chapter 5

8.2K 206 5
                                        


setelah 30 menit berada di kamar mandi akhirnya lovina pun keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menutupi tubuhnya

Ceklek....

bunyi suara pintu di buka, Darren yang tadi duduk di sofa sambil bermain headphone nya, menoleh ke arah lovina yang baru saja keluar dari kamar mandi.

Darren melihat betapa indahnya lekuk tubuh lovina yang begitu sexy dan menggoda membuat siapa saja yang melihat nya akan tergoda.

"pemandangan yang sangat indah, dan menggoda" batin Darren terus menatap tampa bersekedip.

"om ngapain natap gue ke gitu, jangan jangan om mesum yaaa" ucap lovina sambil menatap sengit kearah darren.

"ck saya tidak minat dengan tubuh kecil seperti mu" ucap datar darren, menglihkan pandangan nya kearah lain, tpi berbeda dengan hati. wkwkw

"alah boong, mana baju nya om?" ucap lovina

"di sana, ruang ganti" ucap Darren sambil menunjuk ke arah ruang ganti.

lovina pun berjalan ke arah ruang ganti yang di tunjuk oleh Darren, lovina pun membuka handuk nya iya tak sadar jika ruangan itu memiliki kaca yang tembus pandang walapun hanya sebuah bayangan hitam saja.

Darren yang berada di luar, melihat lovina yang sendang berganti pakaian membuat dirinya merasakan ke anehan di bagian bawah.

"dasar joni murahan baru begitu saja sudah tegang" batin Darren

"ada apadengan diriku ck" ucap Darren bukan kah ia sudah biasa melihat hal yang seperti ini, diluar sana mungkin lebih. Tapi ini sudah lah.

beberapa menit lovina berganti pakaian akhirnya lovina keluar juga dari ruang ganti dengan baju yang di berikan oleh darren.

Darren terkejut dengan apa yang iya lihat "kenapa kau tidak memakai celana yang sayaa siapkan? " ucap Darren

"celananya kebesaran gue gak pas jadi gua pake ini aja " ucap lovina mendekati ke arah Darren.

Darren merasa gugup hal ini tidak biasa terjadi, ada apa dengan diri ini kenapa iya menjadi gugup seperti orang bodoh.

"om anterin gue pulang" ucap lovina

"hm, tapi ganti pakaian mu itu " ucap datar darren, darren juga laki-laki normal tau bisa bisa dia lepas kendali pada gadis di depan nya ini sekarang juga

"gini aja deh om males ah kalo ganti pakaian lagi" ucap lovina duduk di samping darren. (nih bocah berani amat anjr)

"ganti atau saya perkosa kamu sekarang" ancam darren menatap lovina

"ga asik ah mainnya ancam ancaman" ucap lovina, dengan malas iya Menganti pakaian nya dengan pakaian di berikan Darren.

tok..tok..

"masuk" dingin Darren

"tuan sarapan nya sudah siap" ucap baid hanara

"hm, keluar" ucap dingin Darren

"baik tuan, saya permisi" ucap hanara meninggalkan kamar tuan nya

Darren pun bangkit dari duduknya nya dan pergi ke arah dapur mengunakan lift.

tin

setelah sampai di dapur Darren pun duduk di tempat nya seperti biasa.

lain hal nya dengan lovina yang baru saja keluar dari ruang ganti.
"itu om om kemana dah perasaantadi masi ada sini" ucap lovina heran ia tidak melihat orang yang tadi bersamanya di kamar.

"jangan gue di tinggal lagi" ucap lovina

"OM, OM DIMANA" teriak lovina sepenjuru rumah

lovina segera berlari keluar, dan menurungi tangan berlari dengan cepat.

"OM DIMANA JANGAN TINGGAL GUE DONG" teriak lovina yang terus meneriaki Darren

hingga pada saat iya turun dari tangga dengan cepat, kakinya tak sengaja tersandung hingga.....

"aaaaaaa"

para pengawal dan pembantu di mansion itu terkejut melihat gadis itu yang akan terjatuh.
"eh kok ga nyampe di lantai" heran lovina

"ceroboh" dingin Darren, bisa bisanya gadis ini berlarian di atas tangga ck pikirnya

"hehe om " cengesan lovina melihat orang yang ia cari berada di depan nya, menolong dirinya.

"ga usah teriak' bisa ga si" datar Darren, kalau saja Darren tidak cepat menarik tangan gadis itu pasti dia sudah terjatuh di lantai.


TCB
Jangan lupa vote ya
sampai jumpa di bab selanjutnya

BOS MAFIA [revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang