Chapter 8

6.6K 168 6
                                        


ceklek....

suara pintu terbuka
"a-ayah" lirih lovina manatap sang ayah yang berdiri di depan pintu gudang

"benar apa yang di bilang ibu mu lovina, kalo kamu ga pulang semalaman? " tanya farhan menatap lovina tajam

"iya ayah, tapi lovina waktu itu udah mau pulang cuma pada saat di perjalanan lovina di tabrak mobil, trus orang itu bawa lovina ke rumahnya" ujar lovina, menundukkan kepala nya.

"dia bohong mas buktinya dia baik baik saja gak ada yang luka sama sekali" sinis nisa

"ga ayah lovi ga bohong yah" ujar lovina, meyakinkan sang ayah bahwa ia tidak berbohong

"liat ayah kaki lovi luka karena di tabrak mobil" ujar lovina sambil memperlihatkan kaki nya yang sudah di baluti oleh perban.

farhan yang melihat kaki sang anak di perban seperti itu, membuat dirinya khawatir dengan keadaan lovina.

"baiklah kamu pergi lah kekamar mu lalu istirahat" ujar farhan

"makasih ayah" lovina berjalan menuju ke kamar nya dengan pincang.

"mas kok kamu izinin dia keluar si" ucap nisa merasa kesal dengan farhan

"jangan terlalu berlebihan pada anak ku nisa, bagaimana pun dia juga anakku" ujar farhan, setelah itu pergi meninggalkan nisa sendiri.

"dasar anak sialan" gumam nisa merasa geram dengan sang suami

tak terasa siang berganti malam menyelimuti setiap bumi dengan kegelapan malam.

"enggh"

"jam berapa sekarang" ujar lovina

"gilak jam 8 cuy, lama bangett gue tidur" ujar lovina bangun tidur, ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya

"laper deh " gumam lovina, setelah selesai mandi segera berganti pakaian agar iya bisa kedapur untuk melihat ada makan atau gak.

"ke dapur aja deh kali aja ada makanan" lovina berjalan menuju dapur, sesampainya di dapur lovina melihat  bi inah atau membantu yang sudah lama bekerja di rumahnya sejak lovina masi kecil.

"bi ada makanan ga? " tanya lovina

"eh, aduh neng bikin bibi kaget aja" ucap bi inah kaget dengan munculnya lovina secara tiba tiba si sampingnya.

"hehe maaf bi" cengesan lovina

"non mau makan ya?" Tanya bi inah

"iya bi, ada makanan ga?" ujar lovina menatap bi inah

"ada kok non, ini non" ujar bi inah yang memberikan lovina makan yang ia buat tadi sore. lovina menerimanya dengan senang hati jujur saja dirinya benar benar sangat lapar karena tidak di beri makna oleh ibu tirinya itu.

"eh bi dua Manusia ular itu mana bi?" tanya lovina ia heran kemana pergi nya dua manusia itu.

"non ini ada ada saja nyebutin orang, nyonya nisa dan nona raisa lagi keluar non ke mall kayaknya non" ujar bi inah terkekeh dengan nona yang satu ini terkadang ia merasa iba dengan lovina karena perlakuan yang di dapatkan oleh ibu tirinya.

"ouh, pantes aja ni rumah tentram aman dan damai" ujar lovina, setalah selesai makan iya berjalan menuju kamarnya tak lupa berpamitan pada bi inah

"bibi lovina kekamar dulu yaa" ucap lovina

"iyaaa non"

"gue udah 3 hari ga masuk sekolah dan masuk kerja gue takut klo nanti ka vana pencat gue karena gak masuk kerja tampa alasan, gue sekolah aja kali ya besok" Ujar lovina menatap ke arah luar jendela kamar nya.

"fiks besok gue harus sekolah setelah pulang sekolah gue harus mampis ke cafe" ucap nya setelah itu ia masuk ke kamar nya dan membaringkan tubuh di atas kasur  untuk tidur.

di mansion besar......

"bagaimana dengan gadisku bondan?"tanya dingin Darren, darren telah mengirim beberapa mata mat untuk mengawasi gadisnya.

"Pada saat nona sudah sampai di rumahnya nona di seret oleh ibu tirinya. Lalu mengurung nona di dalam gudang taun nona juga tidak di beri makan semalam 2 hari tuan"jawab bondan dengan  wajah menunduk

"jalang sialan!!" Ucap Darren benar-benar emosi dengan ibu tiri dari gadisnya itu rasanya ia ingin menguliti mereka hidup memotong tubuh mereka jadi beberapa bagian.

bondan melihat kemarahan sang tuan, menjadi merinding sendiri "gilak ngeri bngt anjr" batin bondan

"perketat keamanan gadisku, dan jaga gadis ku dari ke jauhan jangan sampai dia terluka jika sampai gadis ku terluka maka aku akan memanggal kepala mu bondan" ujar datar Darren 

"b-bik tuan" gugup bondan

"keluar"

setelah bondan keluar dari ruangan nya, Darren kemabli fokus pada layar ponsel nya melihat apa saja yang di lakukan gadis nya saat ini.

Darren sudah mengklim lovina sebagai gadisnya entah apa yang membuat nya tertarik dengan gadis itu hingga membuat seperti ini yang jelas menurut nya "dia gadis yang berbeda tdk seperti gadis di luar sana dan aku menyukainya"saat Darren berdekatan dengan lovina ia merasa nyaman berada di dekat lovina. 

Pada saat dirinya pertama kali melihat mata teduh itu ia merasa ada aliran listrik yang menariknya untuk melindungi gadis itu. membuatnya merasakan getaran aneh dalam dirinya seperti ada ketertarikan pada gadis itu.

"sebentar lagi, kau akan menjadi milikku Lovina queen gercia "ujar Darren menatap foto di layar headphonenya foto seorang gadis yang tengah tersenyum di layar itu.








TCB
jangan lupa vote ya
sampai jumpa di bab selanjutnya

BOS MAFIA [revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang