesekali Keiro juga membela Monica yang terus-menerus disalahkan oleh Melisa dan berakhir mereka bertiga pun adu mulut.
Hana yang melihat hal itu hanya diam dan menangis kenapa keluarganya bisa berantakan seperti ini dan semua itu juga karena Monica yang tadi datang dan merusak makan malam keluarganya.
"Jika kamu terus-menerus membela perempuan itu menikahlah dengannya dan ceraikan lah aku karena aku sudah muak kepada kelakuanmu selama ini" Ucap Melisa pada Keiro yang membuat laki-laki itu kaget dan Hana yang mendengar pun juga ikut kaget dan ia juga tidak mau jika kedua orangtuanya berpisah.
"Ibu tolong jangan berbicara seperti itu aku tidak ingin kalian berdua berpisah, aku selama ini sudah terima dengan perlakuan kalian yang tidak pernah mengurusku tapi tolong jangan tambah buat aku sakit dengan cara kalian berpisah" Ucapnya pada mereka berdua sambil menangis.
"Lihatlah anak malang itu yang harus menyaksikan orang tuanya bertengkar dan juga mengetahui jika ayahnya selingkuh" Ucapnya Monica pada Keiro dan Melisa.
"Tante tolong jangan memperpanas suasana dan tolong jangan rebut ayahku dan membuat mereka berdua berpisah setidaknya jika aku tidak mendapatkan kasih sayang dari mereka aku masih punya keluarga yang lengkap" Ucapnya pada Monica.
"Cepat pilih antara aku dan dia, jika kamu memang ingin menikah dengannya pilih dia lalu ceraikan aku" Ucap Melisa pada Keiro tapi Keiro malah tidak menyetujuinya.
"Tidak Melisa aku tidak akan menikahi perempuan yang sudah gonta-ganti pasangan itu aku bersamanya hanya karena ingin bermain-main" Ucap pada Melisa dan Monica yang mendengar itupun tidak terima.
"Bukankah kamu bilang akan menikahiku mas" Ucapnya pada Keiro.
"Itu dulu sebelum aku menyelidiki mu dan ternyata kamu adalah jalang yang sudah berkali-kali gonta-ganti pasangan dan aku tidak akan berpisah dengan Melisa" Ucapnya pada Monica sedangkan Melisa yang mendengar itu menjadi puas karena kali ini Keiro lebih memilihnya.
"Kau dengar sendiri bukan suamiku hanya bermain-main dengan mu lagipula ia juga tidak pernah mau menyentuhmu bukan, kamu pikir bisa dengan mudah menipu suamiku" Ucapnya pada Monica dan perempuan itu pun tidak terima.
"Sebejat-bejatnya laki-laki ia pasti akan tetap memilih perempuan yang baik untuknya bukan perempuan yang sudah berkali-kali gonta-ganti pasangan sepertimu" Ucapnya lagi. Monica yang sudah emosi ingin menampar Melisa tapi tangannya malah ditepis oleh Keiro dan laki-laki itu malah mengusirnya.
"Sudah Monica pulanglah sana dan jangan pernah lagi kamu temui aku karena aku sudah tidak mau punya hubungan lagi denganmu dan mulai saat ini kita sudah tidak ada hubungan lagi" Ucapnya pada Monica.
"Tapi mas" Ucap Monica tapi malah dipotong oleh Keiro.
"Aku bilang pulang dan jangan pernah menemui ku lagi"Bentaknya pada Monica dan Monica pun segera pulang.
Hana yang mendengar orang tuanya tidak jadi berpisah dan ayahnya yang juga memutuskan hubungan dengan perempuan itu membuatnya sedikit lega setidaknya ia tidak akan melihat orang tuanya berpisah meski nanti keduanya akan sibuk bekerja dan tidak mengurusnya.
"Ayah ibu apapun alasannya itu terimakasih sudah tidak bercerai dan kalian memilih untuk tetap bersama dan semoga hal ini tidak akan terulang lagi untuk kedepannya" Ucapnya lalu setelah itu ia segera bergegas pergi menuju ke kamarnya meninggalkan dua orang itu.
Saat sampai di kamarnya ia segera berbaring dan ia akan beristirahat karena ia sudah capek apalagi dengan semua hal yang ia alami hari ini dan untungnya keduanya orang tuanya itu tidak jadi berpisah. Ia harus segera istirahat karena besok pagi ia harus sekolah meski mungkin saat sampai di sekolah kedua sahabatnya akan menanyakan perihal matanya yang bengkak.
___________________________________________________
Hallaw guys happy reading
Jangan lupa vote dan komennya
Tandai typo kalau ada kesalahan penulisan
Jangan lupa share sebanyak-banyaknya biar saya makin rajin nulisnya buat yang mau ngasih masukan juga gapapa
See you
Happy reading all
KAMU SEDANG MEMBACA
Life Is Fair
JugendliteraturGadis cantik dengan segudang lukanya, hidup yang penuh dengan jalan terjal, pendakian,bebatuan entah kebahagiaan apa di ujung sana hingga jalannya harus sesulit ini. Hidup itu adil? ya tentu saja hidup itu adil bagi setiap manusia yang selalu bersyu...
