Thirty three. berbanding balik?

1 0 0
                                        

Keiro dan Melisa terus berbicara banyak hal kepada rekan bisnisnya mengenai Hana akan tetapi yang mereka berdua bicarakan berbanding balik dengan kelakuan mereka kepada Hana selama ini.

"Dulu kami berdua itu sangat mengidam-idamkan anak perempuan lalu tak lama setelah itu istri saya hamil dan lahirlah anak perempuan kami ini maka dari itu kami berdua sangat menyayangi nya dan memastikan semua kebutuhan nya selalu terpenuhi bahkan sejak ia kecil" Ucap Keiro sambil memandangi Hana dan mengusap kepada gadis itu di depan banyak orang. Meski yang ayahnya bilang itu tidak sesuai dengan perlakuannya selama ini tapi tidak mempermasalahkannya karena di perlakukan seperti ini saja untuk pertama kalinya di depan banyak orang rasanya ia seperti akan menangis saja.

"Sedari kecil kami selalu menjaganya apalagi mas Keiro apapun yang Hana minta sejak kecil sampai saat ini selalu dituruti sama dia dan jika Hana meminta saya memasakkan sesuatu untuk nya saya akan menuruti hal itu meski saya sedang sibuk dan meski sudah ada pembantu" Ucap Melisa kemudian sambil tersenyum dan merangkul Hana. Lihat lagi-lagi kedua orang tuanya itu mengatakan hal yang berbanding balik dengan fakta mungkin mereka melakukan hal ini agar banyak orang bisa menilai mereka sangat baik.

"Oh iya Hana sekarang masih sekolah ya" Tanya salah satu rekan bisnis ayahnya pada Hana.

"Iya tante Hana masih sekolah dan taun ini akan segera lulus" Ucapnya pada perempuan itu.

"Beberapa bulan lagi sudah ujian kelulusan ya" Ucapnya lagi dan Hana hanya mengangguk dan tersenyum.

"Sayang kamu mau makan tidak" Ucap Melisa dengan sangat lembut pada Hana layaknya seorang ibu yang sangat menyayanginya putrinya. Hal itu membuat mata hana hampir berkaca-kaca karena ini pertama kalinya ia diperlakukan dengan sebaik ini oleh orang tuanya.

"Boleh bu Hana mau makan" Ucapnya pada Melisa dan Melisa mengangguk lalu tersenyum kepadanya.

"Kalai gitu biar ibu yang pergi mengambil makanan untuk kamu ya kamu tunggu disini ya bersama ayah" Ucapnya pada Hana dan perempuan itu segera pergi menuju ke meja khusus makanan. Tak menunggu beberapa lama ia datang dengan seorang pelayan yang membantu membawa makannya. Ada satu piring daging panggang lengkap dengan kentang goreng dan saus juga beberapa sayur dan di piring satunya lagi ada brownis kacang cokelat.

"Nah ini ibu sendiri yang pilihkan makanan untuk kamu karena ibu sangat tahu makanan yang putri ibu suka" Ucapnya dan iapun mengambil piring berisi daging itu dan menaruhnya di depan sana. Rekan kerja Keiro yang kebetulan juga satu meja dengan mereka tersenyum melihat pemandangan keluarga Cemara yang ada di depannya ini meski mereka tidak tau dengan perlakuan aslinya.

Saat Hana ingin memotong daging panggang itu dengan pisau tiba-tiba hal itu dicegah oleh ibunya dan perempuan itu malah mengambil makanan yang ia makan dan memotongnya lalu menyuapi Hana sedangkan Hana yang diperlukan seperti itu menjadi sangat bahagia kerena lagi-lagi ini kali pertama ini mendapatkan perlakuan manis dari orang tuanya.

"Maklum ya istri saya memperlakukan Hana seperti ini soalnya Hana ini putri kami satu-satunya" Ucap Keiro pada rekan bisnis yang semeja dengan mereka.

"Ibu sengaja mengambil kamu porsi yang sedikit karena ibu tau putri ibu ini selalu menjaga porsi makannya" Ucap Melisa sambil menyuapi Hana.

Lalu setelah daging panggang itu habis Hana meminum minuman yang ibunya ambilkan lalu setelah itu perempuan itu menawari Hana brownies kacang cokelat akan tetapi dia menolak karena dia alergi kacang.

"Ini ibu juga ambilkan kamu brownies kacang cokelat"Ucap pada Hana sambil menyerahkan brownis itu.

"Hana alergi kacang bu" Ucapnya pada Melisa dan perempuan itu seperti kaget dan terdiam begitu juga dengan Keiro. Maklum jika ia dan Keiro baru mengetahui jika Hana alergi kacang karena selama ini mereka berdua kan tidak pernah mengurusinya.

Life Is FairCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang