chapter 12

5.8K 153 1
                                        


"dan untung nya dia sana ada nona amora, nona amora bersahabat dengan nona lovina taun" lanjut bondan, iya terkejut dengan apa yg bondan katakan, bersahabat dengan amora, amora kan sepupunya, ck sial dia ketingalan sesuatu.

"apakah saya harus membawa permpuan itu ditempat bias tuan" tanya bondan manatap Darren yang masi tersulut emosi

"tdk perlu, biar amora yg melakukannya" ucap dingin Darren, dia tau kalo amora tidak akan membiarkan seorang lolos begitu saja setelah membuat dirinya marah  dan terganggu.

"terus pantau gadisku" ucap dingin Darren

"baik tuan"

"keluar"

"ck jalang sialan, berani beraninya dia melukai gadisku " ucap Darren dengan tatapan tajamnya

katanya dulu cinta itu hanya membuang buang waktu saja tapi buktinya sekarang dia malah jatuh cinta dengan seorang gadis pada pandangan pertama wkwkwk.

"ah aku sudah rasa aku ingin mengurung mu di rumah saja" ucap Darren menatap bingkai foto yang berada di meja kerja nya

Darren  mengambil ponselnya disaku celana dan menelfon seseorang

"halo"

"ada apa?" tanya seseorang di seberang sana.

"datang ke mansion gue sebentar malam" ucap dingin Darren

"oke"jawab orang itu

Darren pun mematikan sambungan telfon itu. Darren berjalan keluar dari ruangannya menuju ke markas dimana tempat biasa teman temannya berkumpul

di UKS

amora dan rara menunggu lovina yang bangun, padahal sebentar lagi bel masuk akan berbunyi tapi siapa yang akan berani memarahi mereka bisa bisa mereka di pecat

drtttt drtttt

"suara ponsel siapa tuh"ucap rara

"punya gue"ucap amora lalu melihat siapa yang menelfonnya dan ternyata sepupu ada apa menelfon di jam segini tumben sekali pikirnya

"..... "

" ada apa?" tanya amora

"..... "

"oke"

amora menyimpan kembali ponsel nya ke dalam rok nya.

"siapa mor? " tnya rara

"sepupu gue" ujar amora

kringgg kringgg
(sekarang waktu masuk kelas jam pelajaran akan segera di mulai)

"udah bel nih, gimana kalo hari ini kita bolos aja" ucap rara, gak mungkin mereka mau ninggalin lovina sendrian di sini lagi pula tidak ada yang akan marah pada mereka.

"terserah" ujar datar amora, yang terus menatap lovina yang tertidur dengan wajah polosnya.

amora dan rara berbincang sambil melirik sekilas pada lovina yang masih tidur mereka berdua sangat menyayangi lovina, lovina dan amora berbeda 7 bulan dengan amora sebentar rara mereka berada 5 bulan dengan lovina, dan lovina lah yang paling adik di antara mereka berdua.

mereka tak akan tinggal diam jika orang yang mereka sayang dan mereka jaga selama ini terluka karena seseorang, mereka berdua akan membalas nya dengan dua kali lipat lebih kejam.

amora dan rara adalah seorang ketua geng motor yang di ketuai oleh amora nama geng "black angel" geng motor yang paling di takuti oleh setiap anak jalan walaupun di katuai oleh seorang perempuan siapapun  yang berani mengusiknya dia akan mati dengan mengenaskan dan siapapun yang beranin melukai kesayangan mereka akan mati di tangan Ketua mereka sendiri. angota black angel sendiri memiliki 8 angota inti 3 perempuan dan 5 laki-laki.

"enggh" suara lengkuhan seseorang yang bangun dari tidurnya siapa lagi kalo bukan lovina yang baru saja terbangun dari tidur panjang nya.

"sudah bangun" ucap amora

"ga kok ini masi merem" ujar sinis lovina amora yang mendengar itu hanya terkekeh melihat tingkah lucu lovina.

"gimana keadaan mu?" tanya amora sambil mengelus kepala lovina

"udah mendingan sekarang" jawab lovina menikmati usapan yang di berikan amora

"lo makan dulu abis itu lo harus minum obat " ujar rara menyodor makan ke dalam mulut lovina

"ck baru juga bangun udah di suruh makan aja" ucap ovina

"makan sekarang ini sudah siang dari tdi lo ga makan karena tidur" ucap rara

"ya ya ya cerewet banget lo ah" ucap lovina menerima suapan dari rara

"banyak bacot lo buruan makan abis itu lo harus minum obat" ucap rara menyuapi lovina dengan talenta

beberapa menit kemudian akhirnya lovina pun selesai makan.
"sekarang minum obat" ucap amora membrikan obat kepada lovina

"ga usah minum obat ya gue gapapa kok" ucap gugup lovina iya benar benar membenci obat apapun jenis nya.

"minum atau gue kasih lo hukuman hari ini juga" ancam amora, amora sangat tau kalo lovina itu sangat sulit kalo di suruh minum obat jadi dia harus mengancamnya dulu agar lovina mau minum.

"ga asik ah main ngancem ngancem" ujar lovina menatap obat di tangan amora dengan permusuhan.

"cepat minum" titih amora melihat lovina masi memandang obat itu dengan benci

"obat sialan"gumam lovina tapi masi dapat di dengar oleh amora dan rara

"minum jangan mengumpat lovi " tegur rara

lovina meminum obat dengan paksa membuat matanya berkaca kaca karena merasakan pahit di lidahnya

"nih gula gula biar pahit nya hilang"rara menyodor gula gula pada lovina, lovina melihat itu langsung mengambil dan memasukkan ke dalam mulutnya.














TCB
jangan lupa vote ya
sampai jumpa di bab selanjutnya





BOS MAFIA [revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang