chapter 22

4.8K 102 3
                                        

"untung aja gerbang nya blm di tutup sama mang asep" gumam lovina, sambil mendorong sepedanya.

"LOVINA" teriak rara, mengundang pergantian murid murid di sana dan melihat ke arah mereka bertiga.

"goblok jangan teriak" ucap lovina, kesal dengan temannya satu ini sangat hobi berteriak. apakah dia tidak takut kalo pita suaranya nanti putus.

"brisik lo" ucap amora

"dih terserah gue lah" sinis rara

"eh tau gaaa lov...." ucap rara di potong oleh lovina

"yo nda tau kok tanya saya ya"ucap lovina, membuat rar kesal karenanya

"dengerin dulu taii"ucap rara dengan nada kesal

"ck iya iya, cepat lo mo ngomong apaan"

"sekolah kita ad murid baru loh katanya ada 5 anjr" ucap rara, hal itu membuat lovina heran kenapa temannya ini senang sekali

"gitu doang"ucap lovina

"iyaaaaa anjr responan lo ga sesuai ekspetasi gue anjr" ucap rara kesal

amora hanya diam dan menyimak apa yang ke 2 gadis itu sendang bicarakan

brum brum brum

suara deru motor begitu keras hingga membuat semua murid angkasa menatap kepada kelima motor yang baru saja memasuki gerbang sekolah.

"apakah mereka murid baru? "

"wah keren sekali"

"gilak motornya nya kece bner"

"orang kaya pasti"

"ganteng' anjr"

"murid baru cuy"

begitulah bisik' para murid dari sma angkasa.

kelima motor itu mengarah ke parkiran motor yang di buat khusus untuk mereka berlima.

kelima pemuda itu pun turun dari motor mereka dan membuka helm mereka. membuat para murid sma angkasa berteriak histeris melihat mereka berlima.

"Aaaaa ganteng banget cok"

"gila cakep bener anj"

"mas sama neng yok mas"

"anjir ganteng bngt"

"definisi pangeran tak berkuda"

"bening cuy"

seperti itulah teriakan histeris dari mereka semua.

berbeda dengan 3 gadis yang masi menatap kelima pemuda itu

"loh itu bkn nya kak Darren ya, kok dia sekolah di sini" gumam lovina

"lo ngomong apa lov" ujar rara

"ah ga ada lo salah denger kali" ujar lovina

"ck ternyata di bnr' masuk sklh" batin amora menatap kelima pemuda itu

"morning bknnya itu sepupu lo ya" bisik rara pada amora.

"hm"

"kok dia sklh di sini, bkn nya dia udah selesai sekolah ya" ujar rara

"mana gue tau" ujar datar amora

"ck lo kan spupu nya, pasti lo tau lah" ujar rara.

amora hanya mengangkat bahu nya saja menandakan bahwa ia tidak tau dengan semua itu.

berbeda dengan kelima pemuda yang baru saja turun dari motor mereka.

"gilak berasa jadi artis gue" ujar David membuat helm nya.

"iya anjr mereka ke ga pernah liat cwo ganteng aja" ujar sombong zergan membuat helm nya.

"najis" ujar alvaro yang sendang membuat helm nya.

"aduh mas hati dede sakit loh dengan mas ngomong gitu" ujar zergan dramatis.

"menjijikkan" ujar aska

"tu mulut pedes bener perasaan" sinis zergan

"hahaha komuk lo bangke bngt anying" tawa ngakak David.

"diam lo babi" ujar kesal zergan

sebentar Darren terus menerus mencari keberadaan gadisnya sepenjuru sekolah mantap sekeliling sekolah

"lo cari sapa ren" ujar david heran dengan teman nya ini menatap sekeliling sekolah seperti sendang mencari seseorang.

dan orang yang di tanya hanya diam saja, enggan untuk menjawab pertanyaan temannya.

dan Darren akhirnya menemukan gadisnya. ternyata gadisnya berada balik tembok besar karena tubuh kecil gadisnya, membuat Darren kesusahan mencari gadis nya.

ternyata gadisnya dari tadi terus memperhatikan mereka berlima, hingga membuat Darren terkekeh.

"anj lo senyum ren" ujar zergan histeris melihat tmn nya ini tersenyum kecil, waw ini adalah rekor pertama bagi Darren.

tmn' Darren beralih menatap Darren karena mendengar suara zergan mengatakan bahwa Darren baru saja tersnyum.

Darren yang mendengar itu langsung mengubah raut wajahnya menajdi datar.
"Boong lo baru aja tdi gue liat lo senyuman" ujar zergan

"ga" jwb datar Darren

"alah ngaku aja lo " ujar zergan

Darren hanya acuh mendengar ucapan teman nya ini, dan berjalan menuju gadis nya yang sedang berdiri bersama ketiga sahabat nya di sana.

"eh lo mau kmn bos" ujar David mengikuti Darren.

keempat lelaki itu mengikuti kemana arah jalan Darren saja.

lovina dan teman temannya menyadari kelima pemuda itu mendekat ke arah mereka pun seketika terkejut terkecuali amora dia mah biasa saja.

"mereka ngapain jalan kemari anjr" ucap rara menatap kelima pemuda itu.

"loh knp mereka jalan ke sini"ucap lovina

"ga tau jg" ucap amora

dan kelima pemuda itu sampai dimana ketiga wanita itu berdiri Darren menatap ke arah gadisnya.

dan hal itu tak luput dari penglihatan para murid murid merasa mereka iri kepada lovina dan teman-temannya

"ck caper pasti tuh si lovina"

"sok cantik bngtt si mereka"

"orang miskin kan emang gitu"

"hahah miskin ga tuh"

gitulah bisik para murid murid di sana, tentu saja Darren mendengar dan hal itu membuat Darren emosi tangan Darren terkepal kuat rasa iya ini membunuh mereka yang telah mengatai dan menghina gadisnya. "bitc*" gumam Darren liat saja apa yang akan dia lakukan kepada mereka.

lovina yang mendengar itu hanya menundukkan kepalanya lovina merasa malu sekarang.







TCB
Jangan lupa vote ya

BOS MAFIA [revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang