drttttt drttttt
"al hp lo ada yang nelfon tuh" ucap david
"hm" alvero mengangkat telfon itu pergi menjauh dari tempat mereka.
setelah menerima telfon tersebut alvero kembali dengan wajah marah nya terlihat seperti sedang manahan emosi
alvero mendekat ke arah Darren lalu membisikan sesuatu
brakk
Darren memukul meja itu hingga retak membuat seisi kantin menatap ke arah mereka.
"sialan bagaimana bisa"geram Darren urat urat di leher terlihat sangat menonjol tangannya terkepal kuat menahan emosi
yang lain hanya menatap Darren takut apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat Darren semarah itu.
"kita ke sana sekarangg" ucap Darren dingin beranjak dari duduk nya sebelum Darren pergi dari sana sebuah tangan memegang lengannya.
"hati hati ya"ujar lovina menatap Darren iya sepretinya merasakan sesuatu dengan apa yang terjadi dengan pria di depannya saat iya.
Darren mendengar itu menatap lembut lovina yang awalnya dia emosi seketika hilang karena gadis di depannya ini.
"tentu" Darren mengusap kepala lovina lalu pergi dari sana meninggalkan area kantin
setelah kepergian ke 5 pria itu bel masuk pun berbunyi
ting ting
"udah yuk kita masuk"ajak rara
"yuk lah"
"eh hari ini ada tugas gak?"tanya lovina pada zamora yang fokus pada headphone nya
"gak ada" jawab zamora
"selamat saing anak anak" ucap guru
"siang pak"jawab mereka
"baik silahkan buka buku kalian"ucap guru itu
•
•
•
•
•
Darren dan ke 4 teman nya tiba di markas Darren masuk dengan aura mencekram membuat suasana di dalam sana semakin dingin
banyak barang yang berserakan di mana tempat mereka bisa bersantai kini hancur 3 mayat mati tergelatak di lantai dengan.
"SIALAN KENAPA KALIAN BISA KECOLONGAN SEPERTI INI HAH"murka Darren menatap para anggota daxter,
mereka hanya bisa menunduk tanpa ada yang bersuara.
"JAWAB KENAPA DIAM SAJA"bentak Darren menatap mereka satu persatu
"kau Jack kemari"ucap dingin Darren
"i-iya tuan"gugup Jack bisa habis dirinya jika sudah berhadapan dengan tuan nya ini.
"jelaskan"ucap datar Darren
"tuan pada saat kami ingin melakukan latihan menembak di area belakang namun tiba-tiba saja di anggota zereon datang menyerang markas kami tidak tau bagaimana mereka bisa lolos masuk kedalam padahal di area depan gerbang penjagaan sangat lah ketat seperti ada seseorang yang memberikan mereka akses jalan area samping tuan karena jalan itu hanya di ke tahui oleh anggota daxter tuan setelah itu mereka menyerang markas dengan membabi buta dan menewaskan 3 orang mereka memiliki jumlah yang banyak "jelas Jack pada Darren mendengar penjelasan Jack membuat Darren semakin emosi siapa yang berani menghianati dirinya. Darren menatap satu persatu dari mereka dan mata Darren terkunci pada 1 orang yg berada di pojok kanan
Darren melihat orang itu terlihat seperti gelisah keringat bercucuran di dahinya
"hama"gumam Darren menatap orang itu
ke 4 temen Darren hanya diam melihat apa yang akan Darren lakukan selanjutnya.
"alvero"panggil Darren
mendengar itu alvero menatap Darren
"iya"jawab Darren
"seret dia ke ruangan eksekusi"ucap dingin Darren
pria yang di tunjuk Darren semakin gelisah dan gemetar "sial bagaimana bisa dia curiga"batin pria itu
"t-tuan kenapa saya dia bawa tuan"tanya pria itu seakan akan dirinya tak menyembunyikan apa pun
Darren menulikan pendengaran nya menatap ke arah 3 temennya
"kalian ikuti alvero " perintah Darren
"dan untuk kalian bereskan ruangan ini"ucap dingin Darren pergi menyusul ke 4 temen nya ke ruang eksekusi
"baik tuan" ucap mereka sambil membukuk hormat
"hutfff gue pikir gue bakal di mati hari ini juga"ujar Jack badannya terasa lemas jika sudah berhadapan dengan tuan nya seperti antara hidup dan mati
"kira kira rekan mau di apain ya"tanya tian pada Jack
"tapi dari gerak gerik saat masuk ke anggota daxter emang udah mencurigakan sih"ucap Jack
"apa tujuan mu kemari"tanya datar alvero menatap pria di depannya
"s-saya ingin bergabung dengan anggota daxter"jawab rehan gugup seluruh tubuhnya gemetar.
"KATAKAN DENGAN JUJUR SIALAN"bentak alvero ternyata pria ini masi tidak mau jujur
"kau mata mata yang dikirim oleh mereka kan?"tanya alvero
bugh
bugh
"Apakah kau masi tidak mau menjawab hah" geram elvero memukul rehan dengan kuat
"Aaaaakhh"ringis rehan merasakan seluruh tubuh sakit akibat pukulan yang di berikan olah alvero
tidak lama 3 pria masuk kedalam ruangan eksekusi siapa lagi kalo bukan laskara zergan dan David
ke 3 pria itu menatap datar pria yang sedang di eksekusi
"apakah tikus ini yang membuat kekacauan di markas mereka"pikir mereka
"apakah dia orangnya"tanya laskara pada alvero
" iya, karena di telapak tangannya memiliki tato kalajengking"jawab alvero karena iya tau lambang dari geng zereon
rehan mendengar itu ia baru menyadari sial kenapa dia bisa sebodoh ini pikirnya
"keberanian mu patut di acungin cempol"julid david
tidak lama Darren masuk membuat rehan semakin gemetar tamat lah sudah riwayatnya.
"kau dalang dari semua kekacauan ini bukan?!"tanya Darren dengan nada penekanan
"JAWABB SIALAN!!"betak Darren mencekik leher rehan hingga membuat rehan sesak nafas
"tu-tuann tol-ong l-lepaskan"ucap rehan terbata bata
"JAWAB SAYA SIALAN"geram Darren karena pria ini masi tidak mau menjawab nya Darren semakin kuat mencekik rehan hingga wajahnya pucat karena cekikannya
"akhhh uhuk uhuk s-saya ak-akan me..jawabnya tapi to-long lepaskan say-a dulu"ucap rehan menahan sakit jujur saja ia sudah tidak tahan lagi.
mendengar itu Darren dorong rehan hingga terbentur di dinding membuat rehan menringis kesakitan.
"arghh uhuk uhuk"rehan menghirup udara secara rakus dirinya hampir saja mati
"KATAKAN"
"sa-saya adalah mata mata yang di kirim oleh mereka saya terpaksa mengikuti perintah mereka karena saya membutuhkan uang untuk biaya pengobatan adik saya maafkan saya tuan"ungkap rehan sejujur ia tidak mau berada di situasi seperti ini tapi karena dirinya membutuhkan uang ia terpaksa
"sial kenapa lo gak bilang dari awal kita kita bisa bantu lo tolol"ucap zergan yang mendengar penjelasan rehan
"kau tau bukan apa konsekuensi jika masuk ke sini bukan"ucap dingin Darren
"saya tau tuan tapi tolong jangan bunuh saya adik saya masi membutuhkan saya"mohon rehan dia tidak mungkin meninggalkan adik sendrian di dunia ini
"kalian hajar dia jangan sampai dia mati"ucap datar Darren pergi dari ruangan itu meninggalkan ke 4 temannya
KAMU SEDANG MEMBACA
BOS MAFIA [revisi]
Teen Fictiontu-tuan " gugup sang supir, mendengar suara tuannya keringat dingin membasahi pelipasnya "knp? " tanya ke dua kalinya pria dingin itu dengan wajah datarnya. "Itu tuan gadis ini menangis minta tanggung jawab karena sepedanya rusak" jawab takut sang s...
![BOS MAFIA [revisi]](https://img.wattpad.com/cover/370322632-64-k438961.jpg)