"akhirnya pulang juga " ucap lovina
"masuk cepat" ucap amora, menyuruh lovina masuk ke dalam mobil agar bisa pulang bersama
"eh ga usah mor gue bisa pulang sendiri kok" tolak lembut lovina karena dia tidak langsung pulang ke rumahnya ia ingin mampir ke cafe dan itu jauh dari sekolahnya daripada krna omel sama amora dan rara mending cari aman pikirnya
"udah masuk aja lov" ujar rara
"ga ucah banyak bicara, cepat masuk atau gue seret" ancem amora
"hobi bangat ngancem orang" sinis lovina, iya pun segera masuk ke dalam mobil amora, amora yang melihat lovina telah masuk pun menjalankan mobil nya menuju ke rumah lovina
"giliran di ancem aja mau lo, takut ya lo" ejek rara
"diam lo kutu kupret" sinis lovina pada rara
"cie ngambek niee" ujar rara
"tau ah bodoamat" ujar lovina
"tangan lo masi sakit? " tanya rara
"lumayan si" jawab lovina
setelah menempuh waktu yang lama akhirnya mereka pun sampai di rumah lovina walaupun pun tak sampai di depan rmhnya.
"ya siapa kalo gitu gue pulang dulu ya babay" ucap lovina sambil melambaikan tangan ke pada ke dua sahabat nya
"kalo tangan masi sakit kasi tau gue dan amora ya" ucap rara
"siap bu bos" ucap lovina
"baiklah sana masuk, jangan sampai lo lupa yang tadi pagi lovina" ucap amora mengingatkan lovina tentang di pagi hari.
"iya iya nanti gue jelasin deh"ucap lovina
" yasudah sana masuk"ucap amora
"iya Amora, babay mor babay rara" ucap lovina, setelah itu amora menjalankan mobilnya menuju pergi meninggalkan halaman rumah lovina
"gimana mor dia udah di tempat biasa kan" ucap rara
"hm"
"saatnya bersenang senang hahaha" ucap rara sambil tertawa.
lovina melihat mobil amora sudah menghilang dia berjalan menuju cafe tamara tempat dia bekerja lumayan dekat dari rumah jadi dia cukup berjalan beberapa menit saja dia sudah sampai jadi lovina tidak pernah memesan ojol.
"untung aja mereka udah pergi" ucap lovina, lovina merasa seperti ada yang mengikuti nya atau hanya perasaannya saja
"ini kek ada yang ngikutin gue atau cuma perasaan gue aja ya" ucap lovina berbalik kebelakang tapi tidak ada siapa siapa mungkin cuma perasaannya saja.
lovina pun melanjutkan jalannya, beberapa menit dia telah sampai di sebuah cafe bertulis tamara
tin... tin..
lovina membuka pintu cafe, vana yang melihat ke arah pintu itu ternyata lovina iya berjalan mendekat ke arah lovina
"lovina" ucap vana
"kak vana, maaf ka aku baru datang aku beberapa hari ini sakit kak dan lupa memberi tahu pada kaka"ucap lovina menundukan kepalanya lovina takut kalo dirinya akan di pecat
"kita duduk dulu"ucap vana menarik lovina ke tempat duduk
"jadi kamu gak masuk kerja karena sakit ya"ucap vanaa menatap lovina yang masi menundukan kepalanya
"iyaaa kak maaf ya kak, karena gak ngasih tau kaka" ucap lovina
"gapapa lovina lain kali kalo ada apa apa kasih tau kakaa" ucap vana, dia melihat tangan lovina yang di baluti oleh perban dan kaki nya dia merasa iba melihat hal itu
"tangan sama kaki kamu kenapa??" tanya vana
"cuma kecelakaan kecil aja kok kak" jawab lovina
"baiklah kalo begitu kamu sembuhin luka kamu dulu baru masuk kerja ya"ucap vana sambil mengelus kepala lovina
"beneran kak lovi bisa kerja lagi"ucap lovina merasa senang
"iyaa lovina " ucap vana gemas dengan tingkah gadis didepan nya ini
"kalo gitu kamu pulang istirahat dulu gih nanti kalo udah sembuh baru balik kerja lagi"ucap vanaa
"baikkk bos, kalo gitu lovina pamit yaaa kaaa"ucap lovina
"assalamualaikum "ucap lovina pergi dari cafe tamara dengan perasaan senang
"waalaikumsalam"
di markas daxter
"hay bro akhirnya datang juga lo" ucap David
"iya anjr lama banget lo dateng nya" ucap zergan
"hm"
"ck berasa bicara sma Pantun gue" ucap zergan dan David
"gimana semua aman? " tanya dingin Darren
"aman" bls datar aska
"apakah tua Bangka itu sdh di dalam" ucap dingin Darren
"iya" ucap Al
Darren pun bangkit dari duduknya menuju ruangan yang berbau amin dan ada bnyk barang' tajam di dalam ruang itu.
"saatnya bersenang" ucap David tidak sabaran.
"APA YANG KALI LAKUKAN PADA KU, LEPAS KAN SAYA SIALAN!" teriak adipati pada ke 5 lelaki yang menatap nya biasa saja tak ada rasa kasian sedikit pun justeru mereka menyukai.
"biar aku pembukaan" ucap datar Darren mendekati ke arah adipati sambil mengeluarkan pisau ke sayangnya.
"kita mulai dari mana dulu hm" ucap Darren sambil membelai muka adipati dengan pisau di tangannya.
"lepaskan saya, sialan dasar psikopat gila" ucap adipati dengan tubuh yang gemetaran. Sebenarnya dia takut dengan orang di depan nya ini.
"aku suka dengan pujian mu" ucap Darren dengan senyum nya, bukan itu bukan senyuman yang seperti kali duka itu senyuman mematikan siapa pun yg melihat itu pasti akan ketakutan.
"bagaimana kalo kita mulai dari sini " Darren menusuk pipi kanan adipati dengan pisaunya
AARGGHH
teriak adipati kesakitan karena pisau itu menembus pipi nya sebelah kiri.
Darren pun langsung mencabut pisau nya dengan kasar, mulai menusuk kembali kepala adipati dengan pisaunya
AAGRRH
serial adipati dengan napas tersegal' sungguh hidup benar' sangat malang iya ternyata salah menilai cari lawan.
"ck membosankan" Darren mencabut pisau nya dari kepala adipati.
"sekarang giliran kalian, gue balik" ucap datar Darren, sekarang baju Darren berlumuran dengan darah ia bnr' jijik dengan darah banjingan itu iya harus segera pulang dan membersihkan diri.
Darren pun keluar dari ruang itu dan berjalan menuju ruang tamu untuk mengambil kunci mobil nya yang iya simpan di meja.
setelah itu Darren berjalan menuju mobilnya, sesampai di mobil Darren menjalankan mobil.ya menuju mansion.
TCB
jangan lupa vote ya
sampai jumpa di bab selanjutnya
KAMU SEDANG MEMBACA
BOS MAFIA [revisi]
Novela Juveniltu-tuan " gugup sang supir, mendengar suara tuannya keringat dingin membasahi pelipasnya "knp? " tanya ke dua kalinya pria dingin itu dengan wajah datarnya. "Itu tuan gadis ini menangis minta tanggung jawab karena sepedanya rusak" jawab takut sang s...
![BOS MAFIA [revisi]](https://img.wattpad.com/cover/370322632-64-k438961.jpg)