di mobil...
"tuan seperti di depan sana ada seorang perempuan yang di seret oleh preman preman itu" ucap bondan menatap orang yg sedang di seretleh Preman' itu
"biarkan saja, bukam urusanku"ucap dingin Darren ia tdk peduli, dan bukan urusan nya juga bkn.
saat melewati preman preman itu bondan sempat melihat wajah perempuan itu dia merasa tidak asing " bukankah itu..." bondan terkejut dengan apa yang dia lihat barusan, ternyata itu nonanya.
"tuan....tuan itu nona lovina tuan"ucap bondan
ucapa bondan membuat Darren menoleh ke arah di mana preman itu menyeret lovina terkejut aura yang di keluarkan semakin kuat
"hentikan mobil nya sialan" ucap dingin Darren.
bawahan Darren melihat mobil tuan mereka berhenti pun menjadi heran, kenapa tuan mereka berhenti, apa yang sedang terjadi.
Darren segera turun dari mobil berjalan dengan cepat ke arah preman itu.
berani beraninya mereka menganggu gadisnya. lepaskan dia" ucap salah dari mereka.
"lepaskan gadisku" ujar dingin Darren
"seperti ada seorang pahlawan" ujar preman itu
"om" gumam lovina melihat Darren
"hiks tolong lovina om, dia mau ngelecehin lovina " ucap lovina sambil menangis pilu.
Darren merasa sakit mendengar surat tangis lovina hatinya seperti di tusuk pisau
Darren yang mendengar ucapan gadisnya menjadi emosi apalagi melihat darah di pinggir bibir gadis membuat dirinya naik pitam melihat nya gadis terlihat sangat kacau dan jauh dari kata baik' saja.
"lepaskan gadis ku atau saya akan...." ujar Darren terpotong karena preman itu menyela ucapan nya
"atau apa hah, jangan ikut campur dengan urusan kami lebih baik kalian pergi dari..." ujar preman itu terpotong karena sebuah tembak menembus kepala preman itu.
DOR DOR
Darren menembak preman itu 2 kali hingga membuat kepala preman itu hancur. lovina yang melihat itu terkejut tubuh menjadi gemetar dan ketakutan. preman lain yang melihat itu menjadi mati kutu karena ketakutan, mereka segera berlari tapi sebelum mereka berlari mereka di hentikan oleh bodyguard Darren.
"bawa mereka"ucap dingin Darren
"hiks hiks" tangis lovina kali ini dia benar-benar takut apa lagi dia melihat kepala preman itu hancur tepat di depan nya.
Darren mendengar suara isak tangis dari gadisnya pun mendekat ke arah gadis nya.
"shutt jangan menangis gadis kecil"ucap lembut Darren sambil menarik lovina kedalam pelukan nya
"om serem hiks" cicit lovina sambil terisak
Darren yang mendengar ucapan gadisnya hanya terkekeh. Mgadisnya ini benar-benar lucu.
hal itu membuat bodyguard Darren terkejut, apakah barusan tuan mereka ini tertawa hanya karena ucapan gadis yang berada di pelukan tuan nya ini, dan ini pertama kali nya mereka melihat tuan mereka tertawa.
"tenanglah gadis kecil, berhentilah menang atas dadamu akan sakit jiga menangis terus" ucaplembut Darren sambil mengelus kepala lovina agar gadis nya tenang.
lovina mulai tenang dan tangis nya mulai mereda. "sudah tenang? " tanya Darren menatap gadis nya.
"huum" lovina menganggukan kepala lucu dengan mata yang masih berkaca kaca.
"oh shi* kenapa gadis ku sangat mengemaskan humm" ujar Darren tertahan karena melihat tingkah lucu gadis nya.
bodyguard yang melihat itu meresa lucu dengan gadis yang berada di pelukan tuan mereka. Darren yang menyadari bahwa gadisnya di tatap orang bawahan tajam
mereka melihat itu menundukan kepala mereka bisa mati konyol mereka di sini
"alihkan pandangan kalian dari gadisku" ucap Darren menatap mereka tajam
mereka semua punya membalikkan badan mereka, dari pada mereka mati konyol di tangan tuan mereka, lebih baik cari aman saja bukan.
"om kenapa tembak preman itu, ngeri tau om" ucap lovina menatap Darren.
"dia sangat menyebalkan jadi aku menabrak nya saja" ucap Darren dengan santai.
"tapi kepala nya hancur om, padahal kalo matanya di ambil lumayan loh om" ucap lovina
hal itu membuat Darren tekejut dengan apapun yang di katakan gadis nya barusan, apakah dia tdk takut melihat hal yang barusan terjadi. gadis nya ini memang berbeda dan Darren menyukai
" apa yang kau lakukan di malam hari seperti ini gadis kecil "ucap Darren menatap lovina.
" tadi gue baru pulang dari kerja om "Ucap lovina
apa katanya bekerja bukankah gadis nya ini sedang sakit, kenapa dia bekerja harus nya kan dia beristirahat saja di rumah.
" kamu bekerja dengan keadaan seperti ini"ucap Darren
"hehhe iya om soalnya bosen di rumah mulu jadi gue kerja aja deh" ucap lovina
"jangan panggil saya om saya tidak setua itu " ucap Darren, padahal umur nya masi terbilang masih muda ck.
"trus panggil apa dong? " ucap 3 lovina menatap Darren dengan tatap lucu
"kenapa kmu sangat lucu hm" ucap Darren sambil mencubit kecil hidung lovina dengan gemas.
"panggil saya Darren atau kaka" ucap Darren
"ah jelek cocokan juga panggil om" ucap lovina
"apa kamu bilang" ucap Darren enak sajaa umur ini masi muda masi sudah di panggil om sih.
"berjanda om elah baperan amat" ucap lovina
jika saja didepan nya saat ini adalah orang lain sudah dia pastikan bahwa orang itu akan mati di tangannya tapi sayang orang di depan nya saat ini adalah gadisnya.
TCB
jangan lupa vote ya
sampai jumpa di bab selanjutnya
KAMU SEDANG MEMBACA
BOS MAFIA [revisi]
Teen Fictiontu-tuan " gugup sang supir, mendengar suara tuannya keringat dingin membasahi pelipasnya "knp? " tanya ke dua kalinya pria dingin itu dengan wajah datarnya. "Itu tuan gadis ini menangis minta tanggung jawab karena sepedanya rusak" jawab takut sang s...
![BOS MAFIA [revisi]](https://img.wattpad.com/cover/370322632-64-k438961.jpg)