chapter 9

6.5K 150 3
                                        


malam menjelang pagi burung berkicau di perkarangan pohon membuat siapa saja yang mendengarnya akan terbangun.

06:24 wib

kringg kringg kirngg

"apa si berisik bngt anjr ni alarm" kesal lovina dengan suara berisik alarm

"jam berapa sih sekarang" ovina melihat ke arah jam yang sempat dia matikan tadi dan...

"BANGKEK GUE BISA TELAT KALO GINI ANJR ALARM SIALAN" teriak lovina meretuki nasibnya, lovina bergegas berlari ke arah kamar mandi membersihkan dirinya.

setelah beberapa menit di kamar mandi lovina pun keluar dengan serangam sekolah nya.

"nah selesai waktunya sarapan tapi kalo telatcgimana ya?" Ucap lovina, dia berjalan menuju ruang makan.

"ngapain lo duduk di situ, lo makan di dapur aja sana" sinis raisa merasa tidak suka dengan keberadaan lovina

"raisa ga sopan ngomong kaya gitu nak, dia itu kaka kamu"tegur farhan kepada raisa

"Ayah belain dia"ucap raisa, dia tidak suka jika ayahnya ini membala lovina di depannya.

"ayah bukan membela nya raisa ayah hanya memperingati mu" ujar farhan

"tau ah"kesal dengan ayahnya

"mas kok malah belain dia si mas" ujar nisa menatap tak suka pada lovina

"sudahlah, kamu lovina sekarang duduk di tempat kamu dan makanlah nanti kalianterlambat" ujar farhan, menyuruh lovina untuk duduk di tempatnya.

"iya ayah"ucap lovina merasa senang karena ayahnya masi menyayanginya

mereka makan dengan keheningan tidak ada perbincangan atau candaan. setelah selesai melakukan sarapan pagi mereka berangkat sekolah dan berangkat ke kantor tidak lupa untuk berpamitan.

"ayah ibu raisa pamit ya" ujar raisa

nisa yang melihat lovina akan berpamitan kepada nisa beranjak dari tempatnya pergi meninggalkan farhan sendiri.
"ck dasar emak emak uler" batin lovina

"ayah lovina pamit" ujar lovina

"kamu hati hati ya sayang"ucap farhan sambil mengelus kepala sang anak.

"siapp pak boss"ucap lovina, iya berjalan pergi dari sana menuju halte bus, tidak berselang lama busnya datang lovina memasuki bus itu dan duduk tepat di samping jendela 

tidak lama busnya telah sampai di perkarangan sekolah dia pun turun dari bus itu berjalan memasuki arena sekolah. saat berjalan ia mendengar seseorang memanggil namanya dari kejauhan.

"LOVINA" teriak seorang perempuan yang bernama rara alexsia hermawan.
rara adalah sahabat lovina sejak menduduki bangku dasar.

"ga usah teriak" ujar datar seorang perempuan di samping rara yang bernama amora zendra dirgantara, amora juga sahabat lovina mereka berteman sejak amora pertama kali memasuki bangukur smp. Amora adalah sepupu dari Darren.

"bisa ga si lo jgn teriak ra" ujar kesal lovina kepada sahabat nya.

"yaelah maap deh" ujar rara

"lo kemana aja anjr 3 hari ga masuk sekolah" tanya rara

"gue sakit hehe" bohong lovina, ia tidak ingin sahabat nya ini khawatir karena dirinya

"jangan berbohong" datar amora, menatap lovina dengan tajam dia merasa bawah lovina sedang berbohong padanya.

"g-gak kok, gue ga bohong" gugup lovina karena di tatap tajam oleh amora

"katakan dengan jujur lovina queen gercia" datar amora, mata lovina yang mulai berkaca kaca tidak lama lagi  dia akan menangis. (baru juga sekolah udah di intrograsi, huaa mau lari aja dari sinii) batinnya

"gue yakin pasti lovi ga lama lagi bakal nangis" batin rara iya sangat tau dengan sifat sahabatnya ini, yang sangat lah cengeng.

"hiks hiks" tangis lovina dia sudah tidak bisa menahannya.

"Nah kan bener apa guebilang" batin rara

"shutt jangan menangis " ucap amora, mendekat ke arah lovina, lalu menarik lovina ke dalam pelukan agar lovina tenang.

"jangan berbohong padaku lovina, kau tau bukan aku sangat tidak suka pada orang yang berbohong" ujar amora sambil mengelus kepala lovina lembut

"iya hiks maaf amora" isak lovina memeluk erat amora iya merasa tenang dengan pelukan yang di berikan oleh amora.

"sudah jangan menangis ya nanti gue traktir es krim" ujar lembut amora

"bentar ih aku masi mau peluk" Ucap lovina yang masi senantiasa berada di pelukan amora.

"ada syaratnya tapi" ucap amora

"apa syaratnya? "Tanya lovina, menatap amora dengan mata yang masi berkaca kaca dengan hidung yang memerah pipi yang bulatnya

" oh shitt ini sangat mengemaskan "Batin amora tak tertahan melihat wajah lovina saat inj

" sial knp lovi jadi mengemaskan seperti ity anjr gue jadi pengen cubit pipi nya"batin rara merasa gemas dengan lovina

"kenapa kalian berdua natap gue kek gitu" ucap lovina merasa heran dengan kedua temannya.

"gapapa tuhhh " jawab rara sambil membuang muka kearah lain

"syaratnya adalah jelaskan apa yang terjadi pada kakimu yang di perban seperti itu dan knp bisa kau tidak masuk sekolah selama 3 hari" ucap amora yang menyadari bawah kaki lovina yg masi di baluti oleh perban yang ia sudah ganti.

"mati gue" batin lovina

"iya deh iya nanti gue jelasin" Ujar Lovina

"baiklah, kelas"datar amora

" si batu ngomong apa lov"bisik rara

"amora ngajak ke kelas rara dodol" ujar lovina di antara mereka bertiga lovina lah yang paling pendek, bahkan lovina terlihat seperti bukan anak sma melaikan seperti anak smp.

KRINGG
(sekarang waktunya masuk kelas jam pelajaran akan segera di mulai)

bel masuk punya telah Berbunyi dan semua para murid di sana bergegas memasuki  kelas mereka masing-masing.

"hari ini ibu siapa yang masuk? " tanya rara

"makanya liat jadwal " ujar lovina

"ga sempat cok"

"ibu sasa" ujar dingin amora

"udah makan? " tanya amora lembut kepada lovina sambil mengelus kepala lovina.

"udah tadi di rumah" jawab lovina

"ck giliran sm lovi aja lembut, lah kalo sama gue ke es bantu " ujar sinis rara

orang yang di sindir pun hanya acuh saja. fokus kedepan sambil menunggu guru masuk.











TCB
Jangan lupa vote ya
sampai jumpa di bab selanjutnya


BOS MAFIA [revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang