chapter 40

2.5K 53 3
                                        

typo bertebaran di mana man




"tuan ada yang ingin saya sampaikan"ucap bondan

"katakan"datar Darren sambil menghisap nikotinnya

"tuan nona lovina saat ini berada di rumah sakit"ucap bondan menunduk

BRAKK

Darren memukul meja terkejut dengan apa yang di ucapkan bondan, Darren membuang nikotin miliknya ke sembarang arah. Darren berlari keluar segera menuju ke rumah sakit.

"hutfff, gue pikir bakal mati hari ini."legah bondan merasa aman

"sial, jika gadisku kenapa napa aku akan menghabisi kalian"geram Darren memukul stir mobilnya

....

setibanya Darren di rumah sakit dengan lokasi yang di berikan oleh bondan Darren berlari menuju ruangan sang gadis dengan wajah khawatir.

Darren melihat ayah lovina sendang duduk depan ruangan.

"bagaimana dengan gadisku? apakah dia baik baik saja?"tanya bonda pada farhan

farhan menatap heran pria di depannya siapa pria ini apakah dia kekasih anak nya atau temannya.

"siapa kamu?"tanya farhan

"saya Darren Lucifer clean dirgantara"jawab datar Darren

farhan sangat terkejut mendengar nama pria didepannya saat ini bagaimana bisa anak nya bersama pria ini banyak pertanyaan yang ia ingin tanyakan pada anak nya saat ini.

"k-kamuu anaknya devandra dan natalia"ucap farhan

"hm"

farhan masi terdiam dan tidak lama dokter keluar dari ruangan lovina membuat mereka berdua beralih menatap ke arah dokter.

Ceklek

"apakah anda ayah nya?" tanya dokter

"iya dok, bagaimana keadaan anak saya apakah dia baik baik saja?"ucap farhan menatap dokter itu

dokter itu menghela nafas membuat Darren dan farhan menatap dokter itu

"katakan sialan jangan hanya diam saja"bentak Darren menetap tajam dokter itu

"b-baiklah bisa kah kita berbicara di ruangan ku saja"ucap dokter itu meresa takut dengan tatapan tajam Darren.

"baiklah"farhan dan dokter itu berjalan menuju ruangan dokter itu

Darren menatap gadisnya dari luar kaca mata tajamnya mantap setiap inci tubuh gadis itu Darren mengepal tangannya hingga membuat urat urat di tanganya terlihat menjol

"AKHHH JALANG SIALAN!!"teriak Darren memukul kaca rumah sakit hingga tangannya terluka dan mengeluarkan darah.

hal itu membuat para pelayanan yang sendang berjalan sekitar situ merinding dan takut ayolah siapa yang tidak mengenal sosok Darren keturunan keluarga dirgantara.

...

"begini pak dari hasil yang saya liat sepertinya ini sedikit cukup rumit pak"

"ma-maksud dokter"

"anak ada mengalami tumor otak pak dari hasil yang saya liat ini masi labil dan masi bisa di sembuh tapi kita harus menjaga stamina pasien dan tidak membuat pasien setres atau merasa tertekan dan pasien juga memiliki trauma tolong di jaga baik baik anak nya pak ada banyak bekas luka pad tubuh anak anda termasuk di bagian kepala nya pak"jelas sang dokter membuat farhan diam tak berkutik apa lagi ini ya tuhan.

"tolong sembuhkan anak saya, saya mohon  saya akan membayarnya berapapun itu"mohon farhan pad sang dokter

"kami akan melakukan yang terbaik"ucap sang dokter

ternyata dari luar ruangan Darren mendengar pembicaraan mereka Darren segera pergi dari sana menuju ruangan sang gadis

Darren masuk dan duduk di samping lovina sambil mengenggam tangan lovina mantap lekat lovina seakan jika dirinya menutup matanya sekejap sang gadis akan menghilang dari pandangannya.

"kenapa harus kamu hm, berikan saja kepadaku"gumam Darren sambil mencium telapak tangan lovina yang masi memejamkan matanya karena pengaruh obat bius

"apakah syaa harus menghabiskan para jalang itu"

"mereka tidak akan hidup dengan tenang setelah ini, saya berjanji siapapun yang beranin menyakiti mu saya akan menghabisi mereka hingga ke akar akar nya"

"saya akan menjaga mu dan saya akan melakukan apapun demi kesembuhan mu"

"k-kakk"lirih lovina yang baru sadar kenapa Darren berada di sini kemana ayahnya.

Darren mendengar itu mengangkat kepalanya menatap sang gadis
"kenapa hm"darren yang peka segera mengambilkan lovina air dan membantu lovina minum 

ceklek

farhan menatap Darren yang sedang membantu lovina minum farhan beralih menatap lovina sendu.

apa yang harus dirinya lakukan sekarang farhan merasa gagal menjadi seorang ayah
"tuhan kenapa harus anak ku" batin farhan

"ayah dari mana"tanya lovina melihat sang ayah yang baru masuk

"ayah dari raungan dokter"ucap farhan sambil mengelus kepala lovina

lovina merasakan elusan itu membuatnya dirinya mengantuk kembali.

Darren melihat itu merasa cemburu apa apaan pria tua ini ck

"nak dengarkan ayah apapun yang terjadi kamu harus kuat ya dan kamu harus tetap semangat"ucap farhan membuat lovina heran dengan ucapan sang ayah

"maksud ayah apa, apa yang terjadi"tanya lovina menatap farhan

"istirahatlah besok ayah akan memberitahu mu"

"tidak mau, apa ayah menyembunyikan sesuatu dari ku"

Darren hanya diam sambil mengelus tangan lovina yang di infus biarkan farhan  yang menjelaskan nya pada gadis nya.

"tenanglah dear"ujar lembut Darren

"jawab ayah kenapa ayah diam saja"

"kamu mengidap penyakit kanker otak"ucap farhan mendengar itu lovina terdiam

"ayah bohongkan iya kan yah"lirih lovina memegang lengan sang ayah

apa lagi ini tuhan apaka semuanya tidak cukup untuk segela penyiksaan ini dan sekarang...

"AYAH KENAPA HANYA DIAM JAWAB LOVI AYAH"teirka lovina Darren mengelus kepala sang gadis

farhan hanya bisa diam dia tanpa menatap sang Putri
"kirana maafkan aku"batin farhan keluar dari sana

"AYAH BOHONG AYAH PASTI BOHONG KAN JAWAB LOVI AYAH! "teriak lovina   Darren melihat itu menarik segera sang gadis kedalam pelukan nya

"arghhhh"lovina memukul kepalanya namun sebelum melakukan itu Darren menghentikannya menahan kedua tangan itu.

"shutttt tenanglah sayang"ucap lembut Darren sambil mencium kening sang gadis

"hiks gak mau gak mauu"tangis lovina memukul dada Darren melampiaskan segala rasanya pada Darren 

"kak ayah bohong kan, lovina sehat kok selama ini lovina baik baik aja"lirih lovina Darren hanya diam mengelus punggung lovina agar gadis nya tenang 

Darren mendengar dengkuran dari sang gadis menatap lovina ternyata gadisnya sudah tertidur dalam dekapanya.
Darren membaringkan lovina ke kasurnya  dengan pelan agar gadis tidak terbangun

"selamat tidur dear mimpi indah"bisik Darren tidak lupa mencium kening lovina dan kedua mata lovina yang bengkak karena menangis






BOS MAFIA [revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang