tu-tuan " gugup sang supir, mendengar suara tuannya keringat dingin membasahi pelipasnya
"knp? " tanya ke dua kalinya pria dingin itu dengan wajah datarnya.
"Itu tuan gadis ini menangis minta tanggung jawab karena sepedanya rusak" jawab takut sang s...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"anjr bu sasa kalo ngajar ga ngotak anjr cape gue ngecatet tuh materi" keluh rara merasa tangannya mari rasa
"bener, sampe sampe tangan gue sakit" ucap lovina melihat tangannya merah karena lelah menulis
"tangan lo sakit?" tanya amora menatap tangan lovina yang di sembunyi
"hehhe ga kok cuma sakit dikit aja" ucap lovina
"berikan tangan mu, biar ku lihat" ucap datara amora
lovina membrikan tangannya kepada amora, amora melihat tangan lovina merah karena mencatat terlalu banyak hingga membuat tangan lovina menjadi mereka seperti ini. "guru sialan" batin amora
"tangan gue gpp kok mor hanya merah dikit aja" ucap lovina dia takut kalo amora marah pada bu sasa hanya karena dirinya.
"apakah masi sakit? " tanya amora
"gak amora ini paling benturan doang mah " ucap lovina meyakinkan amora bahwa tangan tidak benar sakit hanya perih saja.
"baiklah"
"ke kantin yo, nanti ke buru abis jam istirahat kalo kita di sini mulu" ucap rara menarik tangan ke dua sahabat bnyk itu
"eh eh jangan narik narik juga napa elah" ucap lovina di tarik oleh rara lovina hanya pasrah saja
"bnyk bacot lo ayo cepetan" ucap rara tak sabaran merasa cacing cacing di perut mengamuk minta di beri makan
ketiga gadis sampai di kantin banyak murid yang ke sana kemari memesan makanan atau lain sebagainya
"ayo kita duduk di sana" ucap lovina
"ayok"
mereka bertiga berjalan ke arah bangku yang di tunjuk lovina setelah sampai mereka duduk di tempat masing-masing.
"biar gue yang pesan" ucap rara
"lo mau apa lo? " tanya rara
"gue bakso sama es teh" Jawab lovina
"tdk boleh" sahut dingin amora
"ayolah amora hanya kali ini saja ya ya ya" ucap memohon lovina kepada amora memang wajah melas
"tidak berarti tidak lovina" dingin amora dia tidak mau terpengaruh dengan wajah imut lovina
"tapi tidak ada es krim untuk selama sebulan penuh" lanjut datar amora lovina yang mendengar itu membelak matanya melotot
"Awas lo nnt matanya copot" ucap rara merasa kasian pada sahabatnya itu tapi dia merasa lucu melihat lovina seperti itu
"gak bisa gitu dong" ucap lovina tak Terima
"bisa" ujar amora
"yayaya gue pesen nasi goreng sm susu coklat" ucap lovina dengan pasrah daripada dia gaak dapet es krim sebulan.
"gadis pintar" ucap amora
"lo mor mau apa? "
"samain, tapi minumnya jus jeruk" ucap datar amora
"oke sip kalian tunggu di sini ya" rara pun segera pergi untuk memesan makanan untuk mereka bertiga.
bruk..
"aaa panas panas" ucap lovina kepanasan akibat terkena siram kuah bakso
"maaf hiks nara gak sengaja hiks" ucap perempuan itu sambil menangis, dia bernama nara aruma dermawan
"KALO JALAN ITU HATI ANJING!!" Bentak amora kepada nara, dia yakin bahwa gadis ini sengaja karena jarak mereka sedikit jauh dari letak berdirinya nara.
"hiks nara ga sengaja "tangasi nara menundukan kepalanya takut melihat amora
" lo yang salah kenapa lo yang nangis anj"ucap rara yang tiba-tiba muncul dari belakang nya sambil membawa nampan berisi makanan mereka
"hiks maaf akuu gaak sengaja"ucap nara sambil mengepal kan tangannya tapa di sadari oleh orang orang tapi ternyata amora menyadarinya
"sialan"batin nara manatap benci pada lovina
"hiks tangan gue sakit amora" tangis amora sambil melihat tangannya nya memerah karena terkena kuah bakso dan rasa sangat nyeri.
"gara-gara lo adik gue kesakitan anjing! " ucap tajam amora, amora sangat emosi sekarang karena gadis di depannya saat ini membuat adik nya kesakitan kerananya
"lo bakal tau akibatnya, karena buat adik gue terluka" ucap dingin amora, suasana kantin menjadi mencekram membuat semua penghuni menjadi merinding melihat amora yang marah.
"udah mor mending kita bawa lovina ke uks kasian tangannya harus segera di obati nanti tambah merah" ucap rara, menangkan lovina yang masi terisak.
"awas aja lo" sinis rara, menyenggol bahu nara, hingga membuat nara terjatuh ke lantai "sialan, liat aja gue bakal balas lo lovina" batin nara
lovina pun di bawa ke uks oleh ke dua teman, setelah itu tangan lovina pun segera di obati oleh dokter.
"selesai"
"ini obat nya jgnn lupa di minum ya dan juga harus pakai salep ini agar bekas melepuh nya hilang okeh" ucap sang dokter
"makasih dok" ucap rara
lovina tertidur sejak dari tadi, itu pun karena paksaan dari amora, amora masi senantiasa mengelus kepala lovina dengan lembut.
"amora gmn kalo kita bersenang hari ini" ucap rara dengan senyuman smrik nya
"ide yang bagus" ujar amora
di kantor compy dirgantara....
"tuan saya ingin memberitahukan sesuatu tentang nona lovina tuan" ujar bondan iya agak takut kalo nanti tuan nya akan marah besar.
"katakan" ujar dingin Darren
"Nona lovina tadi pada saat ingin melakukan sarapan ada seorang gadis yang sengaja menumpahkan kuah bakso ada nona dan sekarang nona lovina berada di uks karena tangan nona lovina mepelepuh."
Darren mendengar ucap bondan membuat dirinya naik pitam urat urat di leher terlihat sangat menonjol tangannya terkepal kuat.
BRAK....
Darren gebrakan mejanya hingga membuat meja mahal itu menjadi retak karena gebrakan yang kuat.
"SIALAN, APAKAH BAWHAAN TIDAK BECUS MENJAGA GADISKU HAH?!!" bentak Darren menatap tajam pada bondan, berita macam apa ini membuat dirinya emosi
TCB jangan lupa vote ya sampai jumpa di bab selanjutnya