"Jii-samaaaa"
Obsidian miliknya menatap sosok kecil yang berlari dengan riang gembira kearahnya.
Senyum yang jarang terukir itu, kini tersemat. Terlebih sosok kecil itu melompat kearahnya.
"Aku telah lulus, ujian ksatria" pekik sosok itu riang.
"Bagus" pujinya singkat, "Cepatlah tumbuh dan lindungi semua orang" nasehatnya dengan senyum lebar.
Wajah tua nya menatap kejauhan.
"Sasuke jii-sama, kenapa begitu menyukai tempat ini"
Lelaki tua yang tak lain adalah Sasuke itu menatap sang cucu. Mengelus surai gelap khas klan Uchiha.
"Indra-kun" seru Sasuke dengan lembut. "Ini adalah tempat yang berarti bagiku. Tempat dimana wanita yang kucintai lahir. Tempat ini pula, aku ingin kami menikah" jelasnya dengan sendu.
Indra menatap sang kakek dengan bingung. Lelaki tua itu jelas tidak membicarakan tentang neneknya, bukan.
"Lalu, dimana wanita itu?"
"Disini" tunjuk Sasuke pada dadanya.
Indra hanya mampu terdiam tak memahami maksud sang kakek.
"Indra, kelak jika menemukan wanita yang membuat akal sehatmu hilang. Rengkuh dan raihlah. Kau harus berusaha lebih keras untuk wanita itu"
Indra mengangguk.
"Tentu, aku akan menjaganya tetap disisiku"
Sasuke terkekeh.
"Menjaganya tidak harus menahannya disisimu. Cukup jauh pun tak apa"
"Ha'i"
***
Naruto menemukan sosok Gaara saat tengah mengunjungi makam istri tercintanya. Hinata Hyuuga.
Hinata meninggalkannya lima tahun yang lalu.
"Gaara" sapanya.
Lelaki bersurai merah itu nampak tua sepertinya. Hidup berlalu begitu lama bagi mereka.
"Hn" balas Gaara pelan. Jemari tuanya menelusuri tulisan kanji 'Shion Sabaku'
Gaara sengaja memasang nama itu untuk Shion. Tak sudi jika gadis itu disematkan nama klan terkutut Ootsutsuki.
"Apa kau masih sering mengunjungi Sasuke" tanya Gaara setelah mereka cukup lama terdiam.
Tangan Naruto yang meletakkan guci air dan bunga matahari kesukaan Hinata terhenti.
"Ya, Sasuke masih sama"
Gaara mengangguk.
Saat perang berakhir. Tak ada lagi keributan yang terjadi. Mereka mengalami masa damai hingga kini. Meski begitu, penjagaan tetap di lakukan guna melindungi kemakmuran kerajaan.
"Aku akan mengunjunginya setelah ini" ucap Gaara yang pergi meninggalkan Naruto.
Lelaki tua bersurai kuning itu menatap sendu makam Hinata.
"Aku dan anak-cucu kita merindukanmu, Hinata"
***
Ino yang juga menua, masih memiliki hobi yang sama. Yaitu merangkai bunga.
Toko bunganya kini telah berkembang pesat. Dan Ino senang akan hal itu.
Banyak yang mereka lalui setelah perang usai.
Bunga Sakura yang memang ia tanam dan rawat sepenuh hati kini bermekaran. Dirinya sengaja menanam pohon Sakura guna mengingat sosok sang Miko yang kini telah pudar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hear Me
FantasySakura haruno terlahir sebagai pemilik kekuatan suci, ditakdirkan hidup sebagai Miko di kerajaan Konoha. Sasuke Uchiha merupakan satu-satunya keturunan terakhir Klan Uchiha yang mengemban tugas sebagai Jendral perang. Takdir mempertemukan keduanya m...
