chapter 42

1.4K 26 3
                                        

Jangan lupa vote dan komen yaaa, typo bnyk bertebaran jadi bijaklah dalam membaca.




"LOVIII SINI!!"teriak rara membuat murid murid lain menoleh ke arah mereka

"ck punya teman hobi bangat teriak"gumam lovina 

"dari mana lo"ucap rara penasaran, karena saat bel istirahat lovina izin pergi entah kemana.

"kepo lo peak"

"dihhh"sinis rara

"kemana?"datar amora iya merasa aneh belakangan ini lovina selalu izin dan tidak bergabung saat makan di kantin bersama mereka, seakan ada sesuatu yang di sembunyikan dari dirinya.

"dari taman belakang" jawab lovina merasa gugup

"eh btw tumben banget lo akhir akhir ini bawa bekal"heran rara tidak biasanya lovina bawa bekal ke sekolah.

"kalo di kantin lama ngantrinya"jawab lovina

"yaudah yook bentar lagi masuk nih" ucap rara, setelah itu mereka keluar dari area kantin berjalan menuju kelas mereka.

"eh akhir akhir ini gue ga pernah liat Darren dengan teman temennya mereka kemana ya"

"iya udah 2 bulan terakhir ini gue ga pernah liat mereka" ucap lovina jujur dirinya sedikit merasa aneh dalam hati nya seperti ada yang hampa tapi apa, apaka karena hilangnya Darren yang tanpa kabar selama 2 bulan terakhir ini atau hal lain.

"sebenarnya dia kemana" batin lovina 

amora mendengar itu hanya diam saja tanpa niat menjawab tidak mungkin dia memberitahukan ke pada 2 sahabatnya ini bisa bisa Darren bakal marah besar padanya.

"ck darren sialan"umpat amora

"lo ngomong sesuatu mor"tanya rara

"gak"

"lo datar amat kalo sama gue anjr giliran sama lovi beda bangat bijir" sinis rara, mendengar itu amora hanya diam saja tanpa niat menjawab ucapan rara.

"udahlah ayoo masukk" 

"baik anak anak silahkan buka buku halaman 124" ucap guru

"baik apakah sampe sini kalian ada pertanyaan?"

"ini guru nyuruh kita baca banyak bener anjrr" bisik rara pada lovina

"tau tuh gue lagi malas baca jugaa"ucap lovina dengan wajah kesalnya saat ini dirinya sangat tidak mood untuk membaca.

"itu yang di belakang kenapa bisik bisik hah"tegur guru itu menatap rara dan lovina

"apa yang kalian bicarakan, apakah kalian tidak liat ibu sedang menjelaskan di depa" marah guru itu, lovina dan rara hanya diam mentap malas pada guru itu

"maaf buk" ucap rara dan lovina bersamaan sambil menundukan kepalanya meraka

"kalian ini selalu saja seperti ini jika saya masuk mau jadi kalian nanti heh kali...
"ucap guru itu terpotong karena seseorang menyelanya

"cih brisik"datar amora merasa tidur nya terganggu, dari saat mereka masuk ke kelas amora merebahkan kepala di atas meja dan memejamkan matanya untuk tidur.

guru itu pun juga tidak berani menegur atau membangunkan amora bisa bisa dirinya mati saat ini juga.

mendengar suara resak amora guru itu terdiam tidak melanjutkan ucapanya merasa susana akan rumit jika dia terus marah akhirnya guru itu melanjutkan pembelajaran.

"baik kita lanjutkan saja"

tidak terasa jam pulang pun tiba membuat para siswa siswi berbodong bohong keluar dari kelas.

"lov lo balik sapa siapa?" tanya rara mentap lovina

"sama supir tapi supir nya belum datang" ucap lovina sambil menatap langit yang mulai mendung seperti hujan akan turun.

"balik bareng kita aja yok" ajak rara

"yaudah deh, keknya bentar lagi ujan juga"

mereka pun masuk ke mobil amora, amora menjalankan mobilnya menuju rumah lovina.

"udah 2 bulan gue gak pernah liat darren dan yang lain nya, mereka ke di telan bumi gak ada kabar nya sama sekali"ucap rara dirinya heran kemana pergi kelima pria itu mereka seperti di telan bumi.

"gue juga ga tau"gumam lovina yang masi dapat di dengar amora dan rara

"lo napa anjr, kangen lo yaa sama Darren"

"dih, gak tuh"elak lovina memalingkan wajah nya ke arah luar jendela mobil

"oh iya mor lokal sepupu Darren dan pasti lo tau mereka kemana dong"ucap rara mentap amora yang sendang menyetir mobil sedaritadi diam.

"gue gak tau, walaupun gue sepupu nya gak semua juga harus gue tau itu urusan mereka bukan urusan gue" jawab amora ini belum saat nya amora jujur pada ke dua sahabatnya apa lagi pada lovina amora takut jika terjadi sesuatu yang bisa mengancam nyawa lovana.

"bener juga sih"

tidak lama mobil yang mereka kendarai pun berhenti di sebuah rumah milik lovina

"eh udah sampe aja"

lovina turun dari mobil itu tak lupa mengucapkan terimakasih pada amora dan rara

"makasih ya, kalian hati hati ya di jalan"

"elah ke sama siapa aja lo lov" ucap rara

"kalo gitu gue masuk dulu ya"ucap lovina berjalan masuk ke dalam rumah amora mentap lovina dengan pandangan sulit di artikan.

"kapan ini berkahir"batin amora mentap yang sudah menghilang dari pandangannya.

"lo napa natep lovina segitu nya anjr"heran rara akhir akhir ini amora sangat aneh.
amora menjalankan mobil nya menuju rumah rara.




Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 02, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

BOS MAFIA [revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang