Pagi ini ia bangun lebih pagi dari biasanya setelah selesai siapa-siapa ia langsung turun untuk segera sarapan, dan saat sampai di meja makan seperti biasanya hanya ada dirinya disini entah orang tuanya sudah berangkat ke kantor dijam sepagi ini atau kemana ia juga tidak tahu.
"Bi ayah sama ibu udah berangkat?" Ucapnya pada bi Ningsih.
"Iya non tuan sudah berangkat sehabis subuh tadi sedangkan nyonya sepertinya tidak pulang" ucapnya karena memang ia tidak melihat nyonya nya itu pagi ini toh biasanya juga mereka selalu berangkat bersama.
"Loh ibu gak pulang bi" Tanya Hana yang masih sibuk mengambil lauk pauk untuk ia makan.
"Tidak non kemaren sore sempat pulang keluar lagi sepertinya tidak pulang sampai pagi ini" Ucap Bi Ningsih kepada Hana.
"Iya Bi mang Asep juga berkata demikian tapi yang bikin Hana heran ibu katanya di jemput dengan mobil berwarna silver sementara di rumah ini tidak memiliki mobil warna silver mobil ayah pun bukan warna, kira-kira ibu di jemput dengan siapa ya bi" Ucapnya pada Bi Ningsih.
"Kalau soal itu kurang tau non mungkin dengan temannya" ucap Bi Ningsih dan iapun berpamitan kepada Hana untuk melanjutkan tugasnya di belakang. Hana sempat menawarinya untuk sarapan bersama tapi ia menolak katanya ini terlalu pagi dan Hana pun segera menghabiskan sarapannya.
Setelah selesai sarapan ia segera pergi ke atas untuk mengambil tasnya yang berada di kamarnya lupa tidak ia bawa ke bawah tadi.
Tok tok tokk
"Non Hana di bawah ada teman non Hana" ucap bi Ningsih dari balik pintu dan Hana pun segera membuka pintu pasti yang bi Ningsih maksud itu adalah Nugraha.
"Iya Bi Hana sudah siap ayo kita ke bawah" ucapnya dan merekapun turun bersama ke bawah.
Sesampainya di bawah ternyata benar ada Nugraha disana yang sudah menunggu Hana.
"Pagi Na" Ucap Nugraha pada Hana.
"Pagi juga Nu lo udah lama nunggu gue" Ucapnya pada Nugraha.
"Ngga gue baru sampai kok" Ucap Nugraha pada Hana dan diangguki oleh gadis itu.
"Bi Ningsih buatin minum ya buat teman Hana" Ucap Hana pada bi Ningsih.
"Gak usah Na kita langsung berangkat aja" Ucap Nugraha pada Hana.
"Oh yaudah kalau gitu emang gapapa berangkat sepagi ini Nu?" Tanyanya pada Nugraha pasalnya jam masih menunjukkan pukul 6:15 pagi dan mereka akan berangkat ke sekolah sepagi ini.
"Iya gapapa nanti gue bawa motornya pelan-pelan biar gak cepet sampek" Ucapnya yang membuat Hana tertawa dengan ucapan cowok itu ada-ada saja dia.
Merekapun pamit untuk segera berangkat pada Bi Ningsih sebenarnya Nugraha ingin bertanya pada gadis ini kemana orang tuanya mengapa di jam yang masih sepagi ini rumah besar itu hanya diisi oleh Hana dan para pekerja yang bekerja di sana tapi ia urungkan karena ia tidak ingin jika hana tersinggung nantinya.
Persis seperti apa yang Nugraha bilang ia menaiki motornya dengan kecepatan sedang dan sesekali bercanda dengan Hana tetapi tetap saja saat mereka sampai ke sekolah hanya ada beberapa murid yang sudah datang mungkin murid yang sedang bertugas untuk piket.
Hana segera membuka helmnya karena tidak hati-hati rambutnya yang semula sudah rapi jadi berantakan kembali dan Nugraha yang melihat itu segera memperbaiki rambut hana dengan tangannya.
"Hati-hati liat nih rambut lo berantakan" Ucapnya sambil memperbaiki rambut gadis itu yang berantakan.
Sedangkan Hana yang mendapat perlakuan seperti itu hanya dia memandangi Nugraha dan tersenyum manis kepadanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Life Is Fair
Teen FictionGadis cantik dengan segudang lukanya, hidup yang penuh dengan jalan terjal, pendakian,bebatuan entah kebahagiaan apa di ujung sana hingga jalannya harus sesulit ini. Hidup itu adil? ya tentu saja hidup itu adil bagi setiap manusia yang selalu bersyu...
