"hehe maaf om" tawa kecil lovina
Darren melepaskan tangannya dari lengan lovina, berjalan ke arah ruang makan. Lovina mengikuti Darren di belakang seperti ayah dan anak. hal itu membuat para pengawal dan maid yang sedang melakukan tugas mereka, terkekeh melihat tingkah laku gadis yang di bawah oleh tuan mereka semalam.
"jalang, tak akan ku biarkan dia mengambil darren dari ku ck" batin salah satu maid yang menatap lovina penuh kebencian
"duduk" titih datar Darren, menyuruh lovina duduk di bangku sampingnya lovina yang mendengar itu pun duduk tempat di samping Darren.
"tuan ingit makan apa hari ini " ucap maid yang bernama seina, seina memiliki rasa pada Darren sejak pertama kali dia melihat darren karena kekayaan nya yang luaa hal itu membuat dirinya bertekad ingin menjadi nyonya dirgantara di rumah ini.
"tidak perlu, biar dia yang melakukan nya" dingin Darren, menunjuk lovina yang sedang menatap banyak makanan di depannya saat ini dengan mulut terbuka sedikit
"dmnn it!!, he looks so cute!"batin darren melihat lovina dengan wajah mengemaskan membuat dirinya geram
"sialan" batin seina
"eh, kok gue si om" ucap lovina sambil menatap darren
"kenapa ga mau?"tanya Darren
"ga lah, ogah bangat gue" ucap lovina dengan wajah songongnya, para maid dan bodyguard di sana terkejut mendengar ucapan gadis itu barusan, gadis yang berada di samping tuan mereka sangat berani menolak perintah tuannya tanpa rasa takut sedikitpun. seina pun terkejut dengan ucapan gadis itu tidak ada yang berani mewalan seorang king lucifer tapi gadis ini dengan berani melawan seorang lucifer.
"wah baru kali ini ada yang berani sama tuan"
"gadis yang malang"
"bisa bisanya gadis itu menolak perintah tuan muda"
"apakah gadis itu akan mati hari ini atau....."
seperti itulah batin para maid melihat gadis yang berada di samping tuan mereka dengan entangnya dia menolak perintah tuan mereka tanpa ragu.
"hei kau tidak boleh berbicara seperti itu pada tuan Darren! " bentak seina, lovina terlonjak kaget karena bentakan dari seina, mata lovina mulai berkaca kaca lovina paling tidak bisa di bentak dia akan mudah nangis jika di bentak hal itu membuat diri nya merasa lemah dan cengeng. lovina menundukkan kepalanya karena merasa takut tapi kalian harus tau lovina sangat tau bagaiman cara membuat maid itu kapok.
Darren yang melihat ini itu menatap tajam ke arah seina berani beraninya jalang itu membentak gadisnya di depannya. suasan ruang makan menjadi tegang karena aura yang di keluarkan olah darren sangat pekat membuat siapa saja yang berada di sana merasa merinding.
darren menatap seina dengan tatapan membunuh tak lama darren mendengar suara isakan yang berada di sampingnya dan benar saja kalo gadisnya itu menangis.
"hiks om gue mau pulang gak mau di sini hiks"tangis lovina sambil memegang lengan darren. Darren yang melihat ini itu pun marah karena seina telah berani membuat gadisnya menangis.
"JALANG SIALAN PERGI DARI SINI SEBELUM SAYA MENEMBAK KEPALAMU DENGAN PISTOLKU"bentak Darren berdiri dari duduknya menatap seina tajam
badan seina seketika gemeter mendengar suara bentakan dari Tuan nya, seina tidak menyangka bahwa darren akan semarah itu. seina segera pergi dari sana tapi pada saat dia pergi seina keaerah melihat lovina dengan tangan terkepal "pengacau, jalang sialan liat saja aku akan membalasmu" batin saina meninggalkan runag makan.
"haha mamposs lo" batin lovina ternyata lovina hanya berpura pura licik sekali
"shhuttt tenang lah" ucap Darren lembut, menarik lovina kedalam pelukannya agar gadis itu tenang.
"hiks mau pulang" isak Lovina dalam pelukan Darren. lovina yang melihat seina pergi lovina menatap seina dengan tatapan mengejek seperti "rasain" kurang lebih seperti itu lah.
"awas saja kau jalang sialan" batin seina kesal dengan gadis yg bersama tuan nya itu
"nanti saya antar kamu pulang dan berhentilah menangis" ucap Darren mengelus punggung kecil lovina. tnagis lovina sudah mereda dan mereka berdua kembali duduk dan melakukan sarapan.
"iya om" ucap lovina
"sekarang makan lah"ucap Darren
"om kalo saya makan semuanya boleh? " tanya ucap lovina apakan ia tidak merasa malu
"terserah" ucap Darren
"sayang om deh" ucap lovina tanpa sadar.
"huk huk" darren tersedak karena mendengar ucapan lovina barusan apakah gadis ini sadar dengan apa yang dia ucapkan barusan
"eh eh om gapapa, ini om minum dulu" ucap lovina memberikan darren air dan darren menerimanya dan langsung menekuknya hingga tandas.
"apa yang kau katakan barusan gadis pendek" ucap Darren
"yowang mwana om? " tanya lovina dengan mulut yang penuh dengan makanan
"habiskan dulu makan yang ada di mulutmu" ucap darren merasa gemas dengan lovina. medengar itu pun lovina segara menelan makan yang ada dalam mulutnya
"yang mana om?"
"yang tadi" ucap Darren
"yang mana om? kan yang gue bilang tadi ada banyak" ucap lovina wajah bingungnya
"lupakan saja" ucap Darren
mereka pun melakukan sarapan pagi setelah melakukan banyak drama yang mereka telah lewati
TCB
jangan lupa vote ya
sampai jumpa di bab selanjutnya
KAMU SEDANG MEMBACA
BOS MAFIA [revisi]
Roman pour Adolescentstu-tuan " gugup sang supir, mendengar suara tuannya keringat dingin membasahi pelipasnya "knp? " tanya ke dua kalinya pria dingin itu dengan wajah datarnya. "Itu tuan gadis ini menangis minta tanggung jawab karena sepedanya rusak" jawab takut sang s...
![BOS MAFIA [revisi]](https://img.wattpad.com/cover/370322632-64-k438961.jpg)