chapter 27

4.7K 94 6
                                        

"jgn menyentuh gadisku dengan tangan kotor mu itu bitch!"ucap dingin Darren menghempaskan tangan raisa kuat hingga membuat raisa terjatuh.

lovina tidak merasakan apapun pada pipinya apakah....

lovina membuka mata dan dia melihat seorang laki-laki berdiri tepat di belakang nya menahan lengan raisa.

"kak Darren" ujar pelan lovina, tpi masi bisa di dengar oleh Darren.

"yes honey" ujar lembut Darren menatap gadisnya.

siska terkejut dengan kedatangan seorang pria yang menolong lovina, siska terpesona dengan ketampanan wajah Darren membuat dirinya tersnyum tipis"ganteng bngtt, dia harus jadi milik gue" batin siska.

"Hai kenalin nama aku siska" ujar lembut siska, mengulurkan tangannya mengajak Darren berkenalan.

semetara Darren melihat itu merasa jijik lihatlah pakai ketat itu dengan rok mini seperti seorang jalang saja. tpi emang si

"menjijikkan" dingin Darren engan membalas ulurang tangan siska.

"iih kok kamu ga mau bales salaman aku sih" ujar siska sok imut

lovina yang melihat itu menjadi merinding "anjr  merinding seitil gue liatnya" Gumam lovinatentu saja masi dapat di dengar oleh Darren

"kamu sangat lucu honey" bisik Darren, membuat lovina terlonjak kaget dengan bisik Darren

Darren hanya mengabaikan saja ucapan siska menurutnya itu tidak penting.

"kok kamu cuekin aku si " ucap siska memegang lengan Darren membuat Darren geram

"lepas" dingin Darren mengepal tangannya hingga membuat urat urat tangannya menonjol dia sangat tidak suka di sentuh oleh orang asing apa lagi seroang  wanita

"ga mauu ih" kekeh siska tidak mau melepaskan tangannya dari lengan Darren.

Darren mendorong tubuh siska sangat kuat hingga membuat punggung siska terbentur oleh meja kantin.

"aakkhh" sial kenapa pria ini mendorongnya sangat kuat apakah dia tidak tertari dengan tubuhnya yang menggoda dan saxy ini ck.

hal itu membuat siswa siswi di kantin kaget dengan apa yang mereka barusan liat

"gilak sakit bangat tuh"

"anjir kuat bangat dorongan"

"aouhhh patah ga sih itu"

"rasain siapa suruh suka bully orang"

begitu lahh ucapan para penghuni kantin dan masi banyak lagi





"mampos emang enk haha"ucao david sambil tertawa melihat raut wajah siska yang menurutnya sangat konyol

"buju buset Darren dorong kurang kecang" ucap zergan

"bener bangat harusnya Darren dorongnya lebih kuat lagi biar mampos tuh mak lampir" ucap rara merasa tidak puas

semetara amora sedaritadi sedang menahan emosinya agar tidak meledak.

aska dan vero hanya diam saja menyaksikan pertunjukan dari kejauhan.

.

"bitc*" ujar Darren, menggendong lovina seperti koala

lovina yang tidak memiliki persiapan dengan tindakan Darren barusan, membuat nya terkejut

"eh eh apa apaan ini, turunin ga" ujar lovina kesal dengan Darren yang menggendong dengan tiba-tiba.

"diam lah gadis kecil" ujar Darren membawa lovina ke uks.

BRAKk

Darren menendang pintu uks membuat para petugas di dalam sana terkejut dengan dobrak pintu itu. 

"eh ayam ayam" kaget lovina

Darren merasa lucu dengan tingkah gadisnya yang berada di gendongnya saat ini. Darren mendudukkan dirinya di sofa uks Tampa menurun lovina yang berada di pangkuan nya saat ini.

"gue mau turun " cicit lovina ingin turun dari pangkuan darren rasanya sangat aneh jika seperti ini, dengan cepat Darren manahan pinggang kecil lovina agar tidak turun dari panggung nya "Biarkan seperti ini saja" ucap datar Darren

"obati gadisku"  dingin Darren

tak lama seorang laki-laki maju untuk mengobati lovina tapi sebuah suara menghentikan langkah laki-laki itu.

"sy ingin seorang perempuan yg mengobati gadis saya bkn seorang laki-laki"ucap  Darren, mana mungkin Darren membiarkan lovina di sentuh seorang pria selain dirinya. Kalo pun iya pasti dia akan memotong tangan pria itu saat ini juga

seorang perawat wanita mendekati lovina lalu mengobati lengan lovina dengan membrikan salep

"sshh s-sakit" ringis lovina merasa sakit pada lengannya

"stop" Darren menyuruh perawatan itu menghentikan kegiatan nya yang sendang mengobati gadisnya iya mereka sakit melihat gadisnya kesakitan seperti tadi.

Darren membawa kepala lovina bersandar pada dadanya, lovina hanya diam saja tangan sangat sakit rasanya.
"tidur lah" ujar Darren sambil mengelus kepala lovina agar gadis itu tertidur.

tak berselang lama lovina pun tertidur di atas pangkuan Darren dengan kepalanya bersandar pada dada bidang Darren.

"lanjutkan" ucap dingin Darren menyuruh perawatan itu melanjutkan mengobati gadisnya.

akhirnya acara mengobati lovina pun  selesai. " berikan salep ini pada lukanya, agar cepat sembuh dan tidak mengalami bekas pada tangan nya" ucap sang perawat memberikan sebauh salep pada Darren

"hm"

Darren masi senang tiasa mengelus kepala lovina yang masi tertidur di atas pangkuannya.




TCB
jangan lupa vote ya makasih.......

BOS MAFIA [revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang