Sesampainya di rumah Hana gadis itu meminta agar Nugraha mampir terlebih dahulu ke rumahnya dan Nugraha pun menyetujui ajakan Hana.
Hana segera menyuruh Nugraha masuk dan duduk di ruang tamu sementara ia mengambil minum dan snack untuk Nugraha.
merekapun akhirnya berdua di ruang tamu sambil mengobrol dan sesekali keduanya bercanda gurau.
"Nu jepit rambut yang lo kasih ke gue hilang" Ucap Hana dengan nada sedih pasalnya jepitan kupu-kupu pemberian cowok itu hilang dan ia tidak tau kemana hilangnya jepitan itu.
"Gausah sedih jepit rambut itu ada di gue kok tadi gue nemuin di persimpangan koridor dekat gudang" Ucap Nugraha sambil mengeluarkan penjepit kupu-kupu itu dari dalam saku bajunya dan memakaikannya pada Hana, tentu saja Hana yang menerima hal itu menjadi sangat senang ternyata jepitan kupu-kupu nya ditemukan oleh Nugraha.
Tak lama setelah itu tiba-tiba saja ibu Hana pulang dan segera menghampiri dua remaja itu awalnya Hana sedikit takut jika ibunya akan marah karena ia membawa cowok itu ke dalam rumah ini akan tetapi ternyata ibunya malah baik dan tidak marah sedikitpun.
"Ibu sudah pulang" Ucapnya pada Melisa yang datang dari arah luar menuju ke arahnya ia menyalami ibunya itu begitupun juga dengan Nugraha yang melakukan hal sama.
"Iya ibu ingin mengambil berkas yang tertinggal lalu akan kembali ke kantor" Ucapnya pada Hana.
"Hana siapa laki-laki ini" Ucapnya sambil melihat ke arah Nugraha.
"Ini Nugraha teman Hana bu, dia tadi mengantar Hana pulang dan Hana yang mengajaknya mampir ke sini" Ucapnya dan diangguki oleh Melisa.
"Suruh Bi Ningsih untuk menyiapkan makanan ya sebelum temanmu pulang suruh dia makan terlebih dahulu" Ucap Melisa kepada putrinya.
"Tidak usah tante tidak usah repot-repot" Ucap Nugraha pada Melisa ibu Hana.
"Tidak apa-apa tidak usah sungkan, seharusnya tante berterimakasih padamu karena kamu yang sudah mengantar Hana" Ucapnya pada Nugraha.
"Oh iya Hana kenapa dahi dan pipimu ada bekas memar?" Tanya Melisa karena ia melihat ada bekas memar di wajah mulus putrinya itu.
"Ini tadi Hana tidak sengaja kepentok meja saat di sekolah" Ucapnya pada Melisa ia juga menatap Nugraha agar cowok itu tidak bicara yang sebenarnya pada ibunya.
"Yasudah kalau begitu ibu ke atas ya, Tante tinggal ke atas ya Nugraha" Ucapnya pada Nugraha dan Hana dan diangguki oleh dua remaja itu.
Setelah mengambil semua keperluan berkasnya Melisa langsung turun dan berpamitan agar segera kembali ke kantornya pada dua remaja itu, dan merekapun pun menyalami Melisa lalu setelah itu ia segera pergi.
"Na ibu lo kerja apa?" Tanya Nugraha setelah ibu Hana sudah tidak ada dan hanya menyisakan mereka berdua.
"Ibu pemilik butik dan sekaligus desainer" Ucapnya pada Nugraha.
"Wah keren sih orang tua lo Na" Ucap Nugraha sedangkan Hana hanya tersenyum tipis.
Keren katanya? mungkin memang keren tapi karena hal itu juga Hana selama ini selalu kekurangan perhatian dan kasih sayang dari kedua orangtuanya.
Tak lama kemudian bi Ningsih memanggil keduanya karena makan siang sudah siap dan akhirnya merekapun menikmati makan siang berdua di meja makan yang megah itu.
Setelah itu karena hari sudah semakin sore Nugraha segera pamit untuk pulang dan berterimakasih kepada Hana karena sudah menyiapkan makan siang untuknya tadi meski bukan Hana yang menyiapkannya.
"Kalau gitu gue pamit ya Na, makasih udah repot-repot nyiapin makan siang segala" Ucap Nugraha pada gadis itu.
"Iya Na sama-sama lagian gue gak repot kok kan ada bibi yang nyiapin" Ucapnya pada cowok itu dan hanya dibalas senyuman manis dengannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Life Is Fair
Teen FictionGadis cantik dengan segudang lukanya, hidup yang penuh dengan jalan terjal, pendakian,bebatuan entah kebahagiaan apa di ujung sana hingga jalannya harus sesulit ini. Hidup itu adil? ya tentu saja hidup itu adil bagi setiap manusia yang selalu bersyu...
