Sudah setengah babak final berlalu dan sepertinya turnamen kali akan dimenangkan oleh tim basket dari SMA Cakar Langit.
karena Hana ingin pergi ke toilet iapun segera berpamitan kepada sahabatnya untuk pergi ke toilet terlebih dahulu awalnya Lestari ingin mengantarnya tapi cewek itu menolaknya karena katanya ia akan pergi ke toilet sendiri saja agar ia tidak merepotkan sahabatnya yang sedang menonton turnamen.
"Eh gue pergi ke toilet bentar ya" Ucapnya pada Lestari dan Pertiwi.
"Gue anter ya Han" Ucap Lestari bermaksud ingin mengantar Hana untuk pergi ke toilet.
"Gak usah gue sendiri aja kalian lanjutin aja nonton basketnya lagian gue juga cuman sebentar kok" Ucapnya pada Lestari dan Pertiwi.
"Yaudah jangan lama-lama ya Han nanti kalo lo lama kita susul" Ucap Pertiwi dan diangguki oleh Hana.
Gadis itupun segera pergi menuju ke toilet sedangkan Fera dan teman-temannya yang melihat Hana pergi dan berpisah dari sahabatnya merekapun segera mengikuti Hana karena mereka pikir ini akan menjadi kesempatan yang bagus untuk mereka memberi pelajaran kepada Hana pasalnya tidak ada sahabatnya dan juga tidak ada Nugraha yang akan melindunginya.
Setelah menyelesaikan urusannya di toilet Hana ingin segera kembali ke lapangan untuk melanjutkan menonton turnamen basket bersama para sahabatnya akan tetapi saat sampai di ujung koridor ada dua orang yang menariknya dan satu orang lagi yang membekap mulutnya dan iapun tidak bisa berteriak untuk meminta pertolongan.
Tiga orang yang tadi membawa hana mereka tak lain adalah Fera dan teman-temannya mereka membawa Hana ke toilet rusak yang berada di samping gudang dan jarang sekali ada siswa yang lewat di tempat itu kecuali siswa yang akan bolos yang hanya lewat di tempat itu.
Sesampainya di sana mereka segera menyeret Hana ke dalam toilet itu sedangkan Rara berada di depan toilet untuk berjaga-jaga dan untuk memastikan tidak ada siswa yang melihat aksi mereka bertiga sedangkan di dalam sana Fera sedang memberi pelajaran pada gadis itu.
"Heh cewek kcentilan berani-beraninya lo deketin Nugraha, asal lo tau ya disekolah ini yang boleh deketin Nugraha itu cuman gue" Ucapnya pada Hana sambil menarik kaos olahraga cewek itu.
"Bilang aja lo iri sama gue kan, gue gak ngedeketin Nugraha aja malah dideketin sama dia dan itu artinya mata dia ga minus dia milih deket sama gue bukan deket sama ondel-ondel kayak lo" Ucap Hana yang juga sudah terbawa emosi.
Fera pun yang mendengar Hana menyebutnya ondel-ondel tidak terima dan malah menjambak rambut gadis itu awalnya Hana juga melawan tapi saat Rara dan Mela datang ia malah kewalahan untuk melawan tiga gadis itu.
Fera terus menjambak rambut gadis itu hingga gadis itu meringis kesakitan bahkan ikatan rambutnya pun sudah lepas sedangkan Rara dan Mela malah menahan tangan Hana agar ia tidak bisa membalas Fera, sudah berulang kali Hana berteriak meminta pertolongan akan tetapi sepertinya suaranya tidak terdengar ke luar sama sekali karena pintu toilet itu ditutup dan juga air kran yang ada di toilet itu dihidupkan sehingga menimbulkan suara berisik.
Tidak puasa sampai itu Fera dan teman-temannya juga menyeret Hana ke pojokan toilet itu dan malah menyiramnya dengan air kan yang sudah keruh. Fera yang memang dikenal sadis ketika membully korbannya iapun membuka sepatu sneakers yang Hana pakai lalu ia melempar sepatu itu tepat ke muka Hana sehingga muka gadis itu memerah karena terkena lempar sepasang sepatu yang ia pakai.
Kini giliran Mela yang mengambil alih Hana Perempuan itu malah menuangkan tinta spidol yang sengaja ia bawa dari kelasnya tadi ia menuangkan tinta itu tepat ke kaos olahraga yang Hana pakai sehingga kaos olahraga itu kini sudah berwarna hitam-kehitaman.
Rara yang melihat hal itupun juga tertantang ingin menyakiti Hana perempuan itu malah melepas sabuk pinggang yang Hana pakai dan malah mencambukkan sabuk itu ke kaki mulus Hana dan mengakibatkan kakinya menjadi memar kemerahan.
Dan yang terakhir Fera perempuan itu ternyata belum puas dia dengan sengaja menarik kepala Hana ke depan lalu membenturkan nya ke dinding toilet di belakang Hana sedangkan Hana hanya bisa meringis kesakitan karena ia sudah tidak punya tenaga untuk melawan mereka bertiga.
Setelah puas membully Hana Fera dan teman-temannya segera keluar dari toilet rusak itu tak lupa mereka mematikan lampu toilet itu dan juga menguncinya dari luar sehingga Hana tidak bisa keluar dengan keadaan rambut dan juga bajunya yang sudah acak-acakan dan juga kotor belum lagi muka dan kakinya yang perih akibat ulah mereka bertiga ia juga kedinginan karena dengan sengaja mereka bertiga menyiram Hana dengan air kran yang sudah keruh.
"Lo yakin kali ini kita ga bakal ketahuan" Ucap Mela kepada Fera dan Rara.
"Walaupun ketahuan pun gue gak perduli yang penting kita udah puas ngebully itu anak dan semoga aja gaada yang nemuin dia sampai turnamen basket selesai nanti" Ucapnya Fera dan merekapun segera pergi dari tempat itu.
Sedangkan di lapangan sana turnamen basket sudah berakhir Lestari dan Pertiwi kebingungan kenapa Hana belum juga kembali menemui mereka bahkan Nugraha juga sedang menunggu Hana.
"Hana tadi izin kemana kenapa sampai sekarang belum balik juga" Ucapnya pada Lestari dan Pertiwi.
"Dia tadi bilang mau ke toilet sebentar tapi ga balik-balik dan pas tadi gue susul ke toilet Hana gaada di sana" Ucap Lestari pada Nugraha.
"Gue kira dia udah kesini jadi gue balik lagi kesini tapi ternyata Hana gaada dan kata Pertiwi Hana sama sekali belum kesini" Ucapnya lagi.
"Kalian cari Hana ke semua toilet di sekolah ini dan gue bakalan cari dia di dekat koridor siapa tau dia nyasar" Ucap Nugraha karena sepertinya ada hal yang tidak beres yang terjadi pada gadis itu mereka bertiga pun akhirnya berpencar untuk mencari Hana.
Lestari dan Pertiwi sudah mencari ke toilet-toilet yang ada di sekolah ini tapi tidak menemukan Hana dan merekapun memutuskan untuk mencari Hana ke perpustakaan dan ke kantin sedangkan Nugraha berniat mencari Hana ke warung belakang sekolah siapa tau cewek itu kesasar sampai kesana.
Saat sampai ke persimpangan ujung koridor di dekat gudang ia tidak sengaja menginjak penjepit rambut dan setelah ia ambil ternyata penjepit rambut itu adalah penjepit rambut yang ia berikan pada Hana ia pun segera berlari ke arah gudang akan tetapi setelah ia coba mengetuk pintu gudang tidak ada orang yang merespon ia pun berniat akan pergi tapi ia urungkan karena ia mendengar seperti suara tangis perempuan dan setelah ia ikuti suara itu ternyata dari dalam toilet rusak di samping gudang karena penasaran iapun berniat akan mendobrak pintu itu dan ia juga heran mengapa ada air yang yang mengalir dari toilet itu bukankah toilet itu rusak.
Alangkah terkejutnya saat pintu toilet itu terbuka ternyata benar Hana ada di dalam sana dengan seragam dan juga rambut yang sudah basah, kotor dan acak-acakan dan jangan lupakan muka dan kaki gadis itu yang memar.
"Hana" Ucapnya segera berlari menghampiri gadis yang berada di pojokan toilet itu. Hana yang mendengar ada yang memanggil namanya pun segera menoleh dan ternyata itu Nugraha iapun segera memeluk Nugraha dengan erat dan cowok itu juga membalas pelukannya tak kalah erat.
"Nu gue takut Nu, disini dingin, disini gelap gue gak suka" Ucapnya sambil sesenggukan.
"Lo tenang aja lo sekarang aman ada gue disini" Ucapnya sambil mengusap punggung gadis itu yang bergetar karena menangis dan setelah itu gadis itupun kehilangan kesadaran di pelukan Nugraha.
Nugraha pun segera menggendong Hana dan membawanya ke UKS ia tidak perduli dengan kaos olahraganya yang juga ikut kotor sedangkan para siswa-siswi yang kebetulan sedang berada di koridor dan melihat hal itu mereka bertanya-tanya apa yang terjadi pada Hana.
___________________________________________________
Hallaw guys happy reading
Jangan lupa vote dan komennya
Tandai typo kalau ada kesalahan penulisan
Jangan lupa share sebanyak-banyaknya biar saya makin rajin nulisnya buat yang mau ngasih masukan juga gapapa
See you
Happy reading all
KAMU SEDANG MEMBACA
Life Is Fair
Novela JuvenilGadis cantik dengan segudang lukanya, hidup yang penuh dengan jalan terjal, pendakian,bebatuan entah kebahagiaan apa di ujung sana hingga jalannya harus sesulit ini. Hidup itu adil? ya tentu saja hidup itu adil bagi setiap manusia yang selalu bersyu...
