tu-tuan " gugup sang supir, mendengar suara tuannya keringat dingin membasahi pelipasnya
"knp? " tanya ke dua kalinya pria dingin itu dengan wajah datarnya.
"Itu tuan gadis ini menangis minta tanggung jawab karena sepedanya rusak" jawab takut sang s...
"baik anak anak hari ini pelajaran kita sampai sini hati hati di perjalanan saat pulang" ucap sang guru
"baik buk"
"eh nanti kita mampir ke cafe yukk bosen bangat gue di rumah" ucap rara, di rumah dia merasa kesepian karena ke dua orang tuanya sedang berada di luar negeri.
"boleh aja sih hari ini gue masuk kerja malam" lovina merasa gelisah karena takut dihukum oleh ibu tirinya
"lo mor gimana?"
"gue ngikut aja"sambil menatap lovina seperti orang gelisah
"fiksi berarti kita jadi kalo gitu ayoo berangkat" ucap rara semangat
ke 3 gadis itu berjalan keluar dari kelas menuju area parkiran
"kenapa?"tanya amora melihat lovina diam sedari tadi
"iya lo kenapa dari tadi diam mulu ga ke biasanya lo paling heboh" ucap rara
"hah? oh hahaha gapapa anjr gue lagi mikir kucing gue di rumah" ucap lovina cenggesan
"tapii lo kan..." sebelum sempat melanjutkan ucapan nya lovina langsung memotong ucapan rara.
"udah ayoo buru nanti keburu malam" lovina menarik tangan amora dan rara
"eh ini bukannya motor anggota daxter ya kok masi di sini padahal parkiran udah pada sepi"ucap rara melihat beberapa motor masi berada di area parkiran
"mungkin mereka ada urusan" ucap lovina
Dorr
"anjr suara apa itu cok" ucap rara terkejut
"ke suara tembakan ga sih" ucap lovina
amora yang mendengar itu manatap ke atas dan dirinya sudah menduga pasti itu ulah Darren
"masuk"ucap amora datar
"tapi mor suara ituu..."
"gue bilang masukk" ucap amora menatap lovina tajam
dan ke 3 gadis itu masuk kedalam mobil amora, amora menjalankan mobilnya menuju cafe.
.....
"gimana keadaan di sana" ucap Darren dingin
"semalam ini aman aman saja" ucap laskar
"bagus"
"kalian sudah melihatnya?" tanya Darren menghisap sebantang rokok
"hm ternyata dia pandai juga dalam bersembunyi tapi dia sangat bodoh dalam menyamar"ucap zergan memasukkan makanan ke dalam mulut
"dia sangat tekejut saat melihat kita" ucap david
"apa yang akan kita lakukan selanjutnya" ucap alvero
"kita akan membahasnya saat di markas karena....." ucap Darren terhenti mengeluarkan pistol dari saku nya dan
Dorr
"karena di sini banyak mata mata"lanjut Darren menatap bodyguard yang baru saja ia tembak
"sial bagaimana bisa dia tau" gumam bodyguard itu
"masi hidup juga" Darren berjalan mendekati bodyguard yang sudah tergelatak di lantai
"a-ampunn tuan, tolong jangan bunuh saya" ujar bodyguard itu ketakutan
"apa jaminan yang akan saya dapatkan jika saya tidak membunuh mu" ucap dingin Darren sambil memainkan pisau di jawah bodyguard itu
"aaggrhh saya akan mengabdi pada tuan dan mempertaruhkan nyawa saya ddemi tuan" ucap bodyguard itu merasakan sakit di bagian pipinya
"bagitu kah sayangnya saya sudah memiliki banyak bodyguard dan..."
srekk
Darren menebas leher bodyguard itu hingga kepalanya putus membuat darah berserakan dimana hingga ke baju sekolahnya ke 4 pria yang sedang menatap Darren hanya diam
"ck menjijikan" mantap mayat di depannya
"bawa dia dan berikan pada lion" ucap Darren
hal itu membuat mereka terkejut bagaimana bisa ada penyusup masuk di ruangan pribadi mereka.
"bagaimana bisa"ucap david menatap Darren
"bodoh"
"ternyata mereka sudah mulai bergerak" ucap laskar manatap mayat di depannya
"sebaik kita pulang hari sudah gelap" ucap laskar
meraka pun keluar dari ruangan dan berjalan menuju parkiran setibanya di parkiran mereka menjalan motor mereka meninggalkan area sekolah.
sesampainya di kediamannya Darren segerah membersihkan tubuhnya dari darah yang berada di badannya membuat dirinya jijik
"ck menjijikan"ujar Darren
setelah 30 menit berada di kamar mandi Darren keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tok tok
"tuan makanan ada sudah siap tuan" ucap maid
"hm"
Darren mengganti pakaiannya dengan stelan baju kaos dan celana pendek membuat dirinya semakin tampan.
setelah selesai Darren keluar dari kamarnya berjalan menuju lift untuk turun makan.
maaf kalo agak ceritanya pendekkk nanti mimin buat yang lebih panjang lagi deh