chapter 34

2.2K 48 4
                                        

"akhirnya selesai juga" ujar lovina yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya

"lov kita duluan ya balik nya keburu tengah malam" pamit fara pada lovina

"iya kak hati hati ya" ucap lovina 

"Iya lo juga hati hati ya"balas fara meninggalkan lovina yang masi duduk di kursi cafe

"sipp ka"

"kalo gitu gue juga ganti baju deh" ucap lovina menuju ruang ganti

"saatnya pulang dan istirahat kangen berat sama kasur gue" ucap lovina berjalan keluar dari cafe 

"huff dingin bangat malam ini"ucap lovina jalanan mulai sepi karena waktu menunjukkan pukul 22.29 

"arghh"

"suara apa itu" ucap lovina saat melewati gang gelap terdengar sepretinya suara ke sakitan

lovina melihat kanan kiri tapi tidak ada siapapun atau hanya halusinasinya saja pikirnya tapi suara itu sepretinya orang yang kesakitan

dor dor

saat akan melanjutkan langkahnya lovina mendengar suara tembakan hal itu membuatnya terkejut lovina perlahan berjalan menuju gang gelap saat iya akan berjalan lebih dekat lovina melihat seseorang dengan jubah serba hitam dengan pistol di tangannya.

mata lovina melihat ke bawah seroang pria tergelatak tidak sadarkan diri dengan kepala mengeluarkan darah begitu banyak  
lovina semakin takut melihat begitu banyak darah yang berceceran di mana mana sepretinya pria itu mati.

"sebaiknya gue keluar bisa bisa gue yang di bunuh nanti"batin lovina berjalan perlahan keluar dari gang gelap itu namun saat akan  melangkah ada sebuah tangan memegang lengannya.

deg

"bunda lovina mau pulang hiks" batin lovina rasanya dirinya ingin menghilangkan dari sana saat ini juga.

"hai gadis kecil, kamu ingin kemana hm?" ucap pria itu

lovina membalikan tubuhnya gugup itulah yang iya rasakan saat ini
"hehe om aku mau pulang om tolong tangan aku di lepasin ya om"ucap lovina dengan senyum konyol nya

Lovina tidak dapat melihat wajah pria itu karena pria itu mengenakan topi dan masker hitam lovina hanya dapat melihat mata pria itu tapi lovina merasa tidak asing dengan mata itu seperti pernah melihatnya tapi dimana pikirnya

"aku janji ga bakal bilang siapa siapa kok om suer" ucap lovina sambil peace ✌️

"begitu kah" ucap pria itu mengangkat pistolnya tepat di kepala lovina

lovina melihat itu semakin gemetar ketakutan " oh ya tuhan selamatkan aku dari orang gila ini" batil lovina berdoa agar dia selamat dari pria di depannya saat ini 

"eh eh om sumpah aku ga bakalan kasi tau siapa siapa kok tenang aja"

"om tolong turunin pistol nya dong om" ucap lovina dengan mata berkaca kaca

"jika kamu ingin saya lepaskan saya memberi kamu 2 syarat"

"yaelah pake syarat segala lagi nih orang tinggal lepasin aja apa susah nya sih"batin lovina 

"oke kalo gitu apa syaratnya?"tanya lovina 

"jika kamu ingin selamat lari lah sejauh mungkin tapi saat saya menangkap mu kamu harus ikut denganku" ucap pria itu sambil menatap lovina  

"oke kalo gitu"ucap lovina walaupun dirinya tidak yakin apakah iya bisa

"lari lah"ucap pria itu melepaskan tangan lovina tanpa basa basi lovina berlari sekuat mungkin

"gue harus cepat cepat lari biar cepat sampe di rumah" ucap lovina terus berlari  

pria itu melihat lovina berlari terkekeh
"larilah sejauh mungkin sayang sejauh apapun kamu berlari aku akan tetap menangkapmu"ucap pria itu membuka maskernya. 

(hayo tebak siapa)




" hufff akhirnya gue sampe juga" ucap lovina mengantur nafasnya dirinya seperti sendang di kejar setan saat ini tapi ini lebih menyeramkan dari pada setan.

saat ingin membuka pintu seseorang membukanya lebih dulu
"dari mana saja kamu hah jam segini baru pulang" ucap nisa baru saja membuka pintu

"lovi baru saja pulang kerja buk" ucap lovina

"alah lasen tuh ma paling dari ngejalang ma"ucap raisa yang sedang duduk di ruang tengah

"masuk cepat dan tidak ada makanan untukmu"ucap nisa

tanpa banyak omong lovina bergegas masuk ke dalam berjalan menuju kamarnya 

"hutff akhirnya gue bisa istirahat" ucap lovina merebahkan tubuhnya di kasur miliknya

lovina menatap langit langit kamarnya
"bun lovina kangen ibu, ibu kok gak pernah datang ke mimpi lovina"lirih lovina

"bunda tau ayah sekarang udah berubah bun ayah bukan orang yang kita kenal ke dulu lagi bun"

"bunda mampir ke mimpi lovina ya malam ini lovina kangen bunda"lirih lovina menghampus air matanya tanpa lovina sadari dari arah luar pintu ada farhan berdiri di depan pintu

farhan mendengar ucapan lovina membuat dirinya sedih merasa bersalah apakah dirinya selama ini kurang memperhatikan anak pikirnya

"maafin ayah nak"ucap pelan farhan menatap pintu kamar lovina 

"Dari pada sedih gue mau mandi deh"ucap lovina berjalan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya

BOS MAFIA [revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang