chapter 4

8.9K 239 4
                                        

malam menjelang pagi sekarang pukul 06:45 AM, di sebuah kamar yang bernuansa hitam dan abu abu seorang gadis yang masih tertidur nyenyak seakan iya engan untuk membuka mata

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

malam menjelang pagi sekarang pukul 06:45 AM, di sebuah kamar yang bernuansa hitam dan abu abu seorang gadis yang masih tertidur nyenyak seakan iya engan untuk membuka mata.

heung...

suara lengkuhan yang berasal dari gadis itu "kok kasur gue jadi empuk gini, perasaan kasur gue kan keras " ucap gadis itu yang masih tidak menyadari bawah ia sendang berada di kamar orang lain.

lovina queen gercia, itulah nama gadis itu yang kerap disapa lovina atau lovi, anak dari sepasang suami istri bernama farhan mahendra dan kirana reynold alanggara tapi pada saat ibunya melahirkan lovina kirana merengang nyawa, beberapa tahun ibunya meninggal ayah lovina menikah lagi hal itu membuat lovina sangat sedih hari demi hari ia lewati seiring berjalannya waktu sifat ayahnya mulai berubah farhan terkadang melampiaskan emosi nya kepada lovina walaupun begitu lovina sangat menyayangi sang ayah.

Lovina membuka matanya lalu mengucek' matanya agar penglihatan nya jadi lebih jelas "HUAA GUE DIMANA" teriak histeris lovina menyadari kali tempat ini bukanlah kamarnya ia segera bangkit dari tidurnya dan pada saat lovina ingin berjalan keluar pintu itu terbuka dan

ceklek

suara pintu terbuka, lovina yang mendengar seseorang membuka pintu segera naik ke kasur dan masuk ke dalam selimut untuk bersembunyi di bawah selimut.

"ya tuhan tolong gue, gue masi pengen hidup Tuhan gua belum dapat suami berondong lagi" gumam lovina, takut karena siapa tau orang itu akan membunuh nya lalu mengambil organ tubuh nya kan ga lucu.

"Kalo gue beneran di culik pasti tempatnya jelek trus usang, tapi ini kok tempatnya bagus ya mana mewah lagi" batin lovina merasa heran dengan apa yang terjadi pada dirinya.

orang itu adalah Darren Lucifer clean dirgantara atau kerap disapa darren dia seorang mafia terbesar di negara ini memiliki cabang perusahaan di mana mana ia terkenal dengan kekejamannya ia tidak memandang umur jika ada seseorang yang berani mengusiknya wajahnya yang datar, dingin cuek, dan tegas memiliki ketampanan di atas rata rata banyak wanita yang mengejarnya tapi dirinya tidak tertarik bahkan banyak dari mereka rela menyerahkan tubuh mereka secara cuma cuma, ayolah siapa yang berani dengan mr.lucifer bisa bisa mereka hanya tinggal nama saja.

darren membuka pintu kamar, dia terkekeh mendengar ucapan gadis itu meskipun pelan tapi Darren masi bisa mendengar nya hal itu membuat dirinya gemas dengan tingkah gadis itu

"siapa lo hah?" ucap lovina dari balik selimut

"kau tidak ingat?" Tanya balik Darren berjalan mendekat kearah gadis itu membuat lovina waswas melihat pria itu berjalan menuju kearahnya

"eh eh eh mau ngapain lo hah" ujar panik lovina jujur saja ia sangat takut dan ingin pulang saja

"apakah kau tidak ingat apa yang terjadi semalam?"tanya datar Darren terus berjalan mendekat keraah lovina dan berusaha membuka selimut yang menutupi seluruh tubuh lovina

"OHH ASTAGAH!! GUE INGAT SEKARANG!!" pekik lovina hingga membuat darren terkejut karenanya lovina membuka selimut yang ia kenakan.

"tapi kok dia bawa gue ke sini ya atau jangan' dia mau bunuh gue terus terus dia mau jual organ tubuh gue" gumam lovina kembali menyembunyikan dirinya di bawah selimut
Darren terkekeh mendengar gumam gadis itu.

"sudah ingat?" lovina yang mendengar itu hanya mengangukan kepalanya di balik selimut

"buka selimut mu gadis pendek"

"g mau nanya lo bunuh gue terus lo ambil organ tubuh gue buat di jual" ucap lovina

"buka atau saya perkosa kamu sekarang juga" ancam Darren

"eh jangan iya iya tak buka" jawab lovina ia takut di apa'in sama orang itu

lovina, membuka selimut itu dan iya melihat seorang pria berdiri di pinggir ranjang dengan stelan jas hitam pria tepat di depan nya sambil memasukkan tangan nya di kantong celana nya siapa lagi kalo buka Darren.

"LO YANG SEMALAM KAN" pekik lovina

"jangan teriak ini bukan hutan" datar Darren, ia heran kanapa gadis di depan nya hobi sekali berteriak.

"lo bakan nya om' yang semalam nabrak guaa ya" ucap lovina

"hm"

"lo ngapain bawa gue ke sini' atau jangan lo mau nyulik gue lagi"

"ck saya tidakmenculik mu gadis pendek sepertimu, semalam kau tertidur di mobil saya, karena saya malas membangun mu jadi saya bawa saja ke sini" jelas Darren, wah ini adalah rekor pertama Darren berbicara panjang di depan seseorang.

"iya kah" ucap lovina

"hm"

"lo pasti sengaja kan bawa gue, lo mau modus kan"

"ck cerewet"

"terserah gue lah mulut' gue kok"sinis lovina

"mandi" ucap datar Darren

"hah apa om gue ga ngerti, klo ngomong jangan singkat' napa om"

"segerahlah mandi gadis pendek" ucap Darren, seperti ia harus punya ekstra kesabaran menghadapi gadis di depan nya ini.

"bilang kek, jangan ngejek" sinis lovina karena di katai pendek oleh Darren

"terserah saya lah mulut' saya kok" ucap Darren, mengikuti gaya bicara lovina

"dih najis lo om" ucap lovina

"apa kmu bilang" ucap Darren bisa' gadis ini mengatai nya

"heheh berjanda om" cengesan lovina

"mandi sana" kesal Darren pada gadis di depan nya ini

"tapi gue ga punya baju ganti om, masa saya harus pake baju ini lagi" ucap lovina

"nanti saya siap kan kamu baju" ucap Darren

"kamar mandi nya di mana om? " tanya lovina

"di sebelah kiri" jawab Darren

lovina segera berjalan menujukan kamar mandi yany di tunjuk oleh Darren. setelah itu darren menyuruh bondan membeli perlengkapan untuk gadis itu.


gimana gimana suka gak? btw jangan lupa vote ya

BOS MAFIA [revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang