lovina pelepasakan pelukan dari Darren, Darren yang menyadari itu membuat Darren merasa sedih secara dia ingin memeluk gadisnya lebih lama lagii.
"Om sepeda gue gimana kok belum di balikin si"ucap lovina
"tentang sepeda mu, biar bawahan saya yang membawakan ke rumah mu besok"
"oke kalo gitu gue mau balik dulu ya kak" ucap lovina yang ingin beranjak dari tempat berdirinya tapi sebuah tangan menghentikan nya.
"tunggu, biar saya antar" ucap Darren menghentikan lovina
"ga usah om udah dekat kok rumah gue" tolak lovina
"sy tdk butuh penolakan mu, dan berhenti memanggilku om sy bkn om kamu" ucap datar Darren
"terserah kau saja, yayaya" lovina, dengan terpaksa mengikuti Darren seperti anak ayam yang mengikuti induk nya.
"bersihkan mayat itu"pintah Darren pada bawahannya
"baik tuan"
"ni orang ke es kutub utara aja, dingin bener kalo ngomong ke es batu mana mukanya datar lagi ke tembok" batin lovina menatap Darren
"berhenti mengejek ku"Ucap Darren, hal itu membuat lovina kaget
"dia cenayang ya" batin lovina
"saya bukan cenayang lovina, masuk cepatt"ucap Darren, lovina buru buru masuk ke dalam mobil
mobil itu berjalan menuju ke tempat tujuan meraka, di perjalanan hanya ada keheningan tak ada yang berbicara sibuk dengan pikiran masing-masing.
tak berselang lama mereka pun sampai di rumah lovina, lovina turun dari mobil itu di ikuti oleh Darren
"loh kaka knp ikut turun juga" ucap lovina heran kenapa orang ini ikut turun juga.
"sy ingin mengantar mu samapai di rumah" ucap Darren
"eh ga usah kak soalnya jalan nya kotor apa lagi lewat gang sempit bnyk becek nya" tolak lovina
"sy tdk perduli" ucap Darren
"cepat sana jalan" lanjut nya
"ck terserah kaka saja deh" Pasrah lovina, lovina pun berjalan melewati gang sempit itu hingga mereka sampai di rumah yang lumayan kecil dan agak kebesaran lah.
sebenarnya ada jalan lain tapi itu membutuhkan waktu yang cukup lama jika lewat jalan itu jadi lebih baik lewat di gang sempit itu, lebih cepat sampai nya.
"ini rumah mu? " tanya Darren
"iya kak"
tok tok tok
"mama lovina pulang" ujar lovina
ceklek
"ck baru pulang kamu hah, abis dari ngejalang ya" ucap sinis nisa, nisa tidak menyadari bahwa ada orang di samping lovina.
"eh kamu siapa" ujar lembut nisa melihat pria tampan di samping anak tirinya ini, nisa benar-benar terpesona dengan ketampanan pria di depannya bahkan pria di depan nya seperti bukan orang biasa. "seperti nya dia orang kaya" batin nisa.
"sayang kamu kok ga bilang si kalo ada tamu" ucap nisa menjadi lembut.
hal itu membuat lovina terkejut " drama di mulai" batin lovina, pasti ibu tiri nya berlaku lembut karena pria di samping nya ini. "ah aku punya ide" batin lovina.
"iya mah ini pacar aku" ucap lovina, sambil memperkenalkan Darren sabagai pacar nya, tentu saja Darren terkejut dengan apa yang di katakan gadisnya ini.
lovina yang menatap Darren sambil mengedipkan matanya agar Darren mengikuti permainannya
Darren yang melihati merasa gemas"ah gadis ku ternyata selain mengemaskan dia pintar juga dalam berakting" batin Darren. dengan senang hati Darren mengikuti permainan gadisnya ini.
"d-dia pacar kamu sayang? " tanya nisa tak percaya sial kenapa gadis ini mendapat seorang laki-laki yang sangat tampan, tidak bisa di biarkan.
"iya mah"
"yasudah kamu ajak dia masuk kedalam" ucap nisa mempersilakan mereka masuk kedalam
"sayang kamu duduk di sini dulu ya aku mau ke atas ganti baju" ucap lovina
Darren yang mendengar pangilan sayang dari lovina menjadi kesenangan ah rasanya iya ingin mengurung lovina di kamar nya untuk dirinya sendiri "jantung sialan baru di panggil sayang aja udah ke lagi lari maraton ck" batin Darren
setelah itu lovina pun pergi ke kamar nya untuk mengganti pakaiannya.
sekarang hanya tinggal nisa dan Darren.
"kok kamu mau sama anak itu" ucap nisa tak suka.
"karena saya mau" ucap Darren dengan wajah datarnya
"mending kamu sama anak tante saja dia lebih cantik dari pada ank sialan itu loh" Ucap nisa
"anak yang ada sebut sialan itu pacar saya" ucap dingin Darren, menatap tajam ke arah nisa jika saja ia bisa membunuh wanita tua ini sekarang ia sudah pasti akan memanggal kepala nya saat ini jg.
"t-tapi dia itu tdk baik loh nak, dia itu jahat dia cuma menfaatkn kamu saja dia juga matre loh" ucap gugup nisa karena di tatap tajam oleh Darren nisa sengaja menjelek' lovina di depan Darren.
"saya tidak perduli " ucap dingin Darren
"ck sialan" batin nisa
"MAH AKU PULANG" teriak raisa
"aduh sayang jangan teriak, lagi ada tamu" ucap nisa menegur anaknya
"dia siapa mah" ujar raisa, raisa terpesona dengan ketampanan orang di depan nya ini "ganteng bngt pasti orang kaya dan tajir gue harus dapetin dia" batin raisa terus menatap Darren penuh minat
TCB
jangan lupa vote ya
sampai jumpa di bab selanjutnya
KAMU SEDANG MEMBACA
BOS MAFIA [revisi]
Teen Fictiontu-tuan " gugup sang supir, mendengar suara tuannya keringat dingin membasahi pelipasnya "knp? " tanya ke dua kalinya pria dingin itu dengan wajah datarnya. "Itu tuan gadis ini menangis minta tanggung jawab karena sepedanya rusak" jawab takut sang s...
![BOS MAFIA [revisi]](https://img.wattpad.com/cover/370322632-64-k438961.jpg)