chapter 29

4.5K 70 2
                                        


tidak lama kemudian lovina datang membawa segalas minum yang berada di tangan nya, Darren terus saja menatap lovina seperti sebuah barang yang sangat indah hingga membuat dirinya enggan mengalihkan pandangannya dari gadis nya itu.

" rasanya aku ingin memilikimu secepatnya, tpi blm saatnya dan jika hari itu tiba maka akan ku pastikan kamu tidak bisa sebebas seperti sekarang " batin darren dengan obsessednya.

"tuan ini minuman nya, silahkan nikmati saya permisi"ucap lovina sambil beranjak menunduk tampa melihat siapa orang di depanya saat ini lovina ingin pergi kembali belakang tapi sebelum beranjak dari tempatnya sebuah suara membuat diri nya berhenti.

"tunggu, temani saya di sini" ucap Darren, Darren masi ingin melihat wajah teduh itu membuat dirinya semakin gila

"tapi tuan saya masi memiliki pekerjaan lain nya" ucap lovina dengan sopan jujur saja ia merasa risih dengan tatapan orang' yang melihatnya.

lovina merasa tidak asing dengan orang di depannya saat ini sepertinya dia menganalnya tapi....

"tetap di sini atau mau di pecat dari pekerjaan mu"datar Darren
Gadis nya ini sangat keras kepala.

"baiklah tuan" pasrah lovina dari pada dia di pecatkan.

"apakah kau akan berdiri di situ terus hingga kaki mu pegal hm?" ujar Darren

"hah"

Darren terkekeh melihat raut wajah gadisnya, membuat dirinya gemas melihat tingkah gadis nya itu.

"duduk lah" pinta Darren

"i-iyaa tuan" gugup lovina

drtt drtt drtt

"tuan headphone anda berbunyi" ujar lovina

"tunggu di sini, saya mengangkat telfon dulu" ujar Darren lalu beranjak dari sana beberapa meter.

"hm"

"........."

"saya akan segera ke sana"

"............"

setelah itu Darren mematikan telfon dan memasukkan headphone nya ke saku celana nya, berjalan kembali ke tempatnya.

"maaf membuat mu menunggu lama" Darren merasa bersalah karena membuat gadisnya menunggu dirinya.

"iya tuan tdk masalah " ucap lovina

"saya harus segera pergi ,dan ini uang membayar minuman saya" ujar Darren memberikan 5 lembar uang berwarna merah kepada lovina .

" maaf tuan tapi ini kebanyakan dan lebih malah" ujar lovina memberikan kembali uang itu

"tidak masalah ambil sisanya, saya permisi" ujar Darren berlalu pergi dari sana meninggalkan lovina yang masi terbengong deng ucap Darren.

"baik sekali dia" gumam lovina menatap punggung lebar pria itu.

........

Darren melepaskan kaca mata yang masi melekat di hidung mancungnya.
"bagaimana dengan jalang itu bondan?" ujar dingin Darren sambil menatap leptop di pangkuan nya.

"saya sudah membawanya ke ruang bawa tanah tuan, seperti perintah anda tadi" ucap bondan

"kita ke sana"

"tapi tuan, tuan vero meminta kita untuk ke markas tuan" ucap bondan sedikit merasa takut karena ia tau kalo tuan nya itu sangat tidak suka dia lawan apalagi tidak mengikuti perintah nya.

"kau berani melawan ucapan saya bondan ?!" ucap Darren dingin

"t-tidak.. tuan " gugup bondan, tuan nya ini benar-benar menyeramkan begitu lah menurut nya tali memang sepe itu bukan.

"percepat lah, jangan membawa mobil seperti siput" ujar dingin Darren, ia sangat tidak sabar untuk bermain dengan benda hitam nya.

"baik tuan"

tak berselang lama mereka pun telah tiba di tempat tujuan mereka.

"buka penutup nya"

"hiks t-tuan, tuan selamat aku hiks mereka ingin membunuh ku tuan hiks tolong aku tuan hikss" ujar wanita itu badan sudah penuh dengan berkas cambukan dan bau darah di mana'

"benarkah itu"

"Hiks iya tuan mereka menyiksa ku di sini tolong hiks selamatkan aku tuan" isak tangis wanita itu memohon pada Darren

" kasian sekali kamu baiklah aku akan menolong mu" ujar Darren dengan seregai licik,wanita ini tidak tau bahwa ia lah yang membawanya kemari

"terimakasih tuan hiks terimakasih " ujar nya kesenangan merasa bawah dia akan selamat dari kematian

" tapi kamu harus membayangkan karena saya sudah menolong mu" ujar Darren menatap wanita di depan nya saat ini

" aku akan membayar nya berapa pun yang kamu inginkan,sekali pun dengan tubuh ku tuan mr.lucifer" ujar wanita itu dengan nanda menggoda.

padahal sebentar lagi nyawa nya akan hilang dalam sekejap masi saja ngegoda

"mata mu bagus, saya ingin matamu" ucap Darren sambil tersenyum, para penjaga di sana merinding melihatnya senyuman tuan mereka, bukan nya terkesan manis malah menyeramkan.

"M-maksud tuan apa?"ujar wanita itu walaupun ia menjadi takut sekarang apa lagi melihat senyum itu membuat dirinya nya gemetar.

JLEB

"ini lah yang ku maksud bitc*" ucap Darren melempar pisau tepat ke arah mata kiri wanita itu

"Aarrgghh " teriak wanita itu merasakan sebuah pisau yang mendarat tepat di mata nya sebelah kiri, banyak darah yang keluar dari mata wanita itu.

"SAKITTT HIKSS HIKSS APA YANG KAMU LAKUKAN? KNP KAMU MELAKUKAN INI PADA KU?!" terik wanita itu mata nya terasa sangat sakit hingga mata nya mengeluarkan begitu banyak darah.












jangan lupa vote yaaa....
makasih udah mau baca

BOS MAFIA [revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang