"SIALAN KEMANA ANAK ITU"gerutu nisa mencari lovina
"bagaimana pun caranya aku harus membayar nya bisa bisa nyawa ku melayang tidak...tidakkk boleh"ujar nisa berbicara sendiri seperti orang tidak waras
"akhhhhh sial kenapa harus kalah sih"
ceklek
mendengar itu nisa menoleh kearah pintu dan ternyata itu lovina yang baru saja pulang dari kerja.
"DARI MANA SAJA KAU ANAK SIALAN HAH"bentak nisa
"lovi baru pulang kerja bu"jawab lovina
"napa sih nih ibu ibu satu ini"batin lovina
"SINI KAMU JALANG!!"nisa menarik paksa tangan lovina menuju toilet
"ibu lepas bu, ibu mau apaa"lovina berusaha melepaskan tangan nisa, tapi entah kenapa genggaman itu sangat kuat lovina di dorong hingga kepalanya terbentur di wastafel.
brukkk
"aarrghh a-apa yang ingin lakukan"gemetar lovina darah keluar dari dahinya, menatap nisa dengan mata berkaca-kaca.
"DIAM KAMU JALANG!!"bentak nisa menarik rambut lovina kuat membuat lovina merasa sakit.
nisa menguyur lovina dengan air dingin lovina mengigil akibat dingin nisa, tanpa perasaan menarik kuat rambut lovina lalu menampar lovina hingga pinggir bibir lovina sobek.
"i-ibuu hiks sakit ibu~ "lirih lovina
"suara mu sangat berisik sialan"nisa menengelamkan wajah lovina ke dalam bathtub yang sudah terisi air.
nisa manarik rambut lovina membuat lovina hampir ke hilang nafasnya.
"haa haa haaa"lovina menghirup udara dengan rakus
"oh tuhan ini sangat menyakitkan"batin lovina
"dasar anak menyusahkan, kenapa kamu gak mati saja ikut ibu kamu hah!!"marah nisa terus memukul lovina, lovina hanya bisa diam nahan sakit.
"anak pembawa sial"nisa menampar pipi lovin membuat bibir bagian kirinya sobek dan mengeluarkan darah
"buuu hiks sakit buuu"tangis lovina nisa mendengar itu menulikan pendengaran nya
"kamu di sini tidak ada makanan untuk mu untuk 2 hari"ucap nisa menutup pintu toilet dan mengunci setelah itu nisa pergi meninggalkan lovina
Brakkk...
"bukk bukaa ibuuuu"teriak lovina namun sepertinya sia sia saja jika dirinya berteriak
"hikss bundaa lovi takuttt"tangis lovina seluruh tubuhnya terasa sakit lovina mengigil karena dingin wajah nya terlihat pucat.
"bunda lovina capee bunn, kenapa bunda gak bawa lovi juga ikut bunda"lovina memeluk kedua lututnya sambil memejamkan matanya
"hiks bunda...mereka jahat lovina mau ikut bunda"adu lovina menarik rambutnya sendiri dan memukul kepalanya terus menerus.
"aaaakhhhh hiksss kenapa harus gue, kenapa"raung lovina terus memukul kepalanya
"anak itu benar benar menyebalkan ck"gumam nisa tidak menyadari jika di depannya saat ini ada farhan.
"apa yang terjadi"batin farhan melihat nisa dengan baju yang basah dan ada percikan darah di baju nya farhan curiga dengan apa yang di lakukan istrinya.
"darimana kamu?"tanya farhan
"ehh mas"kaget nisa sejak kapan suami nya berada di sini.
"aku dari belakang mas"kata nisa merasa gugup bisa habis dirinya jika suaminya tau
"kenapa dia berbohong"batin farhan jelas jelas tadi dia melihat nisa keluar dari kamar lovina.
"begitu kah, sedang apa kamu di sana?"tanya farhan menatap istrinya terlihat gelisah.
"anu mas aku dari siram teman di belakang hehe"kikuk nisa
"tumben sekali biasanya kamu males ngerjain yang kek gitu"ujar farhan menatap nisa membuat nisa semakin gugup.
"sialan"batin nisa
"ah mas emang ga boleh gitu kalo aku nyeram tanaman gitu di belakang sekali kali juga aku mau mau ngerjain sesuatu gitu"jelas nisa agar suaminya tidak merasa curiga.
"baiklah kalo begitu mas ke atas dulu"ucap farhan tapi farhan berhenti..
"mana raisa?"
"raisa sendang keluar dengan teman-temannya"
"lovina?"
"gak tau mas dia ga pulang dari tadi mas"bohong nisa
"kemana anak itu jam segini"gumam farhan
"Mungkin dia di club ngejalang"tuduh nisa
"jaga ucapan kamu nisa"marah farhan
"kenapa sih mas selalu belain anak itu"timpal nisa padahal dirinya sudah berusaha menghasut farhan dengan segala cara tapi kenapa selalu saja farhan membelanya padahal dulu tidak seperti ini.
"dia anak saya dan dia darah daging saya memang apa masalahnya kenapa kamu selalu saja menyedutkan dan berbicara yang tidak tidak tentang lovina"kata farhan membuat nisa geram apa apanya suami nya ini
"sialan sepertinya aku harus membunuh anak itu"batin nisa
"terserah mas saja"ucap nisa setelah itu pergi dari sana meninggalkan farhan yang masi berdiri di atas tangga
farhan menaiki tangga melewati kamar lovina namun farhan seperti ada seseorang yang menghentikan dirinya farhan berhenti dan menatap pintu kamar lovina
ceklek
farhan membuka pintu kamar lovina dan melihat seisi kamar itu dan matanya tertuju pada foto keluarga yang ada dirinya dan istrinya yang sedang tersenyum sambil, foto itu di ambil saat istrinya sendang mengandung lovina.
farhan mengelus foto itu, air mata lolos keluar begitu saja dirinya sangat merindukan istrinya jika bukan karena ibunya yang menyuruh nya menikah lagi dia tidak akan mau.
"siapapun t-tolong buka"ucap seseorang di dalam toilet farhan mendengar itu manatap ke arah pintu toilet Apakah dirinya salah mendengar
"buu buka pintunya"lagi lagi suara itu terdengar lebih jelas farhan mendekat kearah pintu itu
"lovina"panggil farhan di balik pintu toilet
"ayah tolong lovi"ujar pelan lovina
farhan berusaha membuka pintu itu namun sepertinya ini di kunci "sialan"
"lovina kamu mundur ya nak ayah akan mendobrak pintunya"ucap farhan mendengar itu lovina mundur dari dekat pintu, farhan terus mendobrak pintu hingga...
BRAKKK
pintu itu berhasil terbuka betapa terkejut farhan melihat anak nya penuh luka dan banyak darah di lantai
"lovinaaaa!!"farhan mendekat dan memeluk anaknya apa yang sebenarnya terjadi kenapa lovina bisa seperti ini
"a-ayahh hiks sakittt"keluh lovina tak lama kesadaran lovina hilang membuat farhan panik dan segerang mengangkat lovina berlari menuju mobil, membawa lovina ke ruama sakit.
makasih yaaaaa kalian untuk mau support akuu jangan lupa vote dan komenn yaaa
KAMU SEDANG MEMBACA
BOS MAFIA [revisi]
Teen Fictiontu-tuan " gugup sang supir, mendengar suara tuannya keringat dingin membasahi pelipasnya "knp? " tanya ke dua kalinya pria dingin itu dengan wajah datarnya. "Itu tuan gadis ini menangis minta tanggung jawab karena sepedanya rusak" jawab takut sang s...
![BOS MAFIA [revisi]](https://img.wattpad.com/cover/370322632-64-k438961.jpg)