“Kamu ngapain disini? " tanya Hanan sembari menatap Hana, hingga Hana meringis dalam hati kenapa Hanan tidak berpura-pura tak kenal saja?
"Magang " jawab Hana malas, ah iya, Hanakan memang sedang magang saat ini. Tapi dia benar-benar tidak tahu jika gadis itu magang di perusahaan Wahyu, saat itu ia mengerjakan pekerjaan gadis itu beberapa hari yang lalu ia tidak terlalu fokus dengan nama
perusahaannya.
"Kalian saling kenal? " tanya Wahyu penasaran, Hana memilih bungkam ia enggan sekali menjawab pertanyaan itu.
"Dia istriku, yu." tukas Hanan santai membuat Hana menghela nafas, merasa gugup saat semua perhatian kini tertuju padanya. Nampak semua orang disana terkejut mendengar jawaban Hanan, terutama Wahyu.
Wahyu memang sudah tahu bahwa Hanan telah menikah, tapi ia benar-benar belum tahu siapa istri sahabatnya itu karena saat hari pernikahan Hanan ia masih berada di Singapura dan fakta yang baru saja ia ketahui benar-benar membuat nyeri dadanya.
Kini semua mata -kecuali Hanan-
menatap Hana tajam, menuntut
penjelasan dari gadis itu hingga Hana memalingkan wajahnya, menghela nafas perlahan kesalahannya pada Hanan semakin bertambah saat ini.
Hana menatap makanan di hadapannya dengan perasaan kacau, kedatangan Hanan ke kantornya membuat suasana hatinya memburuk sekarang. Setelah Hanan dan Wahyu meninggalkan kantin tadi siang, ia dicecar pertanyaan habis oleh Shela, Rian dan Andre di ruang kerja mereka. Sebelumnya Hana sudah di hujani beberapa pertanyaan dari para temannya.
"Jadi kamu sudah menikah?" Tanya Rian, sembari menatap tak bingung ke arah gadis itu.
"Hm, iya. " jawab Hana malas.
"Kapan, Na? " Lagi-lagi suara Andre ikut nimbrung
"Seminggu sebelum aku magang
disini" jelas Hana, dengan menarik nafas sedalam mungkin.
"Kok kamu gak bilang? Kamu
bohongin kita, Na?" Ucap Shela, merasa tak percaya pada Hana.
"Aku gak bohong kok, mas sama
mbak aja yang gak pernah tanya"
Jawab Hana mulai merasa sesak dengan pertanyaan mereka.
"Kan aku pernah " jawab Shela
cepat.
"Mbak Shelakan tanyanya aku
punya pacar apa enggak, ya aku
jawab gak punya , emang bener
kan?" Ulang Hana, masih menahan rasa lelahnya.
"Iya juga sih." Ucap Shela, akhirnya menyerah.
"Udah ah mas, mbak, Hana mau
kerja dulu" ucap Hana sembari kembali menatap layar monitornya. Sementara Shela, Andre dan Rian yang masih terkejut dengan kenyataan yang baru mereka ketahui tampak kini mereka masih berpikir.
Mereka memikirkan perasaan bos
mereka -Wahyu- yang pasti sedang
terluka saat ini karena bosnya itu
langsung pamit pergi dari kantin
setelah mengetahui kenyataan tersebut.
Flashback Off
Sesekali Hanan melirik Hana yang
makan dengan begitu lahap, sejak
mereka tinggal bersama dia baru
mengetahui jika porsi makan gadis
itu begitu banyak. Namun yang ia
heran badan gadis itu tidak gemuk
bahkan cenderung kurus dengan
ragu, Hanan memulai percakapan
mereka. Ia harus meminta maaf
pada gadis itu atas ucapan kasarnya tadi malam.
"Hana a-aku." Belum sempat menyelesaikan kalimat yang akan dikeluarkan, ketukan pintu terlebih dahulu terdengar.
"Assalamu'alaikum," Salam seseorang di luar sana, membuat Hana segera bangkit dari kursinya untuk membukakan pintu meninggalkan Hanan yang kini menghembuskan nafasnya kasar. Padahal ia sudah bersusah payah untuk memulai percakapan dengan gadis itu, akhirnya ia mengikuti Hana untuk melihat siapa tamu yang datang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hana;N (TERBIT)
Teen FictionHana berdiri mematung, jantungnya berdegup kencang. Matanya tak berkedip menatap sosok tinggi di hadapannya-pemuda yang bertahun-tahun lalu pernah mengisi harapannya, namun kemudian ia coba lupakan. Waktu telah membentangkan jarak di antara mereka...
