"gue siap siap pergi kerja aja deh bosen juga kalo di rumah" ucap lovina, beranjak dari tempat tidur berjalan menuju kamar mandi.
30 menit berada di kamar mandi akhirnya lovina keluar. Lovina keluar dari kamar melewati ke 2 orang yang sedang duduk di ruang tamu siapa lagi kalo bukan ibu tirinya dan adik tirinya
"mau kemana kamu?" tanya sinis nisa
"paling juga ngejalang mah"sahut raisa
" lovina mau kerja "Ucap lovina berlalu begitu saja melewati mereka.
" ck dasar ank sialan"Ucap raisa manatap benci lovina.
lovina berjalan menuju tempat kerjanya walaupun tangan belum sembuh total tapi dia tetap ingin berkerja.
"btw tuh om' belum balikin sepeda gue anjr, baru ingat gue tapi gue gak tau dimana rumahnya tuh om' anying" gumam lovina kesal
beberapa menit kemudian lovina sampai di tempat kerjanya.
"malam kak vana" sapa lovina
"loh lovina kamu sedang apa di sini bukan kah kamu sedang sakit"vana terkejut dengan kedatangan lovina
"lovina mau kerja kak, bosen di rumah mulu seharian" ucap lovina
"harusnya kamu istirahat lovina tangan kamu masih belum sembuh" ucap vana menatap tangan lovina yang masi di perban
"udah ga sakit kok kak, izinin lovina kerja ya kak" ucap lovina memohon pada vana agar mengijinkannya bekerja.
"baiklah kalo kamu memaksa" ucap vana terpaksa tidak kuat melihat wajah melas lovina.
"wah makasih kak" ucap lovina senang
"tapi kamu di bagian kasir aja ya" ujar vana
"baiklah kak"
"pergilah ganti pakaianmu dulu setelah itu bekerja okey kalo ada apa apa panggil kaka saja" ucap vana setelah itu pergi dari hadapan lovina, lovina segera pergi ke ruang ganti dan manganti pakaian nya. setelah itu lovina berjalan menuju tempat kasir dan melakukan pekerjaan nya.
di mansion besar...
"ada apa kau memanggilku datang kemari? " tanya orang itu
"ck aku hanya ingin menanyakan sesuatu padamu" ucap datar Darren
"cepat katakan" ucap orang itu
" tidak sabaran" ucap datar Darren menatap sepupu itu tak sabaran itu
"apakah kau tidak bercermin bagaimana dengan dirimu heh"ucap orang itu menatap sinis darren
"duduklah amora"pinta Darren
mereka berdua duduk di sofa dekat balkon sambil memandang hamparan kota yang sangat terlihat indah.
dia adalah amora sepupu dari Darren amora anak dari sepasang suami-istri yg bernama devan Lucifer clean dirgantara dan fana yunda clean dirgantara. devan memiliki 3 anak yang pertama narren Lucifer clean dirgantara, anak ke dua verren Lucifer clean dirgantara dan anak bungsu nya bernama amora zendra dirgantara.
"katakan apa yang ingin kau tanyakan" amora menasaran dengan sepupu nya satu ini tumben sekali biasa juga dia akan mencari tau sendiri.
"hanya ingin menanyakan tentang gadis ku"Ucap Darren dingin.
" gadis mu? "beo amora, amora tak mengerti dengan apa yang dikatakn Darren barusan apa gadisnya, bahkan dia tidak siapa gadisnya itu
"Lovina queen gercia"ucapDarren.
amora yang mendengar nama sahabat di sebut, terkejut apa maksudnya lovina adalah gadisnya? sejak kapan mereka bertemu? kenapa bawahan ku tidak memberitahu ku tentang ini? kenapa lovina bisa bertemu dengan iblis di depan nya ini? ada banyak pertanyaan yang muncul di benak amora saat ini.
"apa yang kau maksud kak, jangan bawa bawa nama sahabat ku "ucap menatap tajam Darren.
"ku kira kau pintar amora, ternyata kau sama saja bodohnya dengan kaka kaka mu itu" ucap sinis Darren
"jangan sama kan aku dengan ke dua manusia kutub itu" ucap Amora tak terima dengan perkataan Darren barusan
"ck terserah padamu"ucap datar Darren
" katakan saja apa yang ingin kau tanyakan"ucap amora
"sudah ku katakan tadi bukan saya hanya ingin menanyakan tentang gadis ku" ujar datar Darren
"tentang lovina?, apakah kau yakin dengan yang kau ucapan tadi kak?" tanya amora tidak percaya dengan ucapan Darren.
"hm"
"kenapa kau ingin menanyakan tentang sahabat ku? " tanya amora
"hanya ingin saja" sambil meminum wine
"cepat katakan" ujar amora
"sejak kapan kau bersahabat dengan dengan gadis ku? " tanya Darren
"mungkin sejak smp"
mereka terus berbincang-bincang hingga waktu menunjukkan pukul 21.46
"kenapa kau bisa bertemu dengan lovina? " tanya amora
"saya tidak sengaja menabraknya beberapa hari yang lalu, pada saat saya kembali ke jakarta." ucap Darren terkesan santai tak lama kemudian dia terkekeh mengingat kejadian waktu itu
"APA!"amora terkejut dengan apa yang di ucap kan Darren "ni orang stres kali yaa"batin amora menatap Darren aneh
"tenanglah amora saya tidak sengaja menabraknya, pada saat dia ingin menyebrang jalan entah mungkin dia tidak melihat jika ada banyak mobil yang sendang melintas" ujar datar Darren
"jadi luka perban di kakinya itu karena lo" ujar dingin amora
"hm"
blam
anggap aja suara pukul ya
Amora memukul rahang Darren dengan sangat kuat, tapi hal itu bukan apa' buat Darren.
"SIALAN GARA-GARA LO ADEK GUE JADI TERLUKA SIALAN! " Bentak amora, menatap Darren dengan tajam.
"tenanglah amora kenapa kau jadi sangat emosional seperti ini"ucap Darren
orang yang di pukul hanya diam saja seakan tak terjadi apa apa pada diri nya.
"terserah"acuh amora
"ck lumayan juga pukulan mu amora" ujar datar Darren, memegang rahang nya.
TCB
jangan lupa vote ya
sampai jumpa di bab selanjutnya
KAMU SEDANG MEMBACA
BOS MAFIA [revisi]
Tienerfictietu-tuan " gugup sang supir, mendengar suara tuannya keringat dingin membasahi pelipasnya "knp? " tanya ke dua kalinya pria dingin itu dengan wajah datarnya. "Itu tuan gadis ini menangis minta tanggung jawab karena sepedanya rusak" jawab takut sang s...
![BOS MAFIA [revisi]](https://img.wattpad.com/cover/370322632-64-k438961.jpg)