wah wah pasti kalian gaa sabar nunggu kelanjutannya ceritanyakan aku bakal usahain buat sering sering up selagi ada waktu.
makasih yaa jangan lupa kasi support buat cerita ini karena ini sangat penting buat author amatir seperti aku.
jangan lupa vote sama komen ya, typo bnyk bertebaran jadi bijaklah dalam membaca.
•
•
•
•
•
2 bulan telah berlalu, seiring berjalannya waktu lovina sering melakukan check up sekali seminggu dan selalu di temani oleh ayah nya.
Darren akhir akhir ini ia jarang lihatnya entah kemana perginya pria itu hilang tanpa kabar begitu juga dengan teman teman darren mereka tidak pernah terlihat di sekolah.
ibu tirinya yang sering keluar rumah lovina jadi merasa tentram tanpa ada gangguan dan kekerasan dari ibu tirinya entah apa yang di lakukannya di luar sana nisa selalu pulang malam dengan kadaan mabuk membuat sering kali marah dan berakhir mereka berdua bertengkar.
sama hal nya dengan raisa yang sering mengisap di rumah temannya jarang pulang ke rumah.
Tok tok tok....
Ceklek
"ibuu"
"Kamu, kenapa kamu ada di sini hah harusnya waktu itu aku membunuh mu saja cih"ucap nisa kadaan mabuk
"ibu baik baik saja"ucap lovina dirinya sedikit khawatir dengan kadaan ibu tirinya saat ini telihat kacau.
"gak usah sok peduli kamu ini semua juga gara gara kamu andai saja waktu itu kamu mati pasti saat ini kami sudah bahagia tanpa ada kamu sialan"marah nisa
"..."
"dasar jalang kamu sama saja seperti ibu kamu jalang"
"anda jangan pernah hina bunda saya"tekan lovina tidak terima dengan ucapan nisa
"kenyataan nya begitu ibu adalah seroang jalang dia"
plakk
lovina menampar nisa hingga wajah nisa tertoleh ke kiri
"berani berani nya kamu menampar saya!"marah nisa merasakan sakit bagian pipinya
"sudah ku bilang jangan pernah hina bunda saya sialan"marah lovina menatap tajam nisa tangannya terkepal kuat, lovina tidak masalah jika dirinya dihina tapi lovina tidak terima jika orang orang menghina bunda.
"KAMUU!!!"bentak nisa
"ingat cepat atau lambat ayahku akan mengantahui semau perlakuanmu pada ku, mungkin saat ini aku tutup mulut tapi saat hari itu tiba kau akan mati di tanganku begitu juga dengan anak mu"tegas lovina pergi dari sana meninggalkan nisa yang masi berdiri di sana dengan wajah merah menahan emosi, tangannya terkepal kuat.
"akhhhh sialan aku akan membunuhmu jalang!"teirak nisa, nisa berjalan menuju kamarnya tanpa mereka sadari dari tadi farhan melihat pertengkaran mereka.
"aku harus mencari tau sesuatu"batin farhan
"kamu mabuk lagi?"tanya farhan yang baru saja membuka pintu kamar
"eh mas udah pulang"kikuk nisa
"saya tanya kamu mabuk lagi" datar farhan
"cuma dikit kok mas, kamu kenapa sih mas"
"lihat pakain kamu sangat terbuka, beda sama Jennifer"menatap jijik nisa entah hal bodo apa membuat dirinya menikahi perempuan ini
"kamu kenapa sih mas, gausah bawa bawa jalang itu aku beda dengannya"marah nisa dirinya tidak terima di banding bandingkan dengan Jennifer
"kau dan Jennifer sangat berbeda jauh"
"MAS STOP BISA GAK SIH GAUSAH BANDING BANDINGIN AKU SANA JENNIFER"bentak nisa
"kenapa? memang itu kenyataannya nisa"
"Jennifer Jennifer Jennifer, kamu selalu sebut nama itu saat kita bercinta dan sekarang kamu membanding bandingkan aku dengan istri kamu yang udah mati itu cih"marah nisa menatap farhan
"ingat nisa sampai kapanpun kamu gak akan pernah bisa gantiin posisi Jennifer"mentapa nisa
"wanita itu bahkan di saat dia sudah mati, sangat membuat ku gila"batin nisa mengepalkan tangannya.
nisa keluar dari kamar meninggalkan farhan sendiri di dalam yang masi berdiri di sana
......
"ayah apakah harus selalu rutin check up seperti "ucap lovina yang baru saja menyelesaikan pemeriksaan.
"tentu saja sayang, agar kamu bisa cepat sembuh."senyum farhan menatap sendu lovina
"apakah jika aku tidak bisa sembuh aku bisa ketemu bunda di sana"ucap lovina ngelantur mendengar itu farhan menatap lovina apa yang di maksud lovina dengan ucapan seperti itu.
"hei hei, jangan pernah berucap seperti itu ayah tidak suka. ayah bakal usahain apapun itu demi kesembuhan kamu"jelas farhan ia tidak suka dengan ucapan sang anak tadi.
lovina manatap farhan, berharap dirinya bisa lekas sembuh dari penyakit yang dirinya alami. apakah bisa bertahan lama atau malah sebaliknya.
"jangan pernah berfikir seperti, karena hal itu tidak akan pernah terjadi"tekan farhan
"lovina"panggil farhan
"iyaa"lovina menatap farhan
"ceritakan sama ayah sebenarnya apa yang terjadi padamu selama ini, ayah melihat kamu sepertinya menyembunyikan sesuatu dari ayah"ucap farhan, ia curiga dengan tingkah putrinya dan istrinya sama anak tirinya mereka seakan menyembunyikan sesuatu dari dirinya.
di saat farhan menemukan lovina berada di rumah dengan kedaan buruk membuat dirinya semakin curiga, bahkan lovina tidak bercerita dengan apa yang terjadi pada dirinya di waktu itu.
"apakah aku harus menceritakannya tapi aku takut ayah dalam bahaya, kedua wanita ular itu tidak bisa di anggap remeh"batin lovina
melihat lovina terdiam membuat farhan menghela nafas.
"baiklah jika kamu tidak ingin cerita sekarang, tapi jika terjadi sesuatu tolong beritahu ayah"ucap farhan
"iyaa ayah"
"aku harus merencanakan sesuatu, tapi dengan keadaan seperti membuat diriku terlihat lemah cih " batin lovina menatap ke arah luar jalan.
KAMU SEDANG MEMBACA
BOS MAFIA [revisi]
Teen Fictiontu-tuan " gugup sang supir, mendengar suara tuannya keringat dingin membasahi pelipasnya "knp? " tanya ke dua kalinya pria dingin itu dengan wajah datarnya. "Itu tuan gadis ini menangis minta tanggung jawab karena sepedanya rusak" jawab takut sang s...
![BOS MAFIA [revisi]](https://img.wattpad.com/cover/370322632-64-k438961.jpg)